Advertisement
Source : pexels.com/@yogendras31

Contoh Teks Eksplanasi tentang Sampah dan Pencemaran Lingkungan

Kepedulian terhadap lingkungan bisa disampaikan melalui teks eksplanasi. Apabila kamu bingung, kamu bisa baca contoh-contohnya di sini.

3 September 2025 Fajar Laksana

Karena jika kita kalkulasi tumpukan polutan dari UMKM yang tidak dikelola secara optimal tetap mencemari lingkungan. Ini tentu saja tidak instan dan memang butuh waktu relatif lama untuk merasakan dampak langsung.

Bayangkan saja misalnya sebuah UMKM industri makanan setiap hari menghasilkan limbah dua puluh kilogram saja. Tanpa dipilah dalam waktu lima hari sudah menghasilkan satu kwintal sampah.

Kurang dari dua bulan UMKM tersebut sudah mampu menghasilkan polutan terhadap lingkungan sebanyak satu ton. Tentu itu adalah jumlah fantastis yang tidak boleh dianggap sebelah mata.

Oleh karena itu perlu perlakuan pada setiap buangan tersebut agar bisa mengurangi baik volume dan dampaknya. Memang mengawali akan cukup sulit dan perlu mengeluarkan lebih banyak tenaga.

Namun jika kita bisa pisahkan antara degradable, renewable, dan toxic waste tentu hasilnya bisa berbeda. Mindset seperti itu ternyata masih jarang dimiliki oleh pelaku industri kecil di Indonesia.

Kesimpulan/interpretasi :

Sebenarnya masalah tersebut dapat terselesaikan dengan cara edukasi dan sosialisasi pada pelaku UMKM.

Jadi ketika seseorang sudah sadar apa dampak lingkungan dan bagaimana caranya tentu mereka akan berubah.

Edukasi sendiri perlu dilakukan secara masif oleh pemerintah agar para pelaku UMKM mau mengikutinya.

Jika hanya sekedar penyuluhan skala kecil tentu akan lebih banyak orang melupakannya.

Sehingga perlunya edukasi dan perubahan mindset menjadi salah satu pondasi penting mengubah keadaan.

Masalah polutan pada industri kecil tidak akan terjadi jika kesadaran sudah dibangung secara optimal.

3. Contoh teks eksplanasi tentang sampah peternakan skala kecil 

Contoh teks eksplanasi tentang sampah peternakan skala kecil
pexels.com/@raul-corrado-2554855

Pernyataan umum :

Saat ini jumlah peternak sapi skala kecil di daerah memang perlahan mulai meningkat.

Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh kebutuhan stok daging sapi yang semakin naik di dalam negeri.

Namun sayangnya adanya peningkatan jumlah peternakan skala kecil tidak diimbangi dengan kesadaran pengolahan limbah.

Akibatnya tidak sedikit masyarakat selalu mengeluh terkait masalah polusi.

Sebab akibat :

Jika kita mau melihat lebih dalam sebenarnya peternakan bisa menerapkan kebijakan hampir zero waste.

Bagaimana bisa begitu karena semua yang mereka gunakan itu organik dan dapat diolah kembali.

Namun kebanyakan peternakan daerah skala kecil tidak menerapkan sistem seperti itu.

Akhirnya kandang sapi yang ada di daerah sering menjadi pemicu masalah bau untuk tetangga di lingkungan sekitar.

Dalam satu hari satu ekor sapi dapat menghasilkan tinja antara dua sampai sepuluh kilo tergantung beratnya. Anggaplah peternakan tersebut memiliki empat ekor sapi saja karena skalanya kecil.

Artinya bisa saja dalam satu hari kandang tersebut menghasilkan empat puluh kilogram kotoran. Jika kita kalkulasi maka dalam waktu satu bulan saja satu ton mungkin akan tercapai dengan tinjauan tersebut.

Bayangkan saja satu ton kotoran sapi apabila hanya dibiarkan dalam kubangan saja akan mencemari lingkungan. Belum lagi potensinya dalam menimbulkan penyakit baik untuk manusia atau ternak sendiri.

Masih banyak peternak di desa menganggap bahwa kotoran tersebut akhirnya juga menjadi tanah. Memang itu benar, namun tidak boleh dianulir bahwa semua tinja sapi tersebut bisa mencemari lingkungan.

Terutama ketika ada sumur resapan di sekitar daerah tersebut tentu sangat berbahaya. Berbagai macam penyakit dapat terpicu karena adanya kubangan limbah organik dari sapi itu.

Jika tidak diterapkan pengolahan alternatif tentu saja dapat menimbulkan bahaya bagi lingkungan sekitar. Namun petani cenderung melupakan hal itu karena tidak ingin mengeluarkan budget pemeliharaan lebih.

Kesimpulan/interpretasi :

Sebenarnya masalah tersebut dapat teratasi dengan salah satu solusi murah yaitu pembuatan kompos.

Kotoran sapi yang jumlahnya banyak, tentu akan sayang jika dibiarkan begitu saja.

Apabila diolah kembali menjadi kompos tentu dapat dijual kembali dan menghasilkan uang.

Mengapa harus kompos? Karena kompos paling mudah, cepat, dan murah pembuatannya dibandingkan lainnya.

Jika akan dibuat biogas kandang skala kecil tentu saja tidak akan mampu memberikan hasil optimal.

Oleh karena itu perlu adanya penyuluhan terkait pengolahan kompos dari tinja sapi para peternak skala kecil.

4. Contoh teks eksplanasi tentang sampah plastik

Contoh teks eksplanasi tentang sampah plastik
pexels.com/@mrwandart

Pernyataan umum :

Sampah plastik sampai sekarang masih menjadi salah satu masalah dengan penanganan kurang serius di Indonesia. Padahal dampak dari penggunaan plastik yang tidak dapat terdegradasi sangat berbahaya.

Banyak daerah yang mulai tercemar polutan seperti itu sehingga kondisi tanah menjadi semakin buruk. Tidak hanya itu resapan air tanah di daerah tertentu juga tidak bisa digunakan lagi untuk minum.

Sebab akibat contoh teks eksplanasi tentang sampah plastik :

Penggunaan plastik sebagai salah satu sarana untuk menyimpan, membungkus, dan membawa barang memang mudah. Namun sayangnya masyarakat tidak sadar bahwa membuangnya sembarangan bisa memicu kerusakan alam.

Polutan seperti ini tentu saja tidak dapat terdegradasi dan menimbulkan kerusakan pada tanah. Dalam kondisi tertentu kandungan unsur hara juga dapat terganggu jika tumpukan semakin banyak.

Karena tidak dapat diurai secara alami tentu saja dapat menjadi salah satu sarang bakteri paling ampuh. Apalagi ketika kondisinya memang kotor sehingga sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar.

Sebenarnya tidak hanya untuk tanah saja namun bagi manusia dan makhluk lain di sekitar area tersebut. Tentu saja kondisi seperti ini sangat memprihatinkan jika tidak ditangani secara serius oleh semua pihak.

Halaman:

Advertisement