Sistem Ekonomi : Pengertian, Ciri, Tujuan, dan Macam-macamnya

Posted in: Mapel Pelajar
Tagged: Ekonomi

Sistem Ekonomi – Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak bisa lepas dari kegiatan ataupun aktivitas ekonomi. Tentu saja segala aktivitas ekonomi dalam suatu negara sudah diatur dalam sebuah sistem ekonomi. Keberadaan sistem inilah yang berperan mengatur jalannya kegiatan ekonomi di masyarakat agar tetap stabil.

Pengertian Sistem Ekonomi

unsplash.com

Bagi Anda yang belum memahami makna dan peran dari sistem ini, wajib mengetahui definisinya secara terperinci dan dari berbagai sudut pandang. Dengan begitu, pengetahuan tentang ekonomi lebih luas sehingga bisa menjalankan peran sebagai pelaku ekonomi sesuai sistem yang berlaku.

Berikut adalah beberapa definisi dari sistem ekonomi yang bisa dijadikan bahan pembelajaran:

1. Menurut Bahasa

Secara bahasa istilah ini berasal dari dua kata, yakni sistem dan ekonomi. Sistem memiliki makna kumpulan unsur yang teratur dan saling berkaitan sehingga membentuk totalitas. Sementara ekonomi adalah ilmu tentang proses produksi, distribusi, konsumsi, serta pengelolaan keuangan.

Dari dua asal kata di atas, dapat diketahui bahwa sistem dalam ekonomi adalah beberapa unsur teratur  serta saling berkaitan yang digunakan untuk mengatur tatanan kegiatan ekonomi. Kegiatan tersebut meliputi proses produksi, distribusi, serta konsumsi terhadap suatu barang atau uang. 

2. Menurut Para Ahli

Para ahli banyak memberikan definisi yang berbeda-beda terkait sistem ini, meskipun intinya sama. Beberapa makna menurut para tokoh tersebut meliputi:

1. L James Havery

Sebuah prosedur logis serta masuk akal yang digunakan untuk merancang rangkaian komponen yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Rangkaian ini merupakan sebuah usaha untuk mencapai satu tujuan ekonomi yang sudah ditetapkan. 

2. Gregory Grossman

Kumpulan dari beberapa unsur dan komponen yang terdiri dari agen, unit, serta lembaga ekonomi yang saling berhubungan, berinteraksi, serta saling menopang satu dengan lainnya. 

3. Dumairy

Sebuah sistem yang mengatur kegiatan ekonomi yang saling berkaitan, misalnya antara lembaga atau instansi pemerintahan dengan manusia atau masyarakat yang menjalankannya dalam kehidupan. 

4. Mc. Eachren

Seperangkat mekanisme yang bisa menjawab pertanyaan terkait bagaimana, apa, dan untuk siapa barang dan jasa itu dihasilkan. Perbedaan sistem dalam ekonomi dengan sistem lainnya terdapat pada faktor-faktor produksi yang ikut mendirikan sistem ini.

5. A Bemand

Sebuah kesatuan yang terpadu dan di dalamnya terdapat bagan masing-masing, dimana bagian tersebut memiliki ciri-ciri dan batas-batasnya sendiri. 

6. Gilarso

Sebuah cara yang digunakan untuk mengkoordinasi perilaku ekonomi masyarakat secara keseluruhan yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi. Tujuan utama dari pembentukan cara tersebut adalah untuk menciptakan kesatuan ekonomi yang teratur dan bebas dari kekacauan.

3. Secara Istilah

Sistem ekonomi menurut istilah dimaknai sebagai sebuah sistem yang mengatur segala kegiatan ekonomi serta hubungan ekonomi yang dilakukan antar manusia. 

Dalam hal ini, hubungan ekonomi yang diatur mencakup seluruh manusia yang melakukan aktivitas ekonomi, seperti masyarakat sebagai pelaku ekonomi, lembaga keuangan, hingga lembaga pemerintahan. 

Ciri-Ciri Sistem dalam Ekonomi

Semua sistem dalam ekonomi pada dasarnya memiliki ciri-ciri dan karakteristik masing-masing yang berbeda-beda. Namun secara keseluruhan, sistem tersebut memiliki beberapa ciri sebagai berikut:

  1. Menggunakan prinsip yang berwawasan pada lingkungan dan wajib diterapkan oleh seluruh pelaku dalam kegiatan ekonomi.
  2. Kegiatan ekonominya dianggap sebagai sebuah aktivitas gotong royong secara bersama-sama karena menggunakan prinsip kekeluargaan.
  3. Dilakukan untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam kegiatan ekonomi yang merugikan salah satu pihak khususnya rakyat sebagai pelaku dan konsumen dalam kegiatan ekonomi. 
  4. Segala cabang produksi yang termasuk dalam aktivitas ekonomi dan memiliki pengaruh besar terhadap kebutuhan hidup masyarakat akan dikelola oleh negara demi menjaga kesejahteraan rakyatnya. 
  5. Tetap mendapat pengawasan dari pemerintah khususnya pada kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pihak swasta. 

Tujuan adanya Sistem Ekonomi

Sistem dalam ekonomi sengaja diciptakan tentu bukan tanpa alasan. Bahkan sistem yang sengaja dibuat dengan menyesuaikan karakteristik masyarakatnya ini memiliki tujuan baik yang justru menjaga kemakmuran rakyat.  Adapun tujuan-tujuan umum yang ingin dicapai dengan adanya sistem ini adalah:

  1. Meningkatkan kesejahteraan ekonomi seluruh masyarakat dalam suatu negara. 
  2. Membuka dan memperluas lapangan pekerjaan sehingga dapat menekan angka pengangguran. 
  3. Menciptakan mekanisme yang baik, agar kegiatan distribusi barang dan jasa bisa berjalan dengan baik. 
  4. Menentukan jumlah, jenis, sera cara yang dilakukan untuk bisa menghasilkan sebuah produk yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. 
  5. Meratakan distribusi pendapatan setiap golongan untuk mencegah ketimpangan pendapatan.
  6. Mengalokasikan Produk Nasional Bruto secara tepat yang meliputi konsumsi masyarakat, kebutuhan rumah tangga, investasi, dan mengganti stok modal. 
  7. Meratakan distribusi pendapatan negara kepada anggota masyarakat sebagai gaji, bunga, keuntungan perusahaan, serta sewa. 
  8. Membantu meningkatkan pertumbuhan serta stabilitas ekonomi dalam suatu negara. 
  9. Memelihara kerja sama ekonomi dengan luar negeri. 
  10. Mengatur dan membagi hasil produksi secara merata kepada seluruh anggota masyarakat.
  11. Mengkoordinasi segala kegiatan ekonomi yang dilakukan individu agar lebih teratur dan tidak merugikan.

Macam-Macam Sistem Ekonomi dan Karakteristiknya

Di seluruh dunia ditemukan berbagai sistem yang berbeda-beda dalam mengelola perekonomian. Secara global, jenis-jenis sistem tersebut di antaranya: 

1. Sistem Pancasila

Dari namanya saja dapat diketahui bahwa sistem ini diterapkan oleh pemerintah Indonesia yang menggunakan dasar negara pancasila. Secara umum, inti dari sistem ini adalah dengan menerapkan ideologi pancasila yang mengusung makna demokrasi serta kekeluargaan.

Oleh karenanya, sistem ini berasal dari rakyat sendiri yang kemudian diarahkan dan dibimbing oleh pemerintah sehingga lebih teratur dan sesuai untuk rakyat demokrasi Indonesia. 

Karakteristik sistem ekonomi Pancasila adalah:

  1. Perekonomian nasional ini diselenggarakan dan dibuat berdasarkan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kebersamaan, berkeadilan, berwawasan lingkungan, serta menjaga keseimbangan ekonomi nasional.
  2. Usaha perekonomian yang disusun berdasarkan asas kekeluargaan.
  3. Segala kekayaan alam serta yang ada di dalamnya dikuasai oleh negara tapi digunakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.
  4. Bagian produksi yang paling penting untuk negara demi memenuhi hajat rakyat.
  5. Segala ketentuan  perekonomian lebih terperinci telah diatur dalam undang-undang yang jelas.

2. Sistem Terpusat

Sistem ini sifatnya terpusat hanya pada pemerintah saja. Artinya, dalam melakukan kegiatan ekonomi, masyarakat atau pelaku kegiatan ekonomi diperbolehkan melakukan aktivitas perekonomian. Namun, pemerintah berperan dominan dalam mengatur segala kegiatan ekonomi tersebut. 

Dalam hal ini, pemerintah yang melakukan pembatasan dan membuat aturan khusus terhadap berbagai kegiatan ekonomi yang dimaksud guna menjamin kesejahteraan rakyatnya. Misalnya dalam pengaturan kebutuhan air, listrik, industri, telekomunikasi, pertanian, dan energi.

Sementara pihak swasta hanya mengawasi atau mengontrol perdagangan kecil yang sifatnya tidak terlalu penting dan tidak berpengaruh besar terhadap kebutuhan pokok masyarakat luas. Beberapa contoh negara yang menerapkan sistem ini adalah Rusia, RRC, Myanmar, Laos, dan Eropa Timur.

Karakteristik sistem terpusat di antaranya:

  1. Pemerintah berperan aktif dan dominan.
  2. Manusia ditentukan oleh pola produksi.
  3. Disatukan oleh satu aturan yang dibuat negara.
  4. Hak perorangan atau swasta tidak diakui sehingga tidak ada kebebasan individu dalam berusaha. 
  5. Seluruh alat produksi yang sifatnya untuk kebutuhan kesejahteraan rakyat dikuasai oleh negara.
  6. Harga hasil produksi ditetapkan oleh negara. 

3. Sistem Liberal/Kapitalis

Sistem ini kebalikan dari sistem terpusat yang didominasi oleh campur tangan negara. Pada sistem liberal, setiap orang memiliki kebebasan untuk menggunakan seluruh sumber daya yang ada dalam suatu negara tanpa banyak campur tangan pemerintah.

Segala pengelolaan ekonomi diatur berdasarkan kekuatan pasar berupa permintaan atau penawaran. Adapun harga dan upah dalam kegiatan ekonomi tidak diawasi dan tidak diatur oleh negara. Contoh penganut sistem liberal ini adalah negara Amerika Serikat. 

Karakteristik sistem liberal:

  1. Hak pribadi diakui secara luas.
  2. Segala peralatan produksi bebas dikuasai oleh individu.
  3. Perekonomian diatur oleh pasar.
  4. Semua orang bebas memilih berbagai jenis usaha yang dianggap bagi diri mereka sendiri.
  5. Motif utama dari kegiatan ekonomi ini adalah mendapat keuntungan.
  6. Pasar berperan besar dalam menentukan kisaran harga dan upah pada kegiatan ekonomi.
  7. Campur tangan pemerintah ditekan seminimal mungkin. 

4. Sistem Campuran

Sistem ini memadukan antara sistem liberal dengan terpusat. Dalam kegiatan ekonomi, masyarakat diberikan kebebasan oleh pemerintah. Namun, pemerintah juga berhak ikut campur dalam kegiatan perekonomian tersebut guna mengatur kestabilan dan kepentingan masyarakat bersama.  

Jadi peran individu dengan pemerintah cukup seimbang sehingga keduanya harus selalu melakukan koordinasi agar terjadi keadilan. Salah satu contoh penganut sistem ini adalah negara Malaysia. 

Karakteristik ekonomi campuran adalah:

  1. Pemerintah masih ikut aktif dalam kegiatan ekonomi.
  2. Swasta atau individu diberi kebebasan dalam kegiatan perekonomian namun tetap harus sesuai dengan rencana pemerintah dan taat pada kebijaksanaan pemerintah yang telah ditentukan.
  3. Alat produksi berhak diakui oleh swasta, namun penggunaanya tidak boleh merugikan kepentingan umum yang diatur pemerintah.
  4. Bidang perekonomian yang sifatnya strategis untuk kepentingan hidup orang banyak masih dikuasai oleh negara.
  5. Perencanaan dan kebijaksanaan dalam kegiatan ekonomi disusun dan oleh pemerintah.
  6. Adanya persaingan pasar tapi masih mendapat kontrol dari pemerintah.
  7. Pemerintah wajib melakukan bimbingan, pengawasan, serta bantuan kepada pihak swasta terhadap kegiatan perekonomian.

5. Sistem Tradisional

Sistem ini menjalankan kegiatan ekonomi berdasarkan adat atau kebiasaan yang terjadi di masyarakat secara turun temurun, sehingga faktor produksi yang diandalkan seadanya saja. 

Sistem ini sudah tidak dianut lagi oleh setiap negara yang sudah diakui secara global, tetapi beberapa daerah-daerah pedalaman masih menerapkannya. 

Karakteristiknya adalah:

  1. Sangat terikat oleh tradisi dan tidak bisa berkembang dinamis.
  2. Pembagian kerja tidak jelas.
  3. Teknologi yang digunakan pada kegiatan produksi sangat sederhana.
  4. Sebagian besar perekonomian bergantung pada sektor pertanian. 

Kelebihan dan Kelemahan Masing-masing Sistem Ekonomi

Semua sistem ekonomi yang berlaku dalam sebuah negara memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Sebagai perbandingannya, perhatikan pada tabel berikut ini:

Sistem ekonomi dalam suatu negara bisa dikatakan baik apabila sesuai dengan karakter masyarakatnya. Agar sistem tersebut bisa membawa kemajuan dalam bidang ekonomi, tentu saja antara pemerintah dan masyarakatnya perlu melakukan kerjasama dan saling mendukung satu sama lain.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah