Advertisement
Source : idntimes.com

45 Kata-kata yang Berhubungan dengan Hari Kartini 21 April 2026

Kamu ingin tahu kata-kata bijak yang berhubungan dengan hari Kartini? Simak segala penjelasannya di bawah ini.

21 April 2026 Aditya

Raden Adjeng Kartini, merupakan sosok pejuang emansipasi wanita di Indonesia. Beliaulah yang berhasil merombak stigma bahwa perempuan tidak boleh memiliki pendidikan.

Atas segala jasa beliau, dibuatlah hari peringatan untuk mengenang segala bentuk jasanya dalam dunia pendidikan dan emansipasi wanita. Bagi kamu para kaum perempuan, belajarlah dari R.A. Kartini untuk dapat meningkatkan berpikir kamu mengenai dunia ini.

Kamu sedang mencari kata-kata yang berhubungan dengan hari Kartini untuk membantu menyemangati proses pendidikanmu? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. πŸ“–βœ¨

Sejarah Singkat R.A. Kartini

35 Kata-kata yang Berhubungan dengan Hari Kartini 21 April 2023
idntimes.com
37 Caption yang Bagus untuk Memperingati Hari Kartini

Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 atau pada 28 Rabiul Akhir di tahun Jawa 1808 di Mayong afdeling Japara (kini Jepara).

R.A. Kartini berasal dari sebuah keluarga priyayi atau bangsawan Jawa yang ada di Jepara. Ayahnya yaitu Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat merupakan seorang bupati di sana.

R.A. Kartini mulai masuk sekolah dasar eropa atau Europesche Lagere School (ELS) pada tahun 1885.

Ia adalah seorang anak pribumi yang diizinkan untuk mengikuti program, pendidikan bersama dengan anak-anak dari bangsa Eropa dan Belanda-Indo di ELS yang hanya diizinkan untuk anak pejabat tinggi pemerintah.

Contoh Pidato Hari Kartini 2026 Singkat untuk Anak Sekolah SD/SMP/SMA

Meskipun berasal dari kalangan bangsawan, anak perempuan yang masuk sekolah dan boleh keluar rumah merupakan bentuk langkah yang bertentangan dengan adanya tradisi saat itu, seperti yang dikutip dari Pendidikan Feminis R.A. Kartini oleh Irma Nailul Muna.

Ketika bersekolah di ELS, R.A. Kartini juga belajar dengan menggunakan Bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar.

Kemampuan dalam bahasanya makin kuat sebab ia rajin dalam membaca buku dan juga koran berbahasa Belanda.

Kartini juga belajar untuk bercakap dengan menggunakan Bahasa Belanda sambil bermain dan juga menerima tamu dari bangsa Belanda yang datang berkunjung ke Jepara.

Siswa pribumi di ELS juga sering mendapatkan berbagai perlakuan yang diskriminatif seperti pandangan rendah dari sesama siswa dan juga guru dari Belanda.

Contoh Teks Biografi RA Kartini beserta Struktur dan Kaidah Kebahasaannya Lengkap

Perlakuan tersebut ternyata semakin memacu semangat Kartini terus bisa berprestasi agar dapat mengalahkan siswa lain.

Meskipun telah mendapat perlakuan yang diskriminatif dari siswa serta guru dari Belanda, Kartini justru menjadi semangat untuk memperoleh pengetahuan yang lebih banyak dan dapat berprestasi.

Dikutip dari buku berjudul Sisi Lain Kartini, diceritakan bahwa dirinya tengah belajar mengenai pemikiran pejuang wanita dari India Pundita Ramambai dengan temannya yang bernama Nyonya Nelly Van Kol.

β€œTentang putri Hindia yang gagah berani ini telah banyak kami dengar. Saya masih bersekolah, ketika pertama kali mendengar tentang perempuan yang berani itu. Aduhai? Saya masih ingat betul: saya masih sangat muda, anak berumur 10 atau 11 tahun, ketika dengan semangat menyala-nyala saya membaca dia di surat kabar. Saya gemetar karena gembira: jadi bukan hanya untuk perempuan berkulit putih saja ada kemungkinan untuk merebut kehidupan bebas bagi dirinya! Perempuan Hindia berkulit hitam, jika bisa membebaskan, memerdekakan diri.”

Namun setelah berhasil lulus dari ELS, Kartini dilarang oleh ayahnya untuk melanjutkan pendidikan di HBS Semarang.

Saat itu, tradisi dari bangsawan mewajibkan pada anak berusia 12 tahun yang sudah dianggap dewasa untuk dapat dipingit.

Saat akan dipingit, anak perempuan tidak diperbolehkan untuk keluar rumah, termasuk pergi ke sekolah, karena harus menyiapkan diri untuk melakukan proses menikah dan juga menjadi ibu rumah tangga.

Oleh karena itu, Kartini juga tidak pernah mendapat izin dari ayahnya untuk melanjutkan sekolah di Belanda seperti tawaran dari orangtua Letsy, temannya.

Ia lalu terus dipaksa untuk belajar aturan dari putri bangsawan, seperti cara berbicara dengan menggunakan suara yang halus dan lirih, berjalan secara setapak dan menundukkan kepala jika terdapat anggota keluarga yang lebih tua sedang lewat.

R.A. Kartini yang sudah dipingit mengesampingkan bentuk kekecewaannya untuk tidak lanjut sekolah dengan banyak membaca dan mencatat.

Halaman:

Advertisement