Advertisement
Source : kuliahdimana.id

6 Daftar Nama Pahlawan sebelum Tahun 1908, Siapa Saja?

Untuk ulasan dan penjelasan nama-nama pahlawan sebelum tahun 1908 dapat kamu simak secara saksama pada artikel terbaru Mamikos berikut ini.

26 November 2023 Nana

3. Kapitan Pattimura (1783 – 1817)

Nama pahlawan sebelum tahun 1908 berikutnya adalah Thomas Mattulessy atau dikenal pula dengan Kapitan Pattimura.

Kapitan Pattimura adalah pahlawan yang berasal dari Maluku. Kapitan Pattimura dilahirkan di Maluku tepatnya pada tanggal 8 Juni 1783.

Ia merupakan putra dari Antoni Mattulessy. Sedangkan kakeknya, yaitu Kasimiliali Pattimura Mattulessy, putra raja Sahulau (negeri di teluk Seram).

Inggris yang menduduki Ambon menyerahkan kekuasaan kepada Belanda pada tahun 1816. Sebagai pemegang kekuasaan yang baru, Belanda menetapkan berbagai kebijakan baru.

Di antaranya menetapkan politik monopoli, pajak atas tanah, dan juga mengabaikan Traktat London I. Kebijakan tersebut sangatlah merugikan rakyat.

Pada tahun 1817, Belanda kembali datang dan mendapat pertentangan dari rakyat. Karena hal tersebut, rakyat kemudian angkat senjata dan melakukan perlawanan terhadap Belanda.

Yang terlibat dalam perlawanan tersebut antara lain para raja patih, kapitan, tetua adat, hingga rakyat. Mereka mengangkat Kapitan Pattimura sebagai pemimpin serta panglima perang.

Hal tersebut tidak lain karena pengalaman, jiwa kepemimpinan serta sifat kesatrianya. Sebagai pemimpin, Kapitan Pattimura berhasil mengkoordinir semua pasukannya.

Bahkan, ia juga berhasil menjalin persatuan dengan Kerajaan Ternate dan Tidore, raja-raja Bali, Sulawesi, hingga Jawa sehingga perlawanan hingga ke level nasional.

Namun,pertempuran melawan Belanda akhirnya terhenti akibat politik adu domba. Kapitan Pattimura dan tokoh pejuang lain akhirnya ditangkap.

Mereka gugur di tiang gantungan pada 16 Desember 1817. Kapitan Pattimura gugur di usianya yang masih terbilang muda, yakni 34 tahun.

8 Upaya untuk Mengisi Kemerdekaan Indonesia bagi Pelajar yang Baik

4. Tuanku Imam Bonjol (1772 – 1864)

Tuanku Imam Bonjol dilahirkan dengan nama Muhammad Syahab pada tanggal 1 Januari 1772 di Bonjol, Luhak Agam, Pagaruyung.

Muhammad Syahab sendiri merupakan seorang ulama sehingga mendapatkan beberapa gelar. Gelarnya antara lain Peto Syarif, Malin Basa, dan Tuanku Imam.

Muhammad Syahab ditunjuk oleh Tuanku nan Renceh menjadi pemimpin (imam) bagi masyarakat Padri di Bonjol. Sehingga, ia pada akhirnya dikenal Tuanku Imam Bonjol.

Tuanku Imam Bonjol adalah nama pahlawan sebelum tahun 1908 yang berperan penting dalam perang Padri. Perang ini menyimpan memori kelam bangsa.

Perang Padri (1803-1821) adalah pertempuran antara sesama masyarakat Minang, Mandailing, dan Batak.

Halaman:

Advertisement