6 Gejala yang Menunjukkan Adanya Konflik Sosial dalam Masyarakat
Konflik sosial adalah pertentangan antara perseorangan atau kelompok dalam suatu masyarakat yang didasari oleh perbedaan-perbedaan mendasar, seperti nilai, status, dan kekuasaan.
2. Perbedaan Antar Kebudayaan
Karakter seseorang dibentuk dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Sementara, tidak semua masyarakat punya kebiasaan, nilai-nilai, dan norma-norma sosial yang sama.
Perbedaan kebiasaan, nilai-nilai dan norma sosial yang dianut oleh individu atau kelompok dapat menjadi pemicu konflik jika masing-masing pihak tidak mencoba memahami nilai dan norma satu sama lain.
3. Perbedaan Kepentingan
Faktor penyebab konflik berikutnya adalah berbedanya tingkat kebutuhan hidup. Perlu kamu pahami bahwa berbedanya tingkat kebutuhan hidup juga bisa menyebabkan perbedaan kepentingan antarindividu dan kelompok.
Perbedaan ini bisa berupa perbedaan kepentingan budaya, ekonomi, politik, dan sosial.
Contohnya, konflik yang muncul ketika pemerintah menetapkan upah minimum regional (UMR).
Mungkin ada pegawai yang merasa berhak atas kenaikan upah lebih tinggi dari yang sudah ditetapkan, sementara pemerintah merasa sudah menaikkan upah dengan layak.
4. Perbedaan Etnis
Adanya perbedaan sistem nilai dan norma sosial antara satu etnis dengan etnis lainnya dalam masyarakat multicultural juga bisa memicu konflik.
Misalnya saja, memprioritaskan etnis tertentu dalam perekrutan pegawai baru, meski masih ada etnis lainnya yang juga tinggal di daerah tersebut.
5. Perbedaan Ras
Paham rasialisme atau diskriminasi ras cenderung menjadi dasar dari timbulnya konflik rasial.
Konflik dapat terjadi akibat adanya kecemburuan sosial terhadap ras tertentu yang menjadi minoritas, namun memiliki kelebihan atau kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan ras mayoritas.
6. Perbedaan Agama
Meskipun agama cenderung tidak menjadi pencetus utama terjadinya suatu konflik sosial.
Namun dalam banyak kasus yang terjadi, konflik karena perbedaan agama cenderung merupakan hasil negatif dari rentetan konflik yang terjadi sebelumnya.
Contohnya saja kasus penistaan agama akibat interpretasi ayat kitab suci yang berbeda, hal tersebut berujung terjadinya konflik antar dua kelompok agama.
Apa saja Bentuk Konflik Sosial dalam Masyarakat?
Adanya konflik sosial dapat dikendalikan dengan beberapa hal, yakni konsiliasi, mediasi, dan arbitrase.
Nah, berikut ini adalah bentuk-bentuk konflik sosial dalam masyarakat menurut Soerjono Soekanto, antara lain:
1. Konflik Pribadi
Konflik pribadi merupakan konflik yang terjadi di antara individu yang disebabkan karena adanya masalah pribadi.
Masalah tersebut bisa terjadi karena adanya perbedaan cara pandang antarindividu terkait persoalan yang sama.
Misalnya saja, dua individu sedang beradu argumentasi tentang masalah pembagian warisan dalam keluarga.
Halaman:

