10 Jenis Tanah di Indonesia dan Persebarannya Lengkap dengan Penjelasannya
Tanah yang dijumpai di suatu tempat bisa saja berbeda dengan tanah lainnya. Ada berbagai jenis tanah dengan karakteristik dan fungsi yang berbeda di Indonesia.
2. Tanah Andosol
Hampir menyerupai dengan tanah regosol, tanah andosol adalah salah satu jenis tanah vulkanik juga.
Ciri khas dari tanah regosol adalah berwarna coklat-hitam, memiliki tekstur halus, dan konsistensinya gembur.
Selain itu, jenis tanah ini juga memiliki permeabilitas sedang sehingga dapat menyerap banyak air.
Maka tak heran jika tanah andosol juga memiliki kelembapan yang tinggi.
Persebaran tanah andosol berada di wilayah vulkanik namun jauh dari lerengnya. Tanah andosol banyak ditemukan di Gunung Salak, Gunung Rinjani, dan Pegunungan Ijen.
3. Tanah Organosol
Tanah organosol merupakan jenis tanah yang terbentuk dari pelapukan bahan organik. Jenis tanah ini memiliki warna yang beragam, mulai dari coklat hingga hitam.
Lantas, kenapa warna tanahnya bisa kehitam-hitaman? Jadi, sisa-sisa tanaman yang mengalami proses pelapukan akan menghasilkan karbon.
Nah, seperti yang kamu ketahui bahwa karbon memiliki warna hitam. Jadi, tidak mengherankan bukan jika tanah argosol warnanya hitam?
Selain itu, tanah argosol juga memiliki ciri lainnya yakni konsistensinya tidak lekat, teksturnya halus, dan tidak terstruktur.
Jenis tanah argoso memiliki tingkat pH <4 (asam) sehingga kemampuan untuk mengikat unsur haranya rendah. Dengan demikian, jenis tanah yang satu ini tidak cocok untuk ditanami berbagai tanaman.
Tanah argosol dapat kamu temukan di wilayah dengan curah hujan tinggi dan di wilayah rawa, misalnya di Sumatera Selatan, Riau, dan Kalimantan Selatan.
4. Tanah Aluvial
Tanah aluvial adalah jenis tanah sedimen yang terbentuk dari batuan sedimen.
Ciri khas dari tanah alluvial yakni berwarna coklat, memiliki konsistensi lekat, tidak ada struktur, dan tekstur tanahnya yang beragam mulai dari tekstur kasar (pasir) hingga halus (liat).
Selain itu, tingkat pH jenis tanah ini juga bervariasi sehingga tingkat kesuburannya pun bervariasi juga mulai dari sedang hingga tinggi.
Kamu bisa menemukan tanah aluvial berada di wilayah hilir sungai, misalnya di sepanjang aliran sungai Bengawan Solo dan Sungai Mahakam.
5. Tanah Podsol
Jenis tanah berikutnya yang juga terdapat di Indonesia adalah tanah podsol.
Merupakan salah satu jenis tanah kuarsa yakni jenis tanah yang berasal dari sedimen kuarsa, tanah podsol memiliki ciri berwarna kuning keabuan, konsistensinya lekat, dan strukturnya gumpal.
Tanah podsol juga memiliki tingkat pH rendah sehingga tingkat kesuburannya pun cukup rendah.
Sementara itu, untuk persebarannya sendiri berada di wilayah iklim basah dengan curah hujan > 2500 mm/tahun seperti di daerah Kalimantan Tengah, Jambi, Papua, dan Sumatera Utara.
Halaman:

