Contoh-contoh Teks Anekdot tentang Lingkungan Rumah dan Sekolah
Membuat teks anekdot tidak harus terfokus pada satu tema. Kamu juga bisa membuat teks anekdot dengan tema lingkungan rumah dan sekolah.
4. Contoh Teks Anekdot tentang Lingkungan Rumah dan Sekolah Selanjutnya, Nggak Jadi Merayu
Menjelang malam hari, sepasang suami istri sedang bersantai di depan ruang televisi.
Karena tayangannya sedang iklan, sang suami berniat melontarkan candaan kepada istrinya.
Suami : “Ma, mama tau nggak apa persamaan mama dengan monyet?”
Istri : “Ya nggak taulah!” (Menengok sang suami sambil memberi tatapan sinis)
Suami : “Oh ya sudah.”
Istri : “Terus?” (kebingungan)
Suami : “Apanya yang terus ma?” (kebingungan juga)
Istri : “Ya apa persamaan mama dengan monyet?”
Suami : “Masa mama mau disama-samain dengan monyet?” (sambil tertawa terbahak-bahak dan kabur)
Istri : “Dasar nggak jelas!” (ikut tertawa)
5. Mendaur Ulang Sampah Plastik
Di hari Minggu yang cerah, ayah baru saja pulang dari sosialisasi desa tentang cara memisahkan sampah dengan benar.
Penyuluhan tersebut menjelaskan bagaimana caranya memilah sampah yang dapat terurai dan tidak.
“Istriku dan anak-anakku, ayah baru saja mendapatkan pengetahuan baru dari penyuluhan tadi,” ucap ayah.
“Kata pemateri, sebaiknya sampah plastik dipisah dari sampah yang mudah terurai,” jelasnya.
“Kenapa begitu, yah?” tanya anaknya. “Karena sifat plastik itu sulit terurai, jadi ada baiknya jika didaur ulang agar dapat diolah kembali kemudian dibentuk menjadi barang baru,” jelas sang ayah.
Setelah itu, ayah memberikan makanan yang didapatnya seusai sosialisasi sebelumnya.
“Ngomong-ngomong ayah bawa sekotak jajan pasar dari sosialisasi tadi, ini makanlah,” ucap ayah kepada istri dan anaknya.
Dalam sekotak kardus makanan tersebut, seluruh hidangan dibungkus menggunakan plastik. Setelah habis dimakan, istri dan anak-anaknya membawa sampah plastik tersebut ke sang ayah.
Sambil bingung, ayah menerima plastik-plastik tersebut. “Loh kenapa diberikan ke ayah plastiknya?” tanya ayah.
“Tadi kan ayah yang bilang kalau sampah plastik sebaiknya didaur ulang karena sulit terurai,” jawab Ibu.
“Jadi kami memberikan sampah-sampah plastik ini ke ayah. Karena ayah yang mengikuti sosialisasi tadi, pasti paham bagaimana cara mendaur ulangnya,” lanjut Ibu. Mendengar hal itu, ayah hanya menghela napas panjang.
Halaman:
