Advertisement
Source : https://www.pexels.com/@pixabay/

Macam-macam Majas, Contohnya, Pengertian, Ciri-ciri, dan Fungsinya Lengkap

Majas merupakan bagian penting dalam berbahasa Indonesia. Berikut penjelasan majas secara lengkap mulai dari definisi sampai contoh-contohnya.

29 Oktober 2023 Mamikos

14. Sinekdoke

Majas ini sering sekali digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang besar dengan sesuatu yang kecil.

Selain itu, juga bisa digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang kecil dengan hal yang besar.

Contoh:

  • Karena mengalami sakit yang cukup parah, pria itu jarang kelihatan batang hidungnya.
  • Saat naik bus antar kota dari Surabaya ke Malang yang berkepala akan dikenakan sekitar Rp15.000.
  • Dia harus angkat kaki dari kontrakan ini karena tidak kuat membayar sewa selama 2 bulan.
  • Dia menjadi tangan kanan seorang petinggi sehingga memiliki gaji yang sangat besar.

15. Repetisi

Salah satu gaya bahasa atau majas yang digunakan untuk mengulang kata atau frasa yang sama dalam satu.

Hal ini dilakukan untuk memberikan penegasan.

Contoh:

  • Agar bisa sukses dalam menjalankan bisnis maka kamu harus sabar, sabar, dan sabar.
  • Kita harus menjadi seseorang yang kuat, kuat, dan kuat agar bisa menjalani kehidupan ini menjadi lebih baik meski dalam kondisi yang buruk.

16. Pleonasme

Majas yang digunakan untuk menambahkan kata yang sebenarnya hampir sama tetapi tetap digunakan secara bersamaan untuk memberikan adanya suatu penegasan.

Contoh:

  • Cepat masuk ke dalam rumah sebelum hujan semakin deras.
  • Dia naik ke atas tangga untuk mengambil mangga yang sudah matang di pohon.

17. Klimaks

Macam-macam jenis majas ini digunakan untuk memperlihatkan tingkatan dari yang bawah hingga ke atas.

Biasanya tingkatan ini bisa dalam bentuk kata benda atau apapun.

Contoh:

  • Saat ini hampir sebagian besar warga Indonesia sudah bisa melakukan vaksin mulai dari remaja, dewasa, sampai usia di atas 60 tahun.
  • Semua orang hadir di dalam perayaan hari ulang tahun perusahaan mulai dari staf, manajer staf, manajer umum, hingga para dewan direksi, dan CEO.

18. Retorik

Merupakan gaya bahasa yang biasanya digunakan untuk menanyakan sesuatu atau diakhiri dengan tanda tanya.

Meski demikian, kalimat tersebut tidak perlu dijawab karena sudah jelas.

Contoh:

  • Jika diberi tahu harus patuh jika tidak kamu bisa jatuh seperti kemarin. Bagaimana, sakit kan?
  • Kenapa harus takut masuk ke dalam makam padahal siang hari, memang orang yang sudah dikubur bisa hidup kembali?
  • Selalu telat datang ke sekolah, memang tidak ada bus yang lewat depan rumahmu?

Halaman:

Advertisement