Contoh Teks Eksposisi untuk Menyampaikan Kritik Sosial Secara Singkat
Pernah membuat teks eksposisi sebelumnya? Bila belum, kamu bisa mencobanya. Caranya pun cukup mudah, kamu bisa membaca artikel berikut untuk mengetahui langkah penulisannya.
Contoh Teks Eksposisi untuk Menyampaikan Kritik Sosial Secara Singkat – Teks eksposisi adalah contoh teks yang paling mudah.
Sebab, teks eksposisi ini bentuknya singkat, dan disertai dengan data yang valid serta pendapat yang mendukung data.
Bila kamu ingin mempelajari atau mencoba membuat teks eksposisi, kamu perlu membaca artikel di bawah ini. Terdapat informasi tentang contoh teks eksposisi untuk menyampaikan kritik sosial. Selamat menyimak!
Daftar Isi
Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi merupakan sebuah bentuk teks ataupun tulisan, yang memuat mengenai informasi ataupun pengetahuan.
Secara umum, teks eksposisi sendiri mempunyai tujuan untuk dapat memberikan penjelasan ataupun uraian tentang suatu ide, pokok pikiran, pendapat, informasi, ataupun pengetahuan kepada para pembaca tanpa adanya maksud untuk memengaruhi.
Hal ini yang membuat tujuan dari teks eksposisi yaitu untuk memberitahukan informasi ataupun pengetahuan berdasarkan fakta, yang sesuai dengan adanya sudut pandangan tertentu.
Dalam membuat sebuah teks eksposisi, seringkali ditujukan dalam membahas isu-isu yang terdapat di masyarakat, seperti Covid-19, isu mengenai pendidikan, isu mengenai ekonomi, dan juga sebagainya.
Dengan ditulisnya sebuah teks eksposisi, maka pembaca akan bisa mempunyai sudut pandang secara lebih luas di dalam menanggapi isu-isu yang hangat di tengah masyarakat.
Selain itu, teks eksposisi pada dasarnya mempunyai bentuk seperti sebuah retorika, yang mana bisa digunakan dalam menjelaskan mengenai uraian ilmu pengetahuan, sekaligus untuk menjawab berbagai macam pertanyaan.
Oleh sebab itu, sebagian besar teks di dalam buku pelajaran ataupun ensiklopedia, pada konsepnya adalah bentuk pengembangan dari teks eksposisi.
Hal itu bisa dilihat pada teks lainnya, seperti berita, esai, prosedur, dan juga laporan.
Unsur-Unsur Teks Eksposisi
1. Memiliki Gagasan
Unsur yang pertama dari sebuah teks eksposisi, yakni teks yang akan mengandung sebuah gagasan.
Teks eksposisi sendiri mempunyai berbagai gagasan, seperti penilaian, komentar, serta saran dari penulis terkait pada suatu topik yang sedang dibahas.
Berbagai gagasan di dalam teks eksposisi, bisa mengajak pembaca untuk dapat ikut dalam menanggapi masalah yang sedang dibahas oleh penulis.
2. Mengandung Fakta
Unsur kedua dari sebuah teks eksposisi, yaitu mengandung fakta yang sebenarnya.
Sebagai teks nonfiksi, maka akan menyajikan sebuah informasi hingga gagasan dengan sesuai fakta yang sungguh-sungguh terjadi.
Fakta di dalam teks eksposisi seringkali berbentuk informasi, misalnya seperti waktu, tanggal, tempat peristiwa, dan juga pernyataan yang bisa dibuktikan kebenarannya.
Pada akhirnya, fakta akan semakin membuat gagasan dari seorang penulis untuk menjadi lebih kuat, sehingga bisa menguatkan keyakinan dari pembaca terhadap gagasan ataupun masalah tertentu.
Ciri-Ciri Teks Eksposisi
1. Memberikan Informasi atau Pengetahuan
Seperti yang telah dijelaskan pada sebelumnya jika teks eksposisi bukanlah sebuah teks fiksi, namun berisikan mengenai teks nonfiksi.
Oleh karena itu, teks eksposisi pada umumnya akan berisikan mengenai informasi ataupun pengetahuan.
Informasi yang diperoleh dari teks eksposisi, dapat menambahkan pada wawasan seseorang (sebagai pembaca) serta menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari.
2. Menggunakan Bahasa yang Baku
Dikarenakan termasuk sebagai teks nonfiksi serta isinya berbentuk informasi ataupun pengetahuan, maka penulisan dari teks eksposisi harus menggunakan bahasa yang baku.
Dalam hal ini, bahasa baku yang dimaksud, yakni seperti kata-kata yang sejalan dengan KBBI, kalimat yang sejalan dengan PUEBI, dan lain sebagainya.
3. Berisi tentang Sebuah Fakta
Teks eksposisi berisikan mengenai sebuah fakta yang seringkali didukung dengan berbagai data-data yang akurat, sehingga keasliannya pun dapat dipertanggungjawabkan.
Oleh karena itu, ketika ingin menulis sebuah teks eksposisi yang baik, maka dibutuhkan untuk mencari sumber-sumber data yang sangat akurat supaya tidak terjadi kesalahan.
4. Format Penulisannya Singkat, Jelas, dan Padat
Ciri dari teks eksposisi yang selanjutnya yaitu format dari penulisannya yang singkat, jelas, dan juga padat.
Dengan bentuk format penulisan yang seperti itu, maka pembaca pun akan dengan mudah untuk menerima informasi ataupun pengetahuan, yang terdapat di dalam teks eksposisi.
5. Bersifat Objektif dan Tidak Memihak
Ciri-ciri yang terakhir dari teks eksposisi, yaitu teks eksposisi harus memiliki sifat objektif serta tidak memihak pada salah satu pihak ataupun beberapa kepentingan saja.
Jadi, untuk seorang penulis teks eksposisi harus dapat memastikan bila setiap menulis teks eksposisi harus berdasarkan pada fakta.
Struktur Teks Eksposisi
1. Tesis
Bagian ini merupakan bagian yang pertama, dan sekaligus sebagai pembuka dari sebuah teks eksposisi.
Tesis sendiri bisa dipahami sebagai bagian yang mempunyai fungsi, untuk dapat menyajikan pengenalan isu, masalah, gagasan utama, hingga dalam pandangan penulis secara umum, yang terkait dengan topik ataupun masalah yang sedang dibahas.
Tesis juga dapat dikatakan juga sebagai bentuk pernyataan pendapat. Sebelum memulai dalam menulis teks eksposisi, penulis harus menentukan pada tujuan dari teks eksposisi dengan terlebih dahulu.
2. Rangkaian Argumen
Bagian yang kedua dari struktur teks eksposisi yaitu pada rangkaian argumen.
Setelah tesis mengenalkan pada suatu isu ataupun masalah yang baru hangat dibahas oleh banyak orang, teks eksposisi akan dilanjutkan dengan membuat rangkaian argumen.
Rangkain argumen ini bisa dipahami sebagai pendapat denga berbentuk alasan yang logis, informasi sesuai dengan hasil temuan, fakta yang sedang terjadi, sampai dengan pernyataan dari para ahli.
Jadi, tidak heran apabila pada bagian ini, kamu akan bisa banyak menemukan pendapat sebagai bagian penjelasan terhadap tesis yang telah dijelaskan sebelumnya.
3. Penegasan Ulang
Bagian yang terakhir dari struktur teks eksposisi, yakni penegasan ulang.
Setelah penulis selesai menyampaikan isu ataupun masalah serta telah didukung dengan berbagai alasan ataupun pendapat yang sesuai fakta, berikutnya akan disajikan sebuah penutup atau simpulan.
Tujuan dari penegasan ulang sendiri, yaitu untuk dapat memberikan penegasan terhadap sebuah pendapat awal, sekaligus untuk menyajikan simpulan serta saran terhadap keseluruhan dari masalah yang dibahas.
Jenis-Jenis Teks Eksposisi
1. Eksposisi Definisi
Teks eksposisi definisi adalah teks eksposisi yang bertujuan dalam mengungkapkan pengertian ataupun definisi dari suatu topik.
2. Eksposisi Proses
Teks eksposisi proses sebenarnya merupakan teks yang berisikan beberapa tahap ataupun cara dalam menghasilkan sesuatu dari awal sampai akhir.
3. Eksposisi Ilustrasi
Teks eksposisi ilustrasi merupakan sebuah teks eksposisi yang memiliki tujuan dalam memberikan gambaran secara lebih sederhana antara satu topik dengan topik yang lain.
Teks jenis ini seringkali akan menjelaskan kesamaan ataupun kemiripan sifat dari suatu topik yang sedang dibahas.
4. Eksposisi Pertentangan
Teks eksposisi pertentangan bisa dapat dipahami sebagai bentuk teks yang berisikan beberapa hal pertentangan, dari hal yang satu dengan hal yang lainnya.
5. Eksposisi Laporan
Teks eksposisi laporan adalah bentuk teks eksposisi yang mempunyai tujuan untuk dapat menyajikan suatu laporan dari sebuah peristiwa ataupun pada objek tertentu.
6. Eksposisi Perbandingan
Teks eksposisi perbandingan merupakan sebuah teks yang berisikan ide serta gagasan utama untuk dapat dibandingkan antara hal yang satu dan dengan hal yang lain.
Cara Membuat Teks Eksposisi
1. Tentukan Tema
Pertama, kamu harus menentukan tema saat ingin membuat sebuah teks eksposisi.
Dengan adanya tema, maka arah dari tulisan akan menjadi dengan lebih jelas, sehingga tulisan pesan dari teks eksposisi dapat dibaca serta disimak secara baik oleh pembaca.
2. Kumpulkan Sumber Untuk Bahan Tulisan
Kedua, kumpulkan sumber yang dapat berasal dari sebuah buku ataupun artikel yang dapat dijumpai di internet.
Akan menjadi lebih bagus lagi, terlebih lagi bila dalam menulis sebuah teks eksposisi diberikan sumber yang berupa data terbaru dari suatu peristiwa, seperti keberadaan virus covid-19.
Dengan adanya sebuah sumber, maka tulisan eksposisi akan bisa membuat para pembaca mengetahui lebih banyak mengenai sebuah informasi.
3. Buat Kerangka Tulisan
Setelah menentukan tema serta mengumpulkan berbagai sumber, maka langkah yang selanjutnya yaitu membuat sebuah kerangka tulisan.
Dengan adanya kerangka tulisan, maka kamu akan dapat mengetahui hal-hal apa saja yang perlu untuk ditulis di dalam teks eksposisi.
4. Kembangkan Kerangka Tulisan
Terakhir, kerangka tulisan yang sudah dibuat, kemudian akan dikembangkan kembali supaya tulisan dari teks eksposisi mempunyai banyak informasi.
Selain itu, dengan adanya pengembangan ini, teks eksposisi akan menjadi lebih terstruktur, sehingga pada saat membacanya tidak menjadi bingung.
Contoh Teks Eksposisi untuk Menyampaikan Kritik Sosial
1. Contoh Teks Eksposisi Mengenai Hutan
Nasib Hutan Indonesia Semakin Suram
Tesis:
Bila Pemerintah tidak cepat untuk bertindak dalam waktu sepuluh tahun mendatang, hutan di Sumatra akan musnah. Hilangnya hutan Sumatra akan diikuti juga oleh musnahnya hutan di Kalimantan.
Rangkaian Argumen:
Pengelolaan hutan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda untuk perbaikan, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebaliknya, kecenderungannya justru kian memburuk. Kebakaran hutan masih saja terus terjadi, hingga penebangan liar yang kian meningkat.
Diperburuk lagi dengan adanya rencana pembukaan lahan hutan lindung untuk pertambangan. Keadaan tersebut jelas akan menambah suramnya nasib hutan.
Keterpurukan pada sektor kehutanan, bersumber dari sistem pengelolaan yang telah didominasi oleh pemerintah pusat serta mengesampingkan keberadaan dari masyarakat lokal.
Adanya konflik-konflik semacam konflik dengan antar masyarakat lokal, masyarakat lokal dengan perusahaan, ataupun antara masyarakat lokal dengan pemerintah, kian memperburuk kondisi dari kehutanan di Indonesia.
Selain itu, lemahnya penegakan hukum juga menyebabkan semakin parahnya kerusakan pada hutan. Kerusakan hutan sudah mencapai kurang lebih sekitar dua juta hektar per tahunnya.
Hal ini berarti setiap menitnya, Indonesia telah kehilangan hutan dengan seluas tiga hektar atau sama saja dengan enam kali luas dari lapangan sepak bola.
Namun, kenyataan di lapangan justru terlihat sebaliknya. Beberapa hal justru semakin mempercepat laju dari kerusakan hutan di Indonesia, yang hampir dua kali lipat.
Penyebabnya, antara lain, terdapat tekanan masyarakat akibat sebuah krisis ekonomi. Kondisi yang demikian mengakibatkan merajalelanya tindakan penebangan liar.
Sebelum itu, kondisi hutan di Indonesia benar-benar sangat memprihatinkan. Dalam kurun waktu selama lima puluh tahun, hutan alam di Indonesia telah mengalami penurunan dengan luas sebesar 64 juta hektare.
Pembukaan hutan alam di wilayah dataran rendah, di Sulawesi, sudah memusnahkan beragam keanekaragaman hayati. Berjuta-juta spesies flora serta fauna telah musnah dengan percuma.
Pembukaan lahan dengan cara melakukan membakar hutan, kian menambah masalah kerusakan pada hutan. Munculnya El Nino juga semakin memperburuk kondisi dari hutan.
Selama bulan Januari hingga Oktober, 45% dari keseluruhan dari titik kebakaran terkonsentrasi di kawasan Provinsi Riau. Kemudian, pada bulan Oktober telah terjadi kenaikan pada jumlah titik kebakaran yang cukup signifikan di kawasan Provinsi Riau, Sumatra Barat, serta Jambi.
Di Pulau Sumatra berdasarkan pada titik kebakaran terjadi di hutan rawa gambut yakni sebanyak 49%, alang-alang sebanyak 13%, hutan dataran rendah sebanyak 10%, permukiman ataupun pertanian masyarakat sebanyak 10%, perkebunan sebanyak 8%, serta sisanya rawa (non gambut).
Kebakaran hutan juga memberikan kerugian yang tidak sedikit. Tahun 1997 diperkirakan kerugiannya dapat mencapai $3 hingga $4,4 miliar atau sekitar Rp2 hingga 4 triliun.
Penegasan Ulang:
Rupanya kedua masalah itu juga belum cukup. Pemerintah semakin menambah masalah lagi dengan adanya rencana pembukaan kawasan hutan lindung, untuk dijadikan areal pertambangan. Kebijakan tersebut jelas kian menyempurnakan derita dari hutan di Indonesia.
2. Contoh Teks Eksposisi Mengenai Bencana Lingkungan
Pembangunan Serta Bencana Lingkungan
Tesis:
Bumi masa ini sedang menghadapi beragam masalah lingkungan yang cukup serius. Enam dari masalah lingkungan utama tersebut seperti ledakan jumlah penduduk, penipisan sumber daya alam, perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan serta hewan, kerusakan habitat alam, hingga peningkatan polusi serta kemiskinan.
Dari adanya hal tersebut, bisa dibayangkan betapa besar bentuk kerusakan alam yang telah terjadi sebab jumlah populasi yang sangat besar, konsumsi pada sumber daya alam serta polusi yang meningkat, sedangkan untuk teknologi saat ini belum bisa menyelesaikan segala permasalahan tersebut.
Rangkaian Argumen:
Para ahli telah menyimpulkan bila masalah tersebut disebabkan dengan adanya praktik pembangunan yang tidak pernah memperhatikan kelestarian alam, atau dinamakan sebagai pembangunan yang tidak berkelanjutan.
Seharusnya, konsep dari pembangunan yaitu demi memenuhi kebutuhan manusia sekarang ini, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan pada generasi mendatang dalam upaya memenuhi kebutuhannya.
Penerapan konsep pembangunan yang berkelanjutan pada sekarang ini, ternyata masih jauh dari harapan. Kesulitan dalam penerapannya terutama terjadi pada negara berkembang, salah satunya yaitu Indonesia.
Sebagai contoh, setiap tahunnya di Negara Indonesia diperkirakan telah terjadi penebangan hutan yang seluas 3.180.243 ha (atau seluas 50 kali dari luas kota Jakarta).
Hal ini juga diikuti dengan punahnya beragam flora serta fauna langka. Kenyataan ini pun sangat jelas menggambarkan proses kehancuran alam yang terjadi sekarang ini, yang diikuti juga dengan bencana bagi manusia.
Pada tahun 2005 sampai dengan 2006, tercatat sudah terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi, serta 13 bencana tsunami.
Bencana longsor serta banjir tersebut, diakibatkan oleh perusakan hutan serta pembangunan yang mengabaikan pada kondisi alam.
Bencana alam lainnya yang menimbulkan jumlah korban banyak sekali terjadi, sebab adanya praktik pembangunan yang telah dilakukan tanpa memperhatikan pada potensi bencana.
Misalnya, banjir yang sudah terjadi di Jakarta pada bulan Februari 2007, bisa dipahami sebagai dampak atas pembangunan kota yang mengabaikan bentuk pelestarian lingkungan.
Menurut tim ahli dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, penyebab utama dari banjir di Jakarta yaitu pembangunan kota yang mengabaikan pada fungsi daerah resapan air dan juga tampungan air.
Hal ini kian diperparah dengan adanya saluran drainase kota yang ternyata tidak terencana serta tidak terawat, dan tumpukan sampah hingga limbah di sungai. Akhirnya, debit dari air hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya bencana banjir yang kian tidak terelakkan.
Penegasan Ulang:
Masalah lingkungan di atas adalah masalah serius yang memang harus segera diatasi.
Walaupun tidak mungkin untuk mengatasi keenam masalah utama dari lingkungan tersebut, setidaknya harus dicari berbagai solusi untuk dapat mencegah bertambah buruknya kondisi dari bumi.
Pelajar
Itu tadi pembahasan mengenai contoh teks eksposisi untuk menyampaikan kritik sosial.
Semoga artikel di atas dapat membantu kamu dalam memahami lebih detail mengenai teks eksposisi yang disertai contohnya.
Kamu bisa juga berlatih untuk membuat teks eksposisi, sebab bentuk dari teks eksposisi ini cukup mudah untuk dipahami. Kamu pun bisa berpendapat dengan menuangkan data pada hasil tulisanmu.
Demikian pembahasan mengenai contoh teks eksposisi untuk menyampaikan kritik sosial. Kamu dapat membaca artikel lainnya tentang contoh teks atau kebahasaan pada kolom yang tersedia di Mamikos.
Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:
Kost Dekat UGM Jogja
Kost Dekat UNPAD Jatinangor
Kost Dekat UNDIP Semarang
Kost Dekat UI Depok
Kost Dekat UB Malang
Kost Dekat Unnes Semarang
Kost Dekat UMY Jogja
Kost Dekat UNY Jogja
Kost Dekat UNS Solo
Kost Dekat ITB Bandung
Kost Dekat UMS Solo
Kost Dekat ITS Surabaya




