Advertisement
Source : Getty Images/tumsasedgars

Contoh-contoh Teks Anekdot tentang Lingkungan Rumah dan Sekolah

Membuat teks anekdot tidak harus terfokus pada satu tema. Kamu juga bisa membuat teks anekdot dengan tema lingkungan rumah dan sekolah.

25 Agustus 2024 Fajar Laksana
200 Contoh Kata Kajian dan Kata Populer beserta Artinya Bahasa Indonesia

2. Contoh Teks Anekdot tentang Lingkungan Rumah dan Sekolah, Warisan dari Bapak untuk Keluarga

Pak Adi sedang terbaring lemah di rumah sakit karena kesehatannya semakin menurun.

Ia meminta tolong pada perawat agar memanggilkan anak istrinya yang sedang di luar kamar.

Setelah berkumpul, mereka semua mengelilingi tempat tidur Pak Adi. Sementara sang perawat berdiri di belakang mereka untuk berjaga-jaga jika Pak Adi membutuhkan pertolongan sewaktu-waktu.

Dengan suara bergetar, Pak Adi menyampaikan pesan kepada anak istrinya.

“Istriku yang baik dan setia, terima kasih karena bersabar merawatku selama sakit. Untukmu, aku meninggalkan perumahan elit CitraLand,” ucapnya.

“Untuk anak sulungku yang telah bekerja keras, aku memintamu untuk merawat kawasan Apartemen GrandLand,” jelasnya.

“Sedangkan kau anak bungsuku, aku menitipkan deretan Villa Orchid daerah pusat agar kau jaga,” lanjutnya.

Perawat yang mendengarnya merasa kagum dengan kebaikan pasiennya. “Wah, Pak Adi ini baik sekali ya bu. Beliau menitipkan peninggalan berharganya kepada istri dan anaknya agar tetap dapat hidup sejahtera,” ucapnya.

Sambil tersenyum tipis, Bu Adi menghela napas. “Suster, yang diwariskan itu adalah rute antar koran karena kami semua bekerja mengantarkan koran setiap pagi. Kalau tidak bekerja, ya susah dapat uangnya,” jelasnya.

3. Contoh Teks Anekdot tentang Lingkungan Rumah dan Sekolah, Semprotan Pembasmi Kecoa

Di suatu rumah, hiduplah sepasang suami istri beserta kedua anaknya. Namun lingkungan rumahnya cukup banyak kecoa, sehingga mereka memiliki sebotol cairan pembasmi kecoa untuk membunuh hewan tersebut jika mengganggu.

Tiba-tiba kakak berlari menuju ibunya sambil tergesa-gesa. Dengan napas sedikit terengah-engah, anak sulung tersebut menyampaikan maksudnya.

Kakak : “Ibu, tolong bu. Adik baru saja menelan kecoa!”

Ibu : “Hah? Kok bisa sih kak adik menelan kecoa. Ayo kita segera bawa adik pergi ke dokter!”

Kakak : “Eh jangan bu, nanti takutnya malah gawat. Sepertinya adik akan baik-baik saja, kecoanya pasti akan mati.”

Ibu : “Bagaimana bisa?”

Kakak : “Tenang bu, aku sudah kasih adik serangga botol berisi cairan pembasmi kecoa. Tulisannya kan dapat membasmi kecoa sampai mati, bu” (sambil menunjukkan botol cairan pembasmi kecoa)

Ibu : “Aduh kakak, kamu sembarangan sekali!”

Kakak : (Kebingungan)

Ibu : “Ayah, tolong yah. Anak kita makan kecoa dan minum obat pembasminya!” (berlari menuju suaminya berada)

Halaman:

Advertisement