Source : unsplash.com/@syinq

7 Contoh Teks Akademik Berbagai Tema: Ciri, Struktur, dan Cara Menyusunnya

Cari tahu cara menyusun teks ilmiah yang baik melalui berbagai contoh teks akademik berikut ini.

27 Oktober 2026 Lailla

3. Kaya Kata Leksikal

Kandungan kata leksikal atau kata isi (kata benda, kata sifat, kata kerja predikat, dan kata keterangan tertentu) pada teks akademik lebih banyak jika dibandingkan kata struktural (konjungsi, artikel, kata depan, dsb.), sehingga isi tulisannya terasa padat.

4. Menggunakan Istilah Teknis

Pada teks akademik, kamu akan menemukan banyak istilah-istilah teknis yang mendukung isi tulisan, misalnya “fotosintesis” dalam biologi atau “hipotesis” dalam penelitian. Istilah ini digunakan agar penjelasannya lebih tepat.

5. Menggunakan Kalimat Pasif

Penggunaan kalimat pada teks ilmiah sebagian besar menggunakan bentuk pasif untuk memberikan tekanan pada pokok masalah yang dibahas, bukan pada pelaku, sehingga bersifat subjektif. Contohnya “Peneliti mengumpulkan data selama tiga minggu” diubah menjadi “Data dikumpulkan selama tiga minggu.”

6. Tidak Memakai Kalimat Minor

Kalimat minor adalah kalimat yang unsurnya tidak lengkap, misalnya “hujan deras.” Bentuk ini biasanya ditemukan pada kalimat percakapan atau karya sastra.

Teks akademik membutuhkan kalimat lengkap agar maknanya jelas, sehingga kalimat di atas bisa diubah menjadi “hujan deras mengguyur kawasan itu selama enam jam.”

7. Umumnya Bergenre Faktual

Teks akademik memiliki genre faktual, misalnya deskripsi, eksposisi, prosedur, resensi, dan pembahasan.

25 Contoh Kutipan Tidak Langsung dan Cara Penulisannya yang Benar dalam Bahasa Indonesia

Struktur Teks Akademik

Perhatikan dan pahami struktur penulisan teks akademik berikut ini agar kamu tidak mengalami kesulitan saat diminta menulis sendiri. Struktur teks akademik sebenarnya berbeda-beda tergantung jenisnya, seperti esai yang terdiri dari pendahuluan, isi, dan penutup, sedangkan laporan penelitian atau artikel ilmiah memiliki struktur berikut:

  1. Abstrak: Berisi ringkasan tujuan, metode, hasil utama, dan kesimpulan yang ditulis dalam paragraf pendek.
  2. Pendahuluan: Memuat latar belakang dan konteks topik secara umum, mengerucutkan pembahasan dari hal umum ke masalah yang lebih spesifik, menyebutkan rumusan masalah yang akan dijawab, serta menjelaskan alasan pentingnya pembahasan topik tersebut.
  3. Kajian Pustaka: Membahas teori dan konsep yang berkaitan dengan topik, penulisannya dikelompokkan per tema dan dipisahkan dengan subbab, mencantumkan kutipan dari berbagai sumber ilmiah, dan disusun dari umum ke khusus.
  4. Metode: Menjelaskan cara penelitian dilakukan (subjek atau sampel, alat dan bahan, langkah pengumpulan dan analisis data)
  5. Hasil Penelitian: Menyajikan temuan dari metode yang digunakan berupa angka atau pola, ditulis apa adanya sesuai data tanpa kutipan teori, pada penelitian kuantitatif data dianalisis secara statistik untuk menarik kesimpulan.
  6. Pembahasan: Membandingkan dan menghubungkan hasil dengan teori di kajian pustaka, menjelaskan mengapa dan bagaimana hasil bisa didapat, ditutup dengan simpulan singkat tentang hubungan hasil dan teori.
  7. Kesimpulan: merangkum inti pembahasan seluruh bagian, tidak memuat kutipan baru, diakhiri saran atau rekomendasi berdasarkan temuan.
  8. Daftar Pustaka: Memuat semua sumber yang dikutip di dalam tulisan, mengikuti pedoman format dari kampus atau jurnal tujuan (APA, Harvard, IEEE, atau Chicago) dsb.

Cara Menyusun Teks Akademik

Teks akademik memang memuat banyak istilah teknis, tetapi penentu kualitasnya bukanlah frekuensi penggunaan istilah-istilah tersebut, tetapi justru dari logikanya yang rapi dan akurasi klaim. Hindari kesalahan berupa penggunaan data korelasi untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat karena logika penulisan yang akurat dan jujur akan lebih diapresiasi dibandingkan klaim palsu yang berlebihan.

Teks akademik dapat kamu susun dengan mengikuti cara berikut ini:

  1. Tentukan jenis teks dan tujuan penulisan. Pastikan dengan memeriksa instruksi tugas atau pedoman jurnal, apakah kamu diminta menulis esai, makalah, atau artikel ilmiah. Dengan memahami instruksi secara tepat, kamu bisa menentukan struktur dan panjang tulisan.
  2. Pilih topik yang akan ditulis, kemudian persempit fokusnya agar pembahasannya tidak melebar. Contohnya adalah “Dampak Media Sosial” menjadi “Pengaruh Durasi Penggunaan Threads terhadap Rentang Fokus Mahasiswa”.
  3. Kumpulkan sumber atau referensi yang kredibel, seperti jurnal ilmiah, buku, dan situs dari lembaga resmi. Catat identitas sumber (penulis, tahun, judul, tautan) untuk memudahkan penulisan daftar pustaka.
  4. Susun kerangka tulisan berdasarkan struktur yang sudah kamu siapkan, kemudian tulis poin utama pada setiap bagian agar alurnya lebih terarah.
  5. Tulis draf menggunakan bahasa akademik, bukan bahasa percakapan dan opini pribadi tanpa bukti. Gunakan kalimat lugas, bahasa baku, dan istilah teknis yang tepat.
  6. Cantumkan kutipan di dalam teks dan daftar pustaka yang disusun berurutan sesuai gaya selingkung.
  7. Periksa dan revisi teks akademik buatanmu dengan mengecek ejaan menggunakan acuan PUEBI, konsistensi istilah, dan keruntutan antarbagian.
  8. Periksa plagiarisme sebelum tulisan dikirim.

Penutup

Informasi contoh teks akademik di atas bisa menjadi referensi belajar untukmu dalam menyusun teks serupa agar tidak tertukar dengan teks non akademik.

Dapatkan informasi terkait jenis teks lainnya di blog Mamikos. Selain itu, ada pula contoh-contoh teks terkait agar kamu semakin paham. Selamat belajar, ya!

Materi Teks Laporan Hasil Observasi Kelas 10 SMA dan Penjelasannya

FAQ

Apa perbedaan utama antara teks akademik dan teks non-akademik?
Teks akademik disusun berdasarkan riset faktual, data empiris, dan menggunakan bahasa baku dengan struktur yang terikat. Sebaliknya, teks non-akademik berfokus pada opini subjektif, pengalaman pribadi, atau imajinasi dengan gaya bahasa informal yang bebas.

Apa saja contoh karya yang termasuk teks akademik?
Contoh teks akademik meliputi artikel jurnal ilmiah, laporan penelitian, makalah mahasiswa, skripsi, tesis, disertasi, esai ilmiah, hingga buku teks atau modul pembelajaran resmi.

Mengapa teks akademik banyak menggunakan kalimat pasif?
Kalimat pasif digunakan untuk menggeser fokus penulisan pada objek, data, atau fenomena yang sedang diteliti, bukan pada sudut pandang subjektif peneliti atau penulisnya.

Apakah esai tergolong sebagai teks akademik?
Ya, esai tergolong teks akademik selama disusun menggunakan argumen yang logis, bahasa baku, serta didukung oleh bukti empiris atau referensi ilmiah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Apa yang dimaksud dengan nominalisasi dalam teks akademik?
Nominalisasi adalah proses mengubah kata kerja atau kata sifat menjadi kata benda. Teknik ini bertujuan untuk membuat kalimat menjadi lebih padat informasi, lugas, dan objektif.

Referensi:


Halaman: