Advertisement
Source : pexels.com/@olly

5 Contoh Teks Anekdot dalam Kehidupan Sehari-Hari

Teks anekdot diartikan sebagai cerita singkat yang didalamnya mengandung unsur kelucuan dan digunakan untuk menyampaikan kritikan.

25 Agustus 2025 Weni Y

Ciri Kebahasaan Teks Anekdot

  1. Menggunakan kalimat yang menyatakan masa lalu
  2. Menggunakan kalimat retoris
  3. Menggunakan konjungsi yang menyatakan hubungan waktu dan konjungsi yang menyatakan sebab-akibat.
  4. Menggunakan kata kerja asli
  5. Menggunakan kalimat seru.
21+ Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya, Kaidah Kebahasaan & Cara Membuatnya

Contoh Teks Anekdot 1 – Emas Sea Games 

Pada suatu sore, Andi bersama bapaknya sedang menonton pertandingan Sea Games cabang olahraga karate antara Indonesia dan Belgia di Televisi.

Pertandingan tersebut dimenangkan oleh Indonesia sehingga berhasil membawa pulang medali emas. Menyaksikan kemenangan tersebut, Andi sangat senang.

Ia bersorak hingga melompat-lompat di kursi sofa. Bapaknya Andi juga senang dengan kemenangan tersebut, jadi ia berpikir bahwa kegembiraan yang dirasakan anaknya adalah hal yang biasa saja. 

Keesokan harinya, pada sore hari, sedang berlangsung pertandingan cabang olahraga renang putri. Andi yang baru pulang les Bahasa Inggris sedang melihat bapaknya menonton pertandingan tersebut.

Andi lalu bertanya, “Pak, sudah berapa emas yang didapat Indonesia sekarang?’, jawab bapaknya “Masih 13, nih”.

Respon Andi, “Yah, kok tidak bertambah. Tolong beritahu Andi kalau emasnya bertambah ya, pak. Andi temani ibu ke warung dulu.” Jawab Bapa Andi “ya, hati-hati.”

Keesokan harinya, Andi melakukan hal yang sama, yaitu bertanya berapa medali emas yang sudah diperoleh tim Indonesia dalam Sea Games.

Namun, Andi sama sekali tidak ingin menonton pertandingannya, Ia justru pergi bermain sepeda bersama teman-temannya.

Setiap bersepeda melewati rumahnya, Andi mampir dan bertanya kepada bapaknya, “Sudah bertambah belum pak?”

Bapaknya Andi bingung, kenapa Andi penasaran dengan perolehan emas, tapi tidak langsung menonton sendiri pertandingannya.

Saat hari mulai malam dan andi pulang bermain sepeda, Bapaknya Andi berkata “Emasnya bertambah satu, nak.”

“Hah, cuma satu pak?” Tanya Andi.

“Kamu ini kenapa penasaran sekali dengan perolehan emas, langsung nonton sendiri saja kali penasaran” Jawab bapak Andi.

Andi menjawab, “Tidak, ah pak. Andi tidak tertarik dengan pertandingannya. Andi senang kalau Indonesia bisa mendapat emas yang banyak karena dari Sea Games, Indonesia bisa kebagian emas. Sedangkan dari Papua, Indonesia tidak pernah kebagian emas.”

Bapaknya Andi yang sedang menghadap laptop sambil mendengarkan celoteh anaknya, tiba-tiba berpaling menatap Andi dengan sedikit gelak tawa dan rasa tidak percaya dengan pemikiran dan sikap anaknya beberapa hari ini.

Ternyata Andi memiliki perhatian yang cukup dalam menyikapi permasalahan tambang emas di Papua. 

Contoh Teks Anekdot 2 – Obat Sakit Kepala 

Di suatu hari pada bulan puasa, ada sosok kakek yang hidup bersama dengan cucunya yang sedang asyik menikmati menonton televisi.

Si kakek seperti biasa sedang menonton acara favoritnya yaitu “Si Boy”. Setiap dua puluh menit sekali selalu muncul iklan, dan salah satu iklan yang muncul adalah iklan obat sakit kepala.

Di dalam Iklan tersebut disebutkan bahwa obat tersebut dapat diminum kapan saja.

Ketika sedang asyik-asyiknya menonton tv, kemudian si kakek mendadak muncul rasa sakit di kepalanya.

Kemudian, si kakek memanggil cucunya yang sedang enjoy bermain di kamar dan menyuruhnya supaya membelikan obat sakit kepala untuknya.

Dan setelah cucunya tiba di rumah, maka tidak menunggu lama, si kakek pun langsung meminum obat tersebut.

Merasa ada yang aneh, si cucu tersebut kemudian bertanya kepada si kakek, “Kakek kan lagi puasa, kenapa minum obat Kek?”.

Dengan penuh percaya diri dan sama sekali tidak ragu-ragu, dan seakan tidak merasa berdosa, maka si kakek pun menjawab, “Itulah hebatnya obat bodr*x ini cu, bisa diminum kapan saja!”.

Contoh Teks Anekdot 3 – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) 

Malam hari saat ada hujan gerimis, di sebuah pos ronda ada dua orang pemuda sedang berbincang-bincang.

Dudung: Sekarang yang namanya wakil rakyat itu bukannya menyejahterakan rakyat tapi malah mensejahterakan diri sendiri.

Indra: Dan yang lebih parahnya lagi yaitu banyak yang terlibat kasus korupsi.

Dudung: Parah memang bro. Sekarang rakyat makin susah, dan wakil rakyat malah makin makmur. Banyak rakyat yang hanya bisa hidup di jalanan, sementara wakil rakyat pada hidup dan tinggal di rumah mewahnya. Betapa sejahtera sekali mereka yang duduk di kursi DPR.

Indra: Tapi bro, kalau dipikir-pikir sih wakil rakyat itu berarti mewakili rakyat.

Dudung: Ya memang.

Indra: Mereka kan mewakili rakyat. Partinya, rakyat mau kaya, sudah diwakili sama wakil rakyat. Rakyat mau punya rumah mewah, sudah diwakili sama wakil rakyat. Bahkan, rakyat yang mau berantem pun sudah diwakili sama mereka.

Dudung: Hahaha, tapi yang berantem itu maksudnya apa?

Indra: Ituloh, waktu sidang kan mereka tidak jarang pada berantem.

Dudung: Hahaha bener juga bro.

Halaman:

Advertisement