Memahami Gaya Antarmolekul dalam Kimia beserta Contohnya Lengkap

Memahami Gaya Antarmolekul dalam Kimia beserta Contohnya Lengkap – Gaya antarmolekul adalah konsep penting dalam kimia yang mempengaruhi sifat-sifat materi sehari-hari yang kita temui.

Saat kita memegang sebuah gelas air atau mengamati kristal garam, gaya antarmolekullah yang menjelaskan mengapa benda-benda ini memiliki bentuk dan sifat-sifat unik.

Dalam artikel ini, Mamikos akan menjelajahi apa itu gaya antarmolekul, mengapa mereka penting, dan bagaimana mereka memengaruhi dunia sekitar kita. Jadi, mari kita mulai memahami dunia kimia yang menarik ini!

Interaksi Antarmolekul

unsplash.com/vlisidis

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemui berbagai jenis bahan yang terdiri dari molekul dan berada dalam bentuk berbeda.

Ketika suhu tinggi dan tekanan rendah, seperti saat kita memasak air, molekul-molekul dalam bahan tersebut biasanya berada sangat terpisah, tanpa saling menarik satu sama lain.

Tapi, ketika suhu lebih rendah dan tekanan lebih tinggi, seperti saat embun terbentuk di kaca yang dingin, ada gaya tarik antarmolekul yang bekerja. Gaya tarik antarmolekul ini yang membuat gas bisa berubah menjadi cair.

Ketika molekul-molekul berada dalam bahan cair atau padat, mereka saling tertarik satu sama lain melalui gaya tarik-menarik antarmolekul.

Oleh karena itu, ketika kita ingin mencairkan bahan padat atau mengubah bahan cair menjadi gas, kita perlu memberikan energi tambahan untuk mengatasi gaya tarik-menarik antarmolekul ini.

Semakin kuat gaya tarik antarmolekulnya, semakin besar energi yang dibutuhkan, dan itulah yang membuat titik leleh atau titik didihnya menjadi lebih tinggi.

Dari sini, dapat disimpulkan bahwa ide tentang bagaimana molekul saling berinteraksi seringkali berperan penting dalam hal-hal sehari-hari.

Gaya tarik-menarik antarmolekul juga bisa mempengaruhi bagaimana sifat fisik molekul tersebut, seperti kapan mereka mulai mendidih, kapan mereka mulai meleleh, seberapa padat mereka, serta berapa banyak energi yang diperlukan untuk meleburkannya atau mengubahnya menjadi gas.

Jenis-jenis Gaya Antarmolekul

1. Gaya Van Der Waals

Gaya Van Der Waals adalah salah satu jenis tarikan antarmolekul. Ini muncul karena dua jenis tarikan antarmolekul, yaitu gaya London dan gaya antardipol-dipol.

Yang menariknya, gaya Van Der Waals bisa terjadi pada molekul yang tak bermuatan (nonpolar) maupun molekul yang bermuatan (polar).

Johannes Van der Waals pertama kali mengusulkan konsep gaya ini. Teori ini muncul karena pada zaman beliau teori ini sangat penting dalam menjelaskan perilaku zat-zat dalam bentuk gas.

Gaya ini terjadi karena tarikan antara inti atom dan elektron atom lain, yang juga disebut gaya tarik elektrostatis (gaya coulomb). Biasanya, ini terjadi pada senyawa-senyawa yang memiliki muatan (polar).

Bagi molekul yang tak bermuatan (nonpolar), gaya Van der Waals timbul karena adanya sementara dipol-dipol atau gaya London.

Gaya Van der Waals berperan ketika molekul-molekul berada sangat dekat satu sama lain, tetapi mereka tidak membentuk ikatan kimia.

Ada setidaknya tiga jenis gaya antarmolekul yang berperan dalam gaya Van Der Waals, yaitu gaya orientasi, gaya imbas, dan gaya dispersi.

2. Gaya London

Gaya London adalah jenis tarikan yang lemah antara atom atau molekul yang timbul karena pergerakan acak elektron di sekitar atom-atom tersebut.

Ketika elektron bergerak dengan cara yang acak di sekitar inti atom, terjadi ketidakseimbangan muatan di dalam atom.

Ini mengakibatkan pembentukan dipol sesaat, yaitu ketika ada dua ujung yang berlawanan arah dalam molekul.

Meskipun gaya ini lemah, dipol-dipol ini tetap berinteraksi satu sama lain.

Biasanya, gaya-gaya ini terutama terjadi pada molekul-molekul yang tidak memiliki muatan (nonpolar), dan ide ini pertama kali diajukan oleh Fritz London.

3. Ikatan Hidrogen

Ikatan hidrogen adalah salah satu jenis tarikan antarmolekul yang cukup kuat, meskipun tidak sekuat ikatan kovalen atau ikatan ion.

Ini terjadi ketika atom hidrogen yang sedikit negatif berikatan dengan atom-atom lain yang sedikit positif, terutama seperti fluorin, oksigen, dan nitrogen, yang memiliki daya tarik elektron yang tinggi.

Hubungan Interaksi Antarmolekul dengan Sifat Fisik Zat

Sifat-sifat fisik seperti titik lebur dan titik didih sangat dipengaruhi oleh bagaimana molekul-molekul berinteraksi satu sama lain.

Salah satu jenis interaksi yang kuat adalah ikatan hidrogen, meskipun masih lebih lemah dibandingkan dengan ikatan kovalen dan ikatan ion.

Ikatan hidrogen terjadi ketika atom hidrogen, yang cenderung positif, terikat dengan atom lain yang cenderung negatif, seperti fluorin, oksigen, dan nitrogen, yang memiliki daya tarik elektron yang tinggi.

Ketika kita melihat senyawa hidrida dari unsur-unsur golongan IVA hingga VIIA, kita bisa melihat bahwa titik didihnya meningkat ketika kita bergerak dari atas ke bawah dalam golongan ini (misalnya, dari karbon ke timah).

Ini disebabkan oleh sifat polarisabilitas dan gaya dispersi London yang cenderung meningkat seiring dengan peningkatan massa molekul.

Namun, ada pengecualian untuk senyawa seperti NH3 (amonia), H2O (air), dan HF (hidrogen flourida), di mana titik didihnya jauh lebih tinggi daripada yang diharapkan berdasarkan ukuran dan polaritas molekul.

Ini terjadi karena adanya gaya antarmolekul yang kuat yang disebut ikatan hidrogen.

Ikatan hidrogen terbentuk ketika muatan dalam molekul tidak terdistribusi secara simetris, sehingga molekul menjadi polar dengan satu ujung yang lebih positif dan satu ujung yang lebih negatif (dipol).

Molekul-molekul polar ini cenderung saling menyusun dengan ujung positif dekat dengan ujung negatif molekul di sekitarnya.

Ini menghasilkan gaya tarik-menarik yang lebih kuat, yang disebut gaya tarik dipol-dipol, dan menyebabkan zat polar memiliki titik lebur dan titik didih yang lebih tinggi daripada zat nonpolar dengan massa molekul yang serupa.

Secara umum, gaya antarmolekul, termasuk gaya dispersi (gaya London) dan gaya dipol-dipol, disebut sebagai gaya Van Der Waals.

Dalam perbandingan antara zat-zat dengan massa molekul relatif yang serupa, gaya dipol-dipol dapat menyebabkan perbedaan sifat yang cukup signifikan.

Namun, ketika kita membandingkan zat-zat dengan massa molekul relatif yang sangat berbeda, gaya dispersi menjadi faktor yang lebih penting.

Kemampuan molekul untuk sementara menjadi dipol atau mengalami polarisasi dikenal sebagai polarisabilitas. Polarisabilitas ini tergantung pada ukuran massa molekul relatif dan bentuk molekulnya.

Molekul dengan jumlah elektron yang lebih banyak lebih mudah mengalami polarisasi, dan ini berkaitan dengan besar massa molekul relatif.

Sebagai contoh, gas radon (Rn) memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada helium (He) karena Rn memiliki massa molekul relatif yang jauh lebih besar.

Selain itu, molekul dengan bentuk yang panjang lebih mudah mengalami polarisasi daripada molekul yang lebih kecil, kompak, dan simetris.

Contohnya adalah perbandingan antara normal pentana dengan neopentana, di mana normal pentana memiliki titik lebur dan titik didih yang lebih tinggi karena bentuk molekulnya lebih panjang.

Terakhir, ikatan hidrogen adalah fenomena khusus yang terjadi dalam molekul air dan memiliki peran penting dalam kehidupan makhluk hidup.

1. Ikatan Hidrogen pada Air

Ikatan hidrogen pada air adalah fenomena khusus yang memengaruhi sifat air. Dalam air, setiap molekul air dapat berikatan dengan hingga empat molekul air lainnya, membentuk susunan seperti piramida.

Ketika air membeku menjadi es, molekul-molekul air berikatan hidrogen dalam susunan yang lebih terbuka dan kaku.

Struktur ini membuat es memiliki densitas yang lebih rendah, yang berarti massa per volume yang lebih kecil dibandingkan air cair.

Ketika es meleleh, beberapa ikatan hidrogen antara molekul-molekul air putus. Akibatnya, molekul-molekul air bisa lebih dekat satu sama lain, menyebabkan densitas air meningkat seperti yang terlihat pada gambar (c).

Dalam kata lain, dalam wujud cair, ada lebih banyak molekul H2O dalam setiap satuan volume daripada dalam wujud padatnya.

Selama pemanasan air es di atas titik lebur, pemutusan ikatan hidrogen terus berlanjut, dan molekul-molekul air menyusun diri lebih rapat. Densitas air mencapai puncaknya pada suhu 3,98°C.

Di atas suhu ini, air berperilaku seperti kebanyakan zat lainnya, di mana densitasnya menurun dengan kenaikan suhu.

Sifat aneh ini dari air memainkan peran penting dalam beberapa fenomena di Bumi, seperti mengapa gunung es bisa mengapung di atas air dan mengapa pipa air bisa pecah saat beku.

Pipa air bisa pecah jika air yang beku memuai secara tiba-tiba.

Dan ketika es mengapung di atas perairan yang membeku di musim salju, itu membantu mencegah pembekuan air lebih dalam sehingga makhluk hidup di bawah permukaan air dapat bertahan hidup.

Tanpa sifat aneh ini, air akan membeku dari dasar ke permukaan, yang akan membahayakan makhluk hidup selama musim salju.

2. Ikatan Hidrogen pada Makhluk Hidup

Reaksi-reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup melibatkan senyawa-senyawa yang kompleks, seperti protein dan DNA.

Dalam reaksi-reaksi ini, ikatan tertentu harus dapat terbentuk dan terputus dengan mudah.

Ikatan hidrogen adalah jenis ikatan yang sangat berguna untuk hal ini.

Energi yang diperlukan untuk memutuskan ikatan hidrogen ini cukup tepat, tidak terlalu kuat, sehingga memungkinkan perubahan struktur molekul dengan mudah.

Energi ikatan hidrogen merupakan yang paling besar dibandingkan dengan jenis gaya antarmolekul lainnya, tetapi masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan ikatan kimia dalam molekul itu sendiri, seperti ikatan kovalen dan ikatan ionik.

Bentuk molekul protein sangat dipengaruhi oleh ikatan hidrogen. Jika ikatan-ikatan ini terputus, maka molekul protein bisa kehilangan kemampuan fungsinya.

Selain itu, ikatan hidrogen juga sangat penting dalam menjaga dua untai molekul DNA berikatan membentuk struktur heliks ganda.

Meskipun ikatan hidrogen ini tidak terlalu kuat, mereka dapat mempertahankan struktur ini, tetapi juga mudah terputus saat proses replikasi DNA terjadi selama pembelahan sel.

Contoh Penerapan Gaya Antarmolekul

1. Air Menguap: Ketika kita memasak air, panas menghasilkan energi yang cukup untuk memutuskan gaya antarmolekul dalam air. Ini membuat air berubah menjadi uap air (uap) yang kita lihat sebagai uap air di atas panci.

2. Penggunaan Sabun: Sabun membantu membersihkan kotoran dari permukaan tubuh atau benda lain.

Ini terjadi karena sabun dapat mengganggu gaya antarmolekul kotoran, sehingga mereka terlepas dari permukaan.

3. Pembentukan Embun: Ketika udara dingin bertemu dengan permukaan yang lebih hangat, air dalam udara dapat mengkondensasikan dan membentuk tetesan air, yang kita kenal sebagai embun.

Ini terjadi karena perubahan suhu memengaruhi gaya antarmolekul dalam air.

4. Pelelehan Es: Ketika kita melelehkan es, kita memberikan energi yang cukup untuk memutuskan gaya antarmolekul yang membuat es padat. Ini mengubah es menjadi air cair.

5. Pengeringan Pakaian: Ketika pakaian basah kita mengering, air dalam pakaian menguap.

Proses ini terjadi karena panas dari pengering atau sinar matahari memberikan energi yang cukup untuk memutuskan gaya antarmolekul dalam air di pakaian, sehingga air berubah menjadi uap dan hilang.

Penutup

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali tak menyadari betapa pentingnya gaya antarmolekul.

Dalam kehidupan sehari-hari, kamu dapat melihat betapa pentingnya gaya ini dalam membentuk sifat-sifat zat di sekitar, seperti membentuk es, membuat sabun efektif, atau mempengaruhi cara benda-benda berinteraksi.

Dengan pemahaman tentang gaya antarmolekul, kamu bisa lebih menghargai keajaiban dunia kimia lho. Semoga artikel gaya antarmolekul dan contohnya telah memberikan wawasan yang berguna untuk kamu.

Teruslah belajar dan eksplorasi untuk memahami lebih dalam mengenai ilmu gaya antarmolekul!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta