Advertisement
Source : idntimes.com

45 Kata-kata yang Berhubungan dengan Hari Kartini 21 April 2026

Kamu ingin tahu kata-kata bijak yang berhubungan dengan hari Kartini? Simak segala penjelasannya di bawah ini.

21 April 2026 Aditya

Sejumlah bentuk catatannya termasuk mengenai pandangan hidup yang dapat dicontoh, jiwa dan pemikiran yang besar, serta perilaku yang baik.

Ia juga sering berkirim surat dengan sahabatnya untuk bisa mempelajari pemikiran baru dan juga menyampaikan bentuk keinginannya mengenai dunia pendidikan yang ada di daerahnya.

Terjemahan surat-surat dari R.A. Kartini kelak akan membuka pemahaman bahwa dirinya mempunyai berbagai gagasan untuk dapat mengangkat derajat dari kaum perempuan bumiputera di dalam dunia internasional melalui pendidikan.

Kartini pun akhirnya menikah pada tanggal 8 November 1903 dengan seorang Bupati Rembang.

Kesehatannya pun kian melemah setelah melahirkan anaknya pada tanggal 13 September 1903. Lalu pada tanggal 17 September 1903, Kartini dinyatakan wafat dalam usia mudanya di 25 tahun.

Kendati tak dapat melanjutkan suatu pendidikan seperti harapan semulanya, sebelum wafat, Kartini juga mencoba berbagai langkah agar dirinya dan juga perempuan di sekitar dapat maju dengan melalui pendidikan.

13 Puisi tentang RA Kartini untuk Dibaca di Hari Kartini

Kata-kata yang Berhubungan dengan Hari Kartini

Berikut merupakan kumpulan kata-kata bijak mengenai hari kelahiran R.A. Kartini:

1. Seorang gadis yang pemikirannya sudah dicerdaskan, dan pemandangannya juga sudah diperluas, maka tidak akan sanggup lagi untuk hidup di dalam dunia nenek moyangnya.

2. Kita akan dapat menjadi seorang manusia sepenuhnya, tanpa harus berhenti untuk menjadi wanita sepenuhnya.

3. Bahwa kebahagiaan dari perempuan yang paling tinggi, dan sudah sejak dari berabad-abad yang lalu bahkan juga hingga sampai saat ini yaitu untuk dapat hidup selaras bersama laki-laki.

4. Rampaslah semua bentuk harta benda saya, asalkan kau ambil jangan pena saya.

5. Bila seseorang hendak untuk sungguh-sungguh dalam memajukan sebuah peradaban, maka kecerdasan dalam pikiran dan pertumbuhan budi haruslah sama-sama dimajukan.

6. Adalah suatu bentuk pertolongan dan bantuan yang besar sekali bagi seorang laki-laki apabila perempuan dapat berbudi tinggi dan terpelajar.

7. Simpati itu bagi kami merupakan sebuah kepuasan, kekuatan, bantuan, kegembiraan, dan juga hiburan.

8. Dan terhadap pada pendidikan itu janganlah hanya akal saja yang akan dipertajam, tetapi juga budi pun harus juga dipertinggi.

9. Banyak bentuk emansipasi pada wanita bukanlah untuk persamaan dalam derajat, emansipasi merupakan sebuah bentuk pembuktian diri yang cukup seimbang antara raga yang tangguh, namun dengan hati yang senantiasa patuh. Dalam emansipasi terdapat penerimaan. Penerimaan dalam diri bahwa setiap tempat terdapat empu yang dikodratkan dan juga dipantaskan.

10. Marilah wahai para perempuan, gadis. Bangkitlah, marilah kita saling berjabatan tangan dan secara bersama-sama bekerja untuk mengubah keadaan yang tak terderita ini.

11. Di dalam tangan anaklah akan terletak masa depan dan di dalam tangan ibulah akan tergenggam anak yang merupakan bentuk masa depan itu.

12. Kami para manusia, seperti halnya seorang laki-laki. Aduh, berilah kami izin untuk dapat membuktikannya. Lepaskan belenggu pada saya! Izinkan saya untuk berbuat dan saya akan mampu menunjukkan, bahwa saya juga manusia. Manusia seperti halnya laki-laki.

13. Kecerdasan pada otak saja tidak akan berarti segala-galanya. Harus ada juga bentuk kecerdasan lain yang dinilai lebih tinggi, yang secara erat berhubungan dengan orang lain untuk dapat mengantarkan orang ke arah yang ingin ditujunya. Di samping otak, juga hati harus bisa dibimbing, kalau tidak demikian suatu peradaban hanya akan tinggal permukaannya saja.

14. Ikhtiar! Berjuanglah untuk membebaskan diri. Jika engkau sudah terbebas karena ikhtiarmu itu, maka barulah dapat engkau untuk tolong orang lain.

15. Jika kita tidak mencari berbagai pengetahuan, maka hidup kita tidak akan menjadi bahagia dan kehidupan kita akan mampu semakin mundur.

16. Karena bila taraf dalam hidup kesenian suatu bangsa sangat tinggi, maka budi pada bangsa itu sendiri adalah suatu puisi.

17. Habis gelap terbitlah terang.

Halaman:

Advertisement