21 Jenis Majas dalam Hikayat yang Sering Digunakan beserta Penjelasannya Lengkap
Sudah tahu jenis-jenis majas apa yang sering digunakan dalam penulisan hikayat? Simak informasinya berikut ini.
Majas Penegasan
Majas penegasan merupakan majas yang berisi penegasan terhadap sesuatu, sehingga pembaca atau pendengar mendapatkan efek tertentu. Jenis-jenis majas penegasan antara lain:
1. Majas Apofasis
Majas apofasis merupakan majas yang seakan-akan menyangkal suatu hal, tetapi justru memberikan penegasan pada hal tersebut.
Contoh: Jujur saja sang raja sudah muak pada pelayan yang selama ini berpura-pura baik di depan beliau, padahal pelayan itu hendak menusuknya dari belakang.
2. Majas Pleonasme
Majas pleonasme adalah majas yang memberikan keterangan tambahan bagi hal yang sebenarnya sudah jelas dan tidak membutuhkan penjelasan lagi.
Contoh: sang ratu maju ke depan.
3. Majas Aliterasi
Majas aliterasi merupakan majas yang mengulang konsonan pada awal kata secara berurutan. Biasanya, majas aliterasi banyak digunakan saat menulis puisi.
Contoh: Pangeran sudah berjanji pada sang putri akan hidup susah senang sehidup semati.
Penutup
Demikian informasi terkait 21 jenis majas dalam hikayat yang sering digunakan beserta penjelasannya lengkap yang perlu kamu ketahui.
Jangan lupa untuk sering berlatih menerapkan penggunaan majas-majas tersebut, sehingga kamu tidak kebingungan jika dihadapkan dengan salah satunya.
Masih ada jenis-jenis majas yang dapat kamu gunakan dalam penulisan hikayat. Kamu bisa mendapatkan informasi terkait majas dan informasi karya sastra lainnya melalui blog Mamikos. Semoga bermanfaat.
Halaman:

