11 Contoh Tembang Macapat Lan Paugerane yang Baik dan Benar
Pada artikel ini akan dijelaskan tentang paugeran apa saja yang ada di dalam tembang macapat. Jadi simak artikel ini baik-baik, ya!
Tembang macapat merupakan salah satu genre sastra Jawa baru yang penulisan atau penciptaannya terikat dengan aturan-aturan tertentu.
Nah, aturan inilah yang dinamakan paugeran. Di dalam penciptaan tembang macapat ada tiga jenis paugeran yang tidak boleh dilanggar.
Sebab, apabila sampai dilanggar tembang yang dibuat tidak bisa disebut sebagai tembang macapat. Yuk, simak ulasan lengkap mengenai contoh tembang macapat lan paugerane berikut! 📖😊✨
Daftar Isi
Tiga Paugeran Tembang Macapat

Berikut ini tiga paugeran tembang macapat:
- Guru gatra, yaitu jumlah jumlah baris dalam satu bait tembang macapat.
- Guru lagu, yaitu jatuhnya suara terakhir pada setiap baris tembang macapat
- Guru wilangan, yaitu jumlah suku kata dalam satu baris tembang macapat
Selain paugeran yang terdiri dari guru gatra, guru lagu, dan guru wilanga, pada tembang macapat ada dua istilah lain, yakni cakepan dan titi laras.
Cakepan dapat dimaknai dengan isi atau lirik lagu. Sementara, titi laras adalah not yang dipakai untuk iringan tembang macapat. Ada dua jenis titi laras yakni laras pelog dan laras slendro.
Tentang berapa jumlah pasti dari tembang macapat hingga kini masih menjadi perdebatan para ahli dan pemerhati sastra Jawa. Namun, sejauh ini yang umum diketahui khlayak ramai.
Jumlah tembang macapat adalah 11 macam dan masing-masing macam dari tembang macapat ini memiliki paugeran yang berbeda-beda.
Fungsi Paugeran dalam Tembang Macapat
Paugeran dalam tembang macapat bukan sekadar aturan teknis, tetapi menjadi fondasi utama yang menentukan keindahan dan keabsahan sebuah tembang.
Tanpa mengikuti guru gatra, guru wilangan, dan guru lagu dengan benar, sebuah karya tidak dapat disebut sebagai tembang macapat. Paugeran berfungsi menjaga keteraturan irama, kejelasan bunyi, serta keharmonisan antara lirik dan nada agar tembang nyaman didengar dan mudah dihafalkan.
Peran Cakepan dan Titi Laras dalam Tembang Macapat
Selain paugeran utama, cakepan dan titi laras memiliki peran penting dalam menyempurnakan tembang macapat. Cakepan menentukan isi pesan, nilai moral, nasihat, atau cerita yang ingin disampaikan melalui tembang.
Sementara itu, titi laras berfungsi mengatur tinggi rendahnya nada agar selaras dengan suasana isi tembang. Penggunaan laras pelog biasanya memberi kesan sakral, sedangkan laras slendro cenderung terasa lebih ringan dan mengalir.
Keunikan 11 Jenis Tembang Macapat
Sebelas jenis tembang macapat seperti Maskumambang, Mijil, Sinom, Kinanthi, Asmaradana, Gambuh, Dhandhanggula, Durma, Pangkur, Megatruh, dan Pocung memiliki ciri khas watak dan fungsi masing-masing.
Ada yang digunakan untuk menggambarkan fase kehidupan manusia, ada pula yang berfungsi sebagai sarana nasihat, pendidikan, hingga refleksi kehidupan. Inilah yang membuat tembang macapat tidak hanya bernilai seni, tetapi juga kaya makna filosofis.
11 Macam Tembang Macapat beserta Paugeran dan Artinya
Berikut ini ada 11 contoh tembang macapat lan paugerane.
1. Tembang Maskumambang
Maskumambang merupakan tembang dengan watak sengsara, kesedihan, dan nestapa. Secara filosofi, maskumambang memberikan gambaran keadaan manusia ketika berada di dalam kandungan ibunya.
Contoh
Nadyan silih bapa biyung kaki nini
sadulur myang sanak
kalamun muruk tan becik
nora pantes yen den nuta
Paugeran Tembang Maskumambang
Tembang maskumambang memiliki paugeran sebagai berikut.
Guru Gatra
Jumlah gatra dalam tembang maskumbang adalah empat
Guru Lagu
Gatra 1 = i
Gatra 2 = a
Gatra 3 = i
Gatra 4:Â = a
Guru Wilangan
Gatra 1 =Â 12 kata
Gatra 2 = 6 kata
Gatra 3 = 8 kata
Gatra 4 = 8 kata
2. Tembang Mijil
Mijil adalah tembang yang menempati urutan kedua dari kesebelas tembang macapat.
Tembang mijil memiliki watak sedih, tertarik (cinta) dan benar-benar tergila serta rasa perihatin.
Mijil memberikan gambaran tentang peristiwa kelahiran bayi manusia.
Apabila dilihat dari arti mijil sendiri dalam kamus bahasa Jawa memiliki persamaan makna dengan kata mbrojol dan mencolot yang artinya muncul/keluar.
Contoh
Poma kaki padha dipun eling
ing pituturingong
sira uga satriya arane
Kudu anteng jatmika ing budi
Luruh sarta wasis
samubarang tanduk
Paugeran Tembang Mijil
Tembang mijil memiliki paugeran sebagai berikut.
Guru Gatra
Tembang mijil memiliki jumlah gatra sebanyak enam
Guru Lagu
Gatra 1 = i
Gatra 2 = o
Gatra 3 = e
Gatra 4 = i
Gatra 5 = i
Gatra 6 = o
Guru Wilangan
Gatra 1 = 10 kata
Gatra 2 = 6 kata
Gatra 3 = 10 kata
Gatra 4 = 10 kata
Gatra 5 = 6 kata
Gatra 6 = 6 kata
Halaman:



