Teks Drama: Pengertian, Struktur, Contoh, Ciri & Kaidahnya
Drama menjadi salah satu seni pertunjukan sastra yang kini telah menjadi suatu budaya, cek berbagai contoh teks drama di bawah ini.
Kaidah Kebahasaan Teks Drama
Teks drama memiliki kaidah kebahasaan yang berbeda dengan kaidah kebahasaan teks lainnya.
Ciri pembedanya adalah hampir seluruh fiturnya merupakan percakapan langsung atau dialog para tokoh yang ditunjukkan dengan adanya tanda petik.
Adapun kaidah kebahasaan yang perlu diketahui antara lain:
- Menggunakan konjungsi kronologis atau kata yang menunjukkan urutan waktu. Contoh: mula-mula, kemudian, setelah itu, sebelum, sekarang, hari ini, besok, lusa, kemarin, suatu siang, suatu malam, suatu sore, pertama, kedua.
- Menggunakan kata kerja yang berkaitan dengan terjadinya suatu peristiwa. Contoh: memaksa, meminta, menyuruh, mengatakan, menugaskan, menggantikan, meninggalkan, menghianati, bercengkerama, beristirahat.
- Menggunakan kata kerja yang menunjukkan hal-hal yang dipikirkan atau dirasakan tokoh cerita. Contoh: menduga, memikirkan, mengharapkan, mendambakan, membenci, merasakan, merasa, ingin, mengalami.
- Menggunakan bahasa deskriptif untuk menggambarkan kondisi tempat, suasana, dan tokoh. Contoh: tinggi besar, gagah, bengis, lemah, kurus, baik, ramah, sepi, ramai, penuh sesak, sempit, bersih, kotor, gelap, terang.
Jenis-jenis Drama
Merujuk pada buku tim Kemdikbud (2017, hlm. 243), terdapat beberapa bentuk atau jenis drama. Adapun jenis-jenis drama adalah sebagai berikut.
- Berdasarkan bentuk sastra cakapannya, drama terbagi menjadi dua jenis yakni drama puisi dan drama prosa. Di mana drama puisi adalah drama yang sebagian besar cakapannya disusun dalam bentuk puisi atau menggunakan unsur-unsur puisi. Sedangkan drama prosa adalah drama yang cakapannya disusun dalam bentuk prosa.
- Berdasarkan sajian isinya, drama terbagi menjadi tiga jenis yakni tragedi, komedi, dan tragikomedi. Di mana tragedy (drama duka) merupakan drama yang menampilkan tokoh yang sedih atau muram, yang terlibat dalam situasi gawat karena sesuatu yang tidak menguntungkan. Drama komedi (drama ria) merupakan drama ringan yang bersifat menghibur, walaupun selorohan, di dalamnya dapat bersifat menyindir, dan yang berakhir dengan bahagia. Sedangkan tragikomedi (drama dukaria) adalah drama yang sebenarnya menggunakan alur dukacita tetapi berakhir dengan kebahagiaan.
- Berdasarkan kuantitas cakapannya, drama terbagi menjadi tiga yakni pantomime, minikata, dan dialog-monolog. Di mana pantomim merupakan drama tanpa kata-kata, sedangkan minikata adalah drama yang menggunakan sedikit sekali kata-kata. Dan dialog-monolog adalah drama yang menggunakan banyak kata-kata.
- Berdasarkan besarnya pengaruh unsur seni lainnya, drama terbagi menjadi opera, sendratari, dan tablo. Di mana opera adalah drama yang menonjolkan seni suara atau musik. Sedangkan sendratari merupakan drama yang menonjolkan seni drama serta tari. Dan tablo adalah drama tanpa gerak atau dialog.
- Adapula jenis drama lainnya seperti drama absurd, drama baca, drama borjuis, drama domestik, drama duka, drama liturgis, dan drama satu babak.
Halaman:
