Advertisement
Source : liputan6.com

6 Gejala yang Menunjukkan Adanya Konflik Sosial dalam Masyarakat

Konflik sosial adalah pertentangan antara perseorangan atau kelompok dalam suatu masyarakat yang didasari oleh perbedaan-perbedaan mendasar, seperti nilai, status, dan kekuasaan.

3 Januari 2023 Bella Carla

2. Konflik Politik

Konflik politik merupakan konflik yang bisa terjadi akibat dari adanya kepentingan atau tujuan politis yang berbeda antara seseorang ataupun kelompok.

Hal ini dapat dilihat dari perbedaan pandangan antar partai politik karena perbedaan ideologi, asas perjuangan, dan kepentingan politik masing-masing.

Contoh yang paling familiar dilihat adalah konflik antar pendukung partai yang berbeda menjelang pilkada atau pemilu.

3. Konflik Rasial

Konflik rasial merupakan konflik yang terjadi di antara kelompok ras yang berbeda karena adanya kepentingan dan kebudayaan yang saling berbenturan.

Kamu bisa mengetahui lebih jauh terkait konflik yang satu ini dengan melihat konflik antara orang-orang kulit hitam dengan kulit putih akibat adanya diskriminasi ras di Amerika Serikat dan Afrika Selatan.

4. Konflik Antarkelas Sosial

Konflik antarkelas sosial merupakan konflik yang muncul karena adanya perbedaan kepentingan di antara kelas-kelas yang ada di dalam kelompok masyarakat.

Contohnya, konflik antar karyawan dengan perusahaannya terkait kenaikan upah.

5. Konflik Bersifat Internasional

Konflik yang bersifat internasional merupakan konflik yang melibatkan beberapa kelompok negara karena adanya perbedaan kepentingan masing-masing negara.

Konflik semacam ini bisa kamu lihat seperti Korea Utara dengan Korea Selatan, kemudian antara ISIS dan negara-negara yang diterornya.

3 Jenis Konflik Sosial beserta Contohnya di Indonesia

Apa saja Gejala yang Menunjukkan Adanya Konflik Sosial dalam Masyarakat?

Lantas, apa saja gejala yang menunjukkan adanya konflik sosial dalam masyarakat?

Nah, berikut ini adalah gejala-gejala yang menunjukkan adanya konflik sosial di dalam masyarakat:

  1. Tidak memiliki persamaan pandangan antarkelompok, seperti perbedaan tujuan, cara melakukan sesuatu, dan sebagainya.
  2. Norma-norma sosial di dalam masyarakat tidak berfungsi sebagai alat mencapai tujuan
  3. Adanya pertentangan norma-norma dalam masyarakat yang berujung menimbulkan kebingungan bagi masyarakat.
  4. Tidak tegasnya atau lemahnya sanksi terhadap pelanggar atas norma
  5. Tindakan terhadap pelanggar atas norma sudah tidak lagi sesuai dengan norma yang berlaku
  6. Terjadi proses disosiatif, yaitu proses yang mengarah pada persaingan tidak sehat, tindakan kontroversial dan pertentangan.

Nah, di atas tadi Mamikos sudah rangkumkan informasi seputar gejala-gejala yang menunjukkan adanya konflik sosial di dalam masyarakat. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat ya untuk kamu semua!

Jika kamu ingin menggali informasi lebih banyak seputar konflik sosial, maka kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan temukan informasinya di sana.


Halaman:

Advertisement