Kisah Cerita tentang Nabi Muhammad SAW Singkat dari Lahir sampai Wafat untuk Anak SD
Yuk, ajarkan anak-anak kisah-kisah dari Nabi Muuhammad SAW! Mamikos sudah menyiapkan kisah lengkap tentang Nabi Muhammad untuk kamu.
Saat berada di Gua Hira di samping Jabal Nur, Nabi Muhammad menerima wahyu pertama dari Allah melalui mimpi yang dihadirkan oleh Malaikat Jibril.
Wahyu pertama ini kemudian diwahyukan dalam Surah Al-Alaq ayat 1-4.
Nabi Muhammad akhirnya memulai penyebaran ajarannya secara terbuka, dimulai dengan memberi dakwah kepada keluarga terdekatnya, terutama Bani Hasyim.
Namun, respon terhadap dakwah ini tidak selalu positif. Hanya keponakan beliau, yakni Ali bin Abi Thalib yang menerima islam dan bersedia untuk beriman kepada Allah.
Sementara Abu Thalib, paman Nabi, memberikan perlindungan kepada beliau selama masa dakwah.
Namun, penyebaran dakwah yang terang-terangan ini juga mendapat banyak pertentangan dari kaum Quraisy.
Bahkan, beberapa di antara mereka menuduh Nabi Muhammad sebagai seorang yang gila hingga melakukan tindakan pelemparan kotoran kepada beliau.
Abu Jahal dan Abu Lahab, yang mana adalah paman dari Nabi Muhammad juga menentang Nabi dakwah beliau.
Mereka menggunakan intimidasi untuk mencegah orang-orang yang mengikuti Nabi agar meninggalkannya.
Ketakutan mereka adalah bahwa ajaran yang dibawa oleh Muhammad akan mengancam agama nenek moyang mereka yang didasarkan pada penyembahan berhala.
Tindakan mereka tidak hanya terbatas pada intimidasi.
Cobaan Dakwah Nabi Muhammad SAW
Banyak dari kaum Quraisy bahkan berusaha untuk membunuh Nabi Muhammad SAW dengan segala cara yang mereka bisa.
Mereka bahkan mencoba memberikan uang tebusan kepada Abu Thalib, paman Nabi, agar membiarkan Rasulullah wafat.
Rencana pembunuhan ini sering melibatkan pihak eksternal untuk mencegah pecahnya perang saudara di antara suku Quraisy.
Saat memasuki tahun pertama di Madinah, Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya termasuk kaum Muhajirin masih menghadapi tantangan besar untuk bertahan hidup.
Kondisi ekonomi tidak stabil dan tidak semua dari mereka memiliki sumber keuangan yang mencukupi, kecuali Usman bin Affan.
Namun pada tahun kedua Hijriah, ketika kondisi kaum Muslimin mulai membaik, Nabi Muhammad SAW memerintahkan pelaksanaan zakat.
Beliau kemudian mengutus Mu’adz bin Jabal menjadi seorang Qadli di daerah Yaman.
Qodli bertugas untuk mengumpulkan dan mendistribusikan zakat di wilayah tersebut.
Halaman:
