Macam-macam Majas dalam Bahasa Jawa dan Contohnya Lengkap
Indonesia kaya akan bahasa dan berikut ini adalah ulasan mengenai macam-macam majas dalam Bahasa Jawa beserta contohnya dalam keseharian.
Sinekdoke
Majas sinekdoke ialah majas penyebutan suatu bagian untuk mewakili keseluruhan (sinekdoke pars pro toto) maupun sebaliknya atau totem pro parte. Untuk lebih jelasnya, perhatikan beberapa contoh berikut:
- Lomba bulutangkis Indonesia lawan Vietnam pancen nyenengake ati
Sinestesia
Majas sinestesia ialah ungkapan untuk menggambarkan rasa dari suatu indera dengan menyandingkannya pada indera yang lain. Lantas, bagaimana penerapannya dalam Bahasa Jawa?
- Suaramu alus tenan, marai adem ning ati
- Ambune parfummu marai wetengku dadi eneg
Alusio
Majas alusio ialah penggunaan kata-kata yang menggambarkan masa lalu untuk menjabarkan atau menjelaskan suatu peristiwa, contoh:

Advertisement
- Ngrungokake kisah cintamu marai aku kelingan karo cerita perjuangane simbahku
- Rasane nelongso tenan, weruh uripe Siti kaya zaman Cinderella
Eponim
Majas eponim ialah penggunaan sifat dari sesuatu untuk menyampaikan atau menggambarkan topik pembicaraan. Ciri khasnya, yakni keberadaan karakter atau tokoh terkenal, seperti:
- Negoro iki butuh Gajah Mada ben bisa maju.
- Wong wedok kudu iso dadi Kartini ing zaman modern iki.
2. Majas Pertentangan
Gaya bahasa ini digunakan untuk menjelaskan suatu hal atau peristiwa yang bertentangan atau berkebalikan dari kejadian aslinya. Majas pertentangan terbagi menjadi tiga jenis, yakni:
Litotes
Majas litotes merupakan menjadi kebalikan dari hiperbola, yaitu dengan cara mengecilkan atau menyempitkan sesuatu.
Namun, majas litotes ini bukan bertujuan untuk mengejek orang lain, melainkan merendahkan hati, contoh:
- Sumonggo diunjuk, namung toya pethak
- Sugeng rawuh wonten gubug reyote kawula
Paradoks
Majas paradoks ialah gaya bahasa yang bertujuan untuk menyampaikan pernyataan dengan mengedepankan fakta yang ada. Jenis majas yang satu ini biasa digunakan dalam proses pembuatan novel, seperti:
- Gajine memang gede banget, nanging uripe tetep wae melarat
- Rido rumangsa sepi senajan ono ing tengah-tengah pesta
Antitesis
Majas antesis merupakan sejenis kalimat kiasan yang menggabungkan dua kata dengan makna berlawanan atau antonim. Agar kamu semakin paham, pahami contoh di bawah ini:
- Enom lan tuwa, gedhe lan cilik, podo bareng-bareng ngaleksanake gotong royong ing dino Minggu wingi
- Akeh apa setitik, rezeki kudu disyukuri