Contoh Tabel Perencanaan Keuangan Keluarga Simple dan Sederhana
Membuat tabel perencanaan adalah langkah bijak yang dapat membantu Anda mengendalikan uang dan mencapai tujuan finansial keluarga. Pelajari tips pembuatan tabel perencanaan keuangan dalam artikel ini.
Pendapatan reguler adalah uang yang diterima secara tetap setiap bulan, seperti gaji atau hasil sewa.
Sedangkan pendapatan tidak reguler adalah uang yang diterima pada periode tertentu dan jumlahnya bisa bervariasi, seperti bonus, pendapatan dari usaha, atau keuntungan usaha.
Pengeluaran juga dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu pengeluaran reguler dan pengeluaran tidak reguler.
Pengeluaran reguler adalah biaya yang harus dibayar setiap bulan dan cenderung tetap, sedangkan pengeluaran tidak reguler adalah pengeluaran yang terjadi pada periode tertentu.
Membuat anggaran keuangan keluarga itu bermanfaat karena:
1. Panduan Pengeluaran: Anggaran membantu Anda mengatur uang Anda dengan lebih baik.
Anda tahu persis berapa yang bisa Anda belanjakan setiap bulan, sehingga Anda tidak menghabiskan lebih dari yang seharusnya.
2. Kontrol Keuangan: Ini membantu Anda mengendalikan pengeluaran sehingga Anda tidak terjerumus dalam utang atau keuangan yang buruk.
3. Pencapaian Tujuan: Anggaran membantu Anda menabung dan mengalokasikan uang untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti liburan atau investasi di masa depan.
4. Penyadaran Pengeluaran: Ini membantu Anda menyadari di mana uang Anda sebenarnya digunakan, sehingga Anda dapat memprioritaskan pengeluaran sesuai kebutuhan dan keinginan.
5. Perencanaan Keuangan yang Lebih Baik: Dengan anggaran, Anda bisa merencanakan keuangan keluarga dengan lebih baik, termasuk pensiun dan pendidikan anak.
6. Menghindari Utang Berlebihan: Anda dapat menghindari utang berlebihan yang dapat membebani keuangan Anda di masa depan.
Tips Merencanakan Anggaran yang Ideal
Membuat anggaran bulanan akan membantu Anda mengelola keuangan selama satu periode, misalnya satu bulan. Mencatat dengan jelas akan mengurangi risiko belanja tiba-tiba yang tak terduga.
Bagi Anda yang baru memulai perencanaan keuangan, pertimbangkan menggunakan pendekatan 40:25:10:10:5:5:5
Ini berarti alokasikan 40% dari pendapatan untuk kebutuhan dasar rumah tangga, 25% untuk pembayaran tagihan, 10% untuk biaya pendidikan dan dana tabungan dana darurat, dan masing-masing 5% untuk berbagi/sedekah, investasi dan hiburan.
Namun, perlu diingat bahwa ini hanyalah pedoman, dan Anda harus menyesuaikannya dengan tujuan keuangan dan situasi keuangan Anda.
Agar proses pembuatan dan penerapan anggaran berjalan dengan lancar, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
1. Tujuan yang Jelas: Pastikan Anda memiliki tujuan finansial yang jelas dan prioritas. Anggaran harus membantu Anda mencapai tujuan tersebut.
2. Kebutuhan vs. Keinginan: Bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Prioritaskan kebutuhan seperti makanan, tagihan, dan tabungan sebelum memenuhi keinginan.
3. Sesuaikan gaya hidup: cara Anda menjalani hidup seiring dengan pengeluaran yang berhubungan dengan hiburan. Pastikan gaya hidup Anda tidak mengganggu kesehatan finansial keluarga.
4. Komunikasi: jalin komunikasi yang baik dengan pasangan atau anggota keluarga ketika merencanakan anggaran keluarga. Ini akan membantu Anda mendapatkan dukungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan keuangan keluarga dengan lebih efektif.
5. Konsultasi Profesional: Jika perlu, berkonsultasilah dengan seorang profesional keuangan untuk panduan lebih lanjut.
Contoh Tabel Perencanaan Keuangan Keluarga
Contohnya, jika kita melihat penghasilan bulanan keluarga Hardja, terdiri dari gaji Bapak Hardja sebesar Rp. 10 juta dan keuntungan usaha Ibu Sulastri sebesar Rp. 5 juta.
Oleh karena itu, total penghasilan bulanan rata-rata adalah Rp. 15 juta. Berdasarkan ini, kita dapat merencanakan anggaran rumah tangga bulanan yang efisien seperti yang tertera di bawah ini.
Solusi Jika Perencanaan Anggaran Terdeteksi Tidak Sehat
Salah satu permasalahan umum tidak bisa menerapkan perencanaan anggaran yang sehat adalah besarnya cicilan utang yang membebani, dan kebiasaan tidak menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung. Berikut ini ada 2 cara untuk mengatasinya:
1. Masalah Tidak Ada Uang Tunai dan Kesulitan Menabung
Sumber utama dari ketidaktersediaan uang tunai adalah ketidakbiasaan dalam menabung sebagian dari pendapatan yang diterima. Setiap orang perlu memiliki dana cadangan sebagai langkah penting.
Solusinya adalah mencoba membiasakan diri untuk menyisihkan sebagian uang dari pendapatan untuk dana cadangan.
2. Masalah Terjerat Utang
Sumber utama masalah utang adalah terjadi karena kebiasaan berbelanja di luar batas kemampuan. Utang menjadi solusi ketika pengeluaran melebihi pendapatan.
Intinya, kurangnya kendali diri dalam membedakan pengeluaran yang diperlukan dan yang bersifat keinginan.
Halaman:


