Advertisement
Source : freepik.com/@freepik

Contoh Teks Editorial Tentang Kebakaran Hutan Bahasa Indonesia Beserta Cara Membuatnya

Secara sederhana, teks editorial merupakan teks surat kabar yang berisi pendapat redaksi atas suatu peristiwa aktual yang terjadi di masyarakat.

13 September 2022 Nana

Begini Cara Membuat Teks Editorial

Mari langsung praktik dan menyusun teks editorial versi kamu sendiri dengan cara memperhatikan beberapa poin yang sudah Mamikos susun sebagai berikut.

  • Memilih topik terkini dan hangat atau yang saat ini sedang banyak disoroti banyak orang. Selain bakal membuat teks editorial yang kamu buat dilirik pembaca, kamu juga bisa menambah pengetahuan terkait hal yang sedang terjadi.
  • Mengumpulkan data untuk mendukung apa yang hendak kamu sampaikan dalam teks editorial yang kamu buat. Kamu tak perlu memasukkan terlalu banyak opini dan dugaan pada teks dan cukup sampaikan hal akurat saja.
  • Menyesuaikan topik dengan sasaran pembaca yang ingin kamu capai. Perhatikan tata bahasa, fakta yang terjadi, hingga pendapat yang kamu kemukakan dalam teks.
  • Menyunting teks editorial adalah keharusan. Jangan lupa untuk memeriksa data yang terlampir, periksa juga tanda baca, ejaan, pemilihan kata dan lain sebagainya.
  • Baca ulang teks editorial kamu sebelum dipublikasikan juga keharusan. Hal ini agar kamu juga bisa semakin yakin bahwa tulisan kamu layak untuk dibaca oleh orang lain.
3 Contoh Teks Editorial Tentang Lingkungan, Alam, Hingga Politik Lengkap

Contoh Teks Editorial Tentang Kebakaran Hutan

Ini mungkin menjadi informasi yang kamu sudah nanti-nantikan sejak tadi yakni contoh teks editorial tentang kebakaran hutan.

Mari simak contoh teks editorial tentang kebakaran hutan tersebut sebagaimana rangkuman Mamikos berikut ini.

a. Pengenalan isu

Telah terjadi peristiwa bencana alam yang cukup menghebohkan yakni kebakaran hutan tepatnya di wilayah Kalimantan Tengah, Indonesia.

Kejadian kebakaran hutan ini diperkirakan terjadi karena musim kemarau yang berkepanjangan sehingga memicu terjadinya kebakaran.

Dalam sebuah pernyataan resmi, BMKG mengatakan bahwa awal musim kemarau ditandai dengan fenomena suhu udara terik yang terjadi di siang hari, yang dipicu oleh posisi semu matahari yang letaknya berada di wilayah utara garis ekuator.

Beruntung, tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan atas peristiwa kebakaran tersebut.

Saat ini, hutan yang sudah terbakar sebagian dan asap tebal sedang berusaha diatasi agar tidak semakin melebar.

Halaman:

Advertisement