8 Contoh Teks Nonfiksi Pendek beserta Strukturnya dan Ciri-cirinya Lengkap
Pahami contoh teks non fiksi pendek beserta struktur dan ciri-cirinya berikut ini.
Contoh Teks Nonfiksi
Kamu bisa membuat teks nonfiksi berbekal data-data yang ada di sekitar. Dengan mengambil referensi dari buku atau artikel, kamu sudah bisa mengembangkan teks nonfiksi tersebut, sehingga lebih menarik.
Gunakan contoh teks nonfiksi berikut ini sebagai referensi pembuatan tulisan.
1. Contoh Teks Nonfiksi Sains
Bekicot merupakan hewan bertubuh lunak yang masuk ke dalam kelas Mollusca. Hidup di tempat lembab, bekicot sebenarnya aktif pada malam hari sehingga dikategorikan sebagai hewan nokturnal.
Hewan yang memiliki cangkang untuk bersembunyi ini mudah ditemukan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung dan di tempat lembab.
Faktanya, hewan dengan nama ilmiah Achatina fulica ini berasal dari Afrika meskipun biasa kita temukan di sekitar rumah. Perkembangbiakan bekicot sangat cepat.
Bahkan, seekor bekicot dapat mengeluarkan hingga 500 butir telur. Nantinya telur-telur tersebut menjadi siput kecil yang mandiri.
2. Contoh Teks Nonfiksi tentang Peristiwa Teluk Minamata
Tragedi mengerikan yang disebabkan bahan kimia merkuri pernah terjadi di Kota Minamata, Jepang. Kejadian yang berlangsung tahun 1958 tersebut memakan banyak korban.
Kejadian ini disebabkan pembuangan limbah kimia oleh PT Chisso di Teluk Minamata.
Akibatnya, ikan di teluk tersebut juga terkena dampak pencemaran. Selain itu, warga sekitar juga mengalami cacat fisik hingga penyakit aneh.
Pemerintah Jepang mengungkapkan lebih dari 1700 orang meninggal pada peristiwa Teluk Minamata.
Berdasarkan hipotesis, budaya masyarakat Jepang yang mengonsumsi ikan laut turut meningkatkan jumlah korban.
Selain itu, ratusan ribu warga mengalami gangguan saraf, kanker, hingga lumpuh.
3. Contoh Teks Nonfiksi tentang Kerusakan Lingkungan
Kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini semakin banyak. Misalnya saja kerusakan ekosistem yang disebabkan pencemaran air.
Penyebab pencemaran tersebut adalah aktivitas manusia yang menggunakan plastik sekali pakai serta styrofoam.
Styrofoam sebagai salah satu bahan pembungkus makanan ternyata tidak dapat diuraikan lingkungan.
Sekalipun sudah dibuang dan dipotong hingga berukuran kecil dan hancur menjadi partikel yang ukurannya lebih kecil, styrofoam tetap bisa mencemari lingkungan sekitarnya.
Jika hanyut terbawa air, partikel kecil styrofoam berupa mikroplastik dapat tertelan dan mengakibatkan gangguan kesehatan.
Halaman:

