21 Jenis Majas dalam Hikayat yang Sering Digunakan beserta Penjelasannya Lengkap
Sudah tahu jenis-jenis majas apa yang sering digunakan dalam penulisan hikayat? Simak informasinya berikut ini.
10. Majas Sinestesia
Majas sinestesia yaitu majas yang maknanya mengalami perubahan karena adanya pertukaran dua indera yang berbeda.
Contoh: Suara sang putri amatlah merdu.
11. Majas Antonomasia
Majas antonomasia merupakan majas yang menyebutkan suatu hal secara tidak langsung namun dengan menggunakan kata sifat pada objek tersebut.
Contoh: si cantik, si lemah gemulai, si congkak
12. Majas Hiperbola
Majas hiperbola yaitu majas yang digunakan untuk melebih-lebihkan suatu hal dari kenyataan yang sesungguhnya. Jadi, pembaca akan mendapati adanya unsur berlebihan pada kalimat dengan majas hiperbola.
Contoh: Suara pangeran itu memecahkan gendang telinga saat ia berteriak lantang pada seluruh anggota kerajaan.
Majas Pertentangan
Majas pertentangan merupakan majas yang mengandung pertentangan, sehingga efek yang ditimbulkan lebih dahsyat. Jenis-jenis majas pertentangan antara lain:
1. Majas Oksimoron
Majas oksimoron adalah majas yang mengandung paradoks dalam satu frasa.
Contoh: Pertemuan antara raja dan putrinya penuh dengan isak tangis kebahagiaan.
2. Majas Paradoks
Majas paradoks merupakan majas yang mengungkapkan dua hal berlawanan walaupun pada kenyataannya keduanya benar-benar terjadi.
Tidak seperti majas oksimoron yang terdapat dalam satu frasa, majas paradoks terdapat di frasa berbeda.
Contoh: Sang putri yang malang merasa sepi di tengah-tengah pesta yang meriah.
3. Majas Antitesis
Majas antitesis merupakan majas yang menggunakan kata-kata bertolak belakang dengan yang lainnya.
Contoh: Siang malam sang pangeran berusaha meluluhkan hati pujaannya.
Majas Sindiran
Majas sindiran merupakan majas yang digunakan untuk memunculkan kesan tertentu bagi pendengar atau pembaca. Jenis-jenis majas sindiran antara lain:
1. Majas Ironi
Majas ironi adalah majas yang mengandung hal ironi, yaitu kalimat yang seakan-akan meninggikan, tetapi setelah itu menjatuhkan.
Contoh: Rajin sekali pelayan raja itu, saat matahari sudah di atas kepala di baru datang.
2. Majas Sarkasme
Majas sarkasme adalah majas yang tujuannya menyindir secara langsung dan kasar.
Contoh: Dasar bodoh! Menyuguhkan makanan untuk tamu raja saja tidak bisa!
3. Majas Satire
Majas satire adalah majas yang digunakan untuk menertawakan ide seseorang. Pada majas tersebut, digunakan penggabungan antara sarkasme, ironi, ataupun parodi.
Contoh: Belajar dari mana kamu? Pekerjaan semudah itu saja tidak bisa dilakukan.
Halaman:


