Contoh Teks Persuasif Tentang Rokok dan Narkoba beserta Struktur Lengkapnya
Dalam artikel kali ini, Mamikos akan memberikan contoh teks persuasif tentang rokok dan narkoba beserta struktur lengkapnya.
1. Pembuka
Bagian pertama dari sebuah teks persuasif adalah pembuka. Biasanya, pada bagian ini, kamu akan memperkenalkan atau membuka topik yang hendak dibahas.
Contoh:
Pemerintah seharusnya membuat peraturan yang lebih ketat tentang merokok di tempat umum, sebab hal tersebut sangat berbahaya.
2. Argumen
Setelah paragraf pembuka yang berisi pengenalan terhadap topik yang hendak kamu bahas, selanjutnya kamu bisa mulai memaparkan argumentasi dari topik tersebut.
Contoh:
Rokok sendiri sudah memberikan banyak kerugian bagi orang yang mengonsumsinya. Ditambah lagi, abu, asap dan puntung rokok sangat merugikan bagi masyarakat dan alam sekitar.
3. Fakta dan Data
Setelah memberikan argumentasi, segera tuliskan fakta-fakta dan data-data terkait topik yang kamu pilih.
Contoh:
Menurut Central for Diseases Control and Prevention (CDC), merokok dapat merusak berbagai macam organ tubuh manusia, seperti jantung, hati, paru-paru, telinga dan mata.
Ketika rokok merusak organ-organ tubuh ini, maka terciptalah penyakit-penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, penyakit hati, penyakit paru-paru, kehilangan pendengaran dan kehilangan penglihatan.
4. Persuasi
Setelah memaparkan seluruh data dan fakta yang kamu temukan terkait topik tersebut, saatnya untuk menyajikan kalimat persuasif dengan menggunakan kata-kata imperatif.
Contoh:
Ayo, tegakkan peraturan yang lebih ketat mengenai merokok di tempat umum! Jaga tubuhmu dan lingkungan sekitar dari ancaman rokok!
Contoh Teks Persuasif Tentang Rokok dan Narkoba
Apakah kamu sudah memahami teks persuasif beserta struktur lengkapnya? Jika sudah, mari kita membahas contoh teks persuasif tentang rokok dan narkoba sebagai berikut.
Contoh 1

Pemerintah seharusnya membuat peraturan yang lebih ketat tentang merokok di tempat umum, sebab hal tersebut sangat berbahaya.
Rokok sendiri sudah memberikan banyak kerugian bagi orang yang mengonsumsinya. Ditambah lagi, abu, asap dan puntung rokok sangat merugikan bagi masyarakat dan alam sekitar.
Menurut Central for Diseases Control and Prevention (CDC), merokok dapat merusak berbagai macam organ tubuh manusia, seperti jantung, hati, paru-paru, telinga dan mata.
Ketika rokok merusak organ-organ tubuh ini, maka terciptalah penyakit-penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, penyakit hati, penyakit paru-paru, kehilangan pendengaran dan kehilangan penglihatan.
Semua penyakit ini tidak hanya dapat terjadi pada perokok aktif saja, tapi juga dapat terjadi pada perokok pasif.
Perokok pasif adalah orang-orang yang bukan perokok tapi menghirup asap rokok atau mendapat kerugian lainnya dari rokok.
Menurut data dari Kampanye Tobacco Free Kids, sekitar 51,3% orang dewasa di Indonesia terekspos asap rokok di tempat kerja mereka.
Sementara itu, 85,4% terekspos asap rokok saat mereka berada di restoran, kendaraan umum dan tempat-tempat publik lainnya.
Bahkan, menurut data dari Southeast Asia Tobacco Control Alliance, sekitar 890.000 orang yang bukan perokok meninggal setiap tahunnya.
Maka dari itu, pemerintah seharusnya membuat peraturan yang lebih ketat terkait merokok di ruang publik.
Selain merugikan diri sendiri, hal ini juga bisa merugikan orang lain dan juga alam sekitar.
Ayo, dukung menegakkan peraturan yang lebih ketat mengenai merokok di tempat umum! Agar tubuhmu, tubuh orang lain dan lingkungan sekitar selalu terjaga dari ancaman rokok.
Halaman:

