Advertisement
Source : https://www.freepik.com/author/freepik

Teks Drama: Pengertian, Struktur, Contoh, Ciri & Kaidahnya

Drama menjadi salah satu seni pertunjukan sastra yang kini telah menjadi suatu budaya, cek berbagai contoh teks drama di bawah ini.

28 Februari 2023 Lailla

Contoh Teks Drama 

Setelah memahami seputar pengertian teks drama beserta jenis-jenisnya, berikut ada beberapa contoh teks drama yang Mamikos rangkum dari beberapa sumber.

1. Contoh Teks Drama Modern

Drama modern atau kontemporer adalah jenis pertunjukan yang menunjukkan gambaran kehidupan saat ini dengan berbagai masalah yang muncul.

Ada banyak sekali tema drama modern yang bisa dipentaskan baik di TV ataupun pertunjukan seni.

5 Contoh Naskah Drama tentang Persahabatan Singkat dan Menarik

Berikut ini salah satu contoh naskah teks drama modern dengan tema komedi ringan.

Penjelasan Karakter
Roy: Pintar, cerdik, pandai berkilah, dan pembohong berat.
Pak Asep: Guru yang tegas dan emosional
Rena: Suka penasaran dan cerewet
Zainal: Tidak terlalu pintar dan menonjol di sekolah.
Ririn: Pintar, rajin, baik hati

Dialog
Di sebuah kelas SMA, hiduplah 4 orang siswa yang sedang bahagia. Namun kondisi berubah ketika mereka mendapatkan kabar bahwa besok akan ujian.

Rena: Eh kalian udah belajar buat ulangan besok?
Roy: Belum
Zainal: Astaga, Innalillahi.
Rena: Apa? Kalau nilai ulangannya jelek bisa dihukum.
Zainal: Paling-paling hukumannya juga cuma lari keliling lapangan bola 10 kali doang.
Rena: Bukan! Kali ini hukumannya serem, harus ikut pelajaran tambahan setiap pulang sekolah. Kamu sudah belajar Rin? (Melirik ke arah Ririn).
Ririn: Sudah dong, Ririn (sambil menunjuk-nunjuk bangga ke dirinya sendiri).

Singkat cerita, kemudian mereka bertaruh. Siapa yang nilai ujiannya paling besar, maka akan dianggap menang dan bisa memerintah orang yang kalah. Ririn berusaha keras untuk belajar, sedangkan Roy berjuang keras untuk membuat contekan di kertas kecil.

(Saat Ujian)

Pak Asep: Baik anak-anak, silahkan buka lembar soalnya sekarang!
Ririn: Bismillah.
Roy: Soal ini kan gampang sekali. Kalau gini kan gak akan ketahuan. (Sambil menempelkan kertas contekan di pungguh Pak Asep).
Pak Asep: Bapak keluar dulu, ingat jangan nyontek atau bertanya pada temannya ya. Dan satu lagi, jangan ribut. (keluar kelas).
Roy: Rencana B dimulai (menyilangkan kaki dan melihat kertas contekan di atas sepatunya).
Roy: Ah, bukan yang ini (bingung)
Roy: Ah yang ini nih! (sambil mengeluarkan kertas contekan dari dasi).
Roy: Selesai (sambil merebahkan diri di kursi, tersenyum puas sambil melirik teman-temannya yang lain belum selesai mengerjakan).

Akhirnya ulangan selesai, dan Pak Asep membagikan kertas hasil ujian kepada semua siswanya.

Pak Asep: Ini hasil ujian kalian (sambil membagikan kertas).
Ririn: Hore! Nilaiku 85 (tersenyum puas.
Zainal: Hahahaha, aku dapat 65. Lumayan ujian kemarin cuma 60.
Roy: Lhah Pak, kok nilai ujian saya cuma 50?
Pak Asep: Sebab soal nomor 11-20 di balik kertas gak kamu isi.
Roy: Apa? Masih ada soal lagi?
Ririn: Hahahaha, kamu kalah Roy! Dengan ini saya perintahkan kamu gak nyontek lagi waktu ujian! (sambil menunjuk-nunjuk Roy dengan tertawa lepas).
Pak Asep: Apa? Jadi kamu kemarin nyontek? Oke, kalau begitu nilai kamu saya kurangi 5 poin lagi!
Roy: Aduuuh, apes benar aku ini (mengucek-ngucek rambut)

Akhirnya, Roy menyadari kesalahannya dan berjuang keras untuk belajar. Dia tidak pernah menyontek saat ujian lagi.

5 Contoh Naskah Drama tentang Persahabatan Singkat dan Menarik

2. Contoh Teks Drama Singkat

Judul drama: Impian Masa Depan
Pemain: Toni, Linda, Norman, Ami

Epilog
Suatu ketika, 4 orang sahabat sedang berkumpul untuk membicarakan mengenai rencana mereka di masa depan. Mereka pun terlibat dalam pembicaraan yang cukup serius.

Dialog
Toni: Nanti kalau kalian misalnya dihadapkan 2 pilihan, kerja di perusahaan besar tapi gajinya kecil, atau kerja di perusahaan kecil tapi gajinya besar. Kalian lebih pilih yang mana?
Linda: Yaa kalau aku pilih yang di perusahaan kecil tapi gajinya besar.
Norman: Aku tak setuju! Lebih baik di perusahaan besar, ya walaupun gajinya kecil. Kalau kita bekerja di perusahaan besar, masa depan kita lebih terjamin pastinya.
Toni: Kalau kamu bagaimana, Am?
Ami: Kalau aku sih yang penting potensi ke depannya baik. Tak apa-apa sementara gaji kecil, tapi asalkan nanti ke depannya bisa cukup menjanjikan bagiku.
Toni: Itu artinya kamu memilih bekerja di perusahaan besar daripada perusahaan kecil kan? (sambil menunjuk Ami).
Ami: Iya benar!
Norman: Kalau kamu sendiri Ton?
Toni: Ya kalau aku kurang lebih sama lah dengan pilihan Ami. Kita kan lihat keberlanjutan nantinya di masa depan. Kalau gaji kita besar, tapi tidak ada keberlanjutan jenjang karirnya, buat apa juga? (menengadahkan tangan sambil menggelengkan kepala).
Norman: Iya benar juga sih kata kamu. Paling penting itu jenjang karir masa depan nanti.
Linda: Iya sepertinya sih pilihan yang paling tepat ya memikirkan efek jangka panjangnya. Buat apa gaji besar tapi hanya sementara. Lagi pula, perusahaan kecil juga lebih rawan bangkrut kan?
Ami: Oke, sekarang kan kita sudah tahu apa efek memilih pekerjaan ke depannya. Jadi nanti waktu kita melamar kerja setelah lulus, kita harus pertimbangkan dulu untung ruginya buat masa depan kita.
Norman dan Toni: Siippp!

Contoh Naskah Drama 6 Orang tentang Perjuangan Meraih Cita-cita

3. Contoh Teks Drama Singkat Tentang Covid-19

Judul: Beli Masker 

Epilog
Dua perempuan sedang berada dalam suatu kamar indekos. Ira sedang bersiap untuk pergi berbelanja kebutuhan bulanan. Sedangkan Widya masih mengerjakan tugas kuliah daring.

Dialog
Ira: “Aku mau belanja sayur, kamu kuliah sampai jam berapa?” 
Widya: “Hari ini ada tiga mata kuliah, paling baru selesai sore. Kamu gak ada kelas daring?” 
Ira: “Gak ada, tugas doang. Nanti habis ini aku kerjain. Kamu mau nitip-nitip gak?” 
Widya: “Nitip masker dong. Yang warna putih. Beli satu pak ya. Bentar, ini uangnya. Kembaliannya buat beli cimol aja nanti kita makan berdua.” 

(Ira membawa tas, memakai jaket dan masker lalu keluar dari panggung. Sementara Widya tetap berada di panggung. Lampu mati. Lampu menyala. Ira datang.)

Ira: “Assalammu’alaikum!” 
Widya: “Walaikumsalam! Kok cepet?” 
Ira: “Ya iya, kan cuma beli sayur di warung gang sebelah.” 
Widya: “Lah ke situ doang sampai pakai baju ribet. Pakai jaket, pakai masker.” 
Ira: “Widyaaa… ini kan lagi pandemi. Kita harus jaga-jaga dong. Meski cuma keluar rumah deket-deket aja, kita tetep kudu waspada.” 
Widya: “Iya… iyaaa… Mana sini cimolnya aku pengen ngemil.” 
Ira: “Sepanjang jalan gak nemu tukang cimol. Pedagang-pedagang kaki lima lainnya juga gak ada. Yang buka cuma toko kelontong, tukang sayur, sama supermarket.” 
Widya: “Yaaah… aku pengen banget cimol. Ke mana sih tukang cimolnya. Gak pengen duit apa?” 
Ira: “Mungkin dia lagi kesusahan. Sejak Covid-19 kan orang-orang diminta karantina di rumah. Sementara dia kehilangan pelanggan, mencari nafkah tambahan susah.” 
Widya: “Duh iya ya. Kasihan Pak Cimol. Semoga dia dan keluarganya baik-baik aja. Kita juga karena Covid-19 jadi terpaksa di kosan terus. Gak bisa pulang kampung karena rawan jadi penyebar virus. Siapa sih yang gak susah karena virus? Gak ada!” 
Ira: “Lah kok jadi ngegas gitu? Haduuuh. Ini maskermu!” 

(Ira melemparkan sekotak masker pada Widya. Widya membolak-balik kotak itu, kemudian membuka isinya.)

Widya: “Ira!!! Ini kan masker bengkoang buat perawatan wajah. Yang aku maksud itu masker yang buat cegah virus. Yang buat nutupin hidung dan mulut! Yang biasa dipakai dokter-dokter gitu. Masa nanti aku keluar rumah pakai ini?” 
Ira: “Yah gimana dong?” Widya: “Balikin ke toko bisa gak ya?” 
Ira: “Udah kamu buka begitu, ya gak bisa. Lagian kita kan udah punya banyak masker, Wid.” 
Widya: “Itu kan masker kain. Bosen aku sama masker modelnya gitu-gitu aja. Pengen coba yang sekali pakai. Kalau yang biasa dipakai dokter pasti lebih nyaman daripada masker yang habis pakai-cuci-pakai-cuci.” 
Ira: “Masker medis itu ya buat tenaga medis, atau orang yang sakit. Kita yang di rumah, cukup pakai masker kain. Selain hemat, kita juga bisa membantu tenaga medis dengan tidak menghabiskan ketersediaan masker. Bayangin kalau tenaga medis kekurangan masker, terus ternyata habis dibeli sama orang-orang, pas mau nangani pasien, malah mati duluan kena korona. Ngeri gak tuh?” 
Widya: “Iya juga sih. Tapi masa pemerintah gak ngasih bantuan masker sih ke tenaga medis?” 
Ira: “Ya kali nunggu pemerintah keburu mati duluan satu Indonesia.” 
Widya: “Hus! Gak boleh gitu.” 
Ira: “Daripada capek debat, mending kita maskeran bareng aja. Lumayan bisa perawatan selama karantina. Nanti kelar pandemi, kita glowing gitu.” 
Widya: “Dasar! Bisa ae lu. Pasti ini sengaja belinya salah.” 

(Ira menjulurkan lidahnya. Mereka tertawa bersama. Lampur panggung mati.)

3 Contoh Naskah Drama Pendek Mengandung Pesan Moral beserta Unsur-unsurnya

Penutup

Nah, itu tadi informasi yang bisa Mamikos bagikan terkait contoh teks drama.

Seperti yang kita ketahui, teks drama adalah sebuah naskah mengenai jalan cerita sebuah drama yang disiapkan dalam bentuk perbincangan atau obrolan dan gerakan sebagai pedoman pementasan drama.

Semoga informasi di atas bisa cukup bermanfaat buat kamu ya! Jika kamu butuh informasi lainnya khususnya seputar info kost, kamu bisa unduh aplikasi Mamikos dan temukan infonya disana.


Halaman:

Advertisement