Rangkuman Materi Karya Ilmiah SMA Kelas 11 dan Penjelasannya
Bagi kamu yang ingin mempelajari materi karya ilmiah dengan mudah, berikut Mamikos sudah rangkumkan kamu materinya dengan singkat, padat dan jelas.
1. Reproduktif
Ciri pertama dari karya ilmiah adalah reproduktif, Ini artinya suatu karya ilmiah dapat diterima dan dimaknai oleh pembaca berdasarkan makna yang ingin disampaikan oleh peneliti atau penulisnya.
2. Tidak Ambigu
Ciri kedua dari karya ilmiah adalah tidak ambigu. Di mana ciri kedua dari karya ilmiah ini masih berhubungan dengan ciri pertama, yakni karya ilmiah harus menyajikan pemahaman yang jelas dan rinci serta tidak dikemas dengan bahasa yang tidak dapat membingungkan pembaca.
3. Tidak Emotif
Suatu karya ilmiah juga tidak boleh mengandung aspek perasaan atau subjektivitas dari penulis atau peneliti.
Jika suatu karya ilmiah mengandung aspek perasaan, maka dikhawatirkan dapat membuat karya ilmiah tidak objektif dan menjelaskan fakta yang sebenarnya.
4. Bahasa Baku
Ciri keempat dari karya ilmiah adalah menggunakan bahasa formal atau bahasa baku.
Hal ini wajib dilakukan agar pembaca dapat lebih mudah memahami isi dari karya ilmiah tersebut, baik dari segi penulisan sumber, teori hingga penarikan kesimpulan.
Dengan menggunakan bahasa baku, maka pembaca tidak akan merasa kebingungan dengan materi dan penjelasan yang disampaikan oleh penulis atau peneliti.
5. Kaidah Keilmuan
Ciri kelima dari karya ilmiah adalah harus memenuhi ketentuan kaidah keilmuan dan wajib menggunakan istilah-istilah akademik.
Penggunaan kaidah keilmuan dan istilah akademik dilakukan dengan tujuan agar penulis atau peneliti dapat memiliki kemampuan dalam melakukan sesuatu pada bidang kajian yang dibahas dalam karya ilmiah.
Biasanya, kaidah keilmuan dan istilah akademik juga akan menjadi tolak ukur seberapa ahli penulis atau peneliti terhadap bidang keilmuannya.
6. Dekoratif
Karya ilmiah juga harus mengandung sifat dekoratif. Sederhananya, suatu karya ilmiah harus menggunakan istilah atau kata yang memiliki satu makna.
7. Memiliki Kohesi
Dalam karya ilmiah, kohesi dapat dipahami sebagai kesinambungan setiap bagian sampai babnya. Di mana kohesi pada karya ilmiah juga punya sifat straight forward atau tidak bertele-tele.
8. Bersifat Objektif
Pada dasarnya, karya ilmiah harus memuat sifat yang objektif. Mengingat sifat objektif akan lebih mendorong dihasilkannya fakta-fakta dan data-data dari hasil analisisnya pada karya ilmiah.
9. Kalimat Efektif
Ciri yang terakhir adalah karya ilmiah ditulis dengan kalimat efektif. Hal ini dilakukan agar pembaca tidak kebingungan dengan penggunaan kalimat yang berputar-putar.
