Advertisement
Source : unsplash.com/@silverkblack

Materi Literasi Digital: Pengertian, Pilar, Manfaat, dan Contoh Penerapannya

Pelajari materi literasi digital mulai dari pengertian, empat pilar, manfaat, hingga contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

20 Juli 2026 Lailla
Ringkasan Artikel
  • Literasi digital adalah kemampuan mengakses, memahami, mengevaluasi, menggunakan, dan mencipta informasi secara bijak dan aman; empat pilar utama (CABE) yaitu Cakap Digital, Aman Digital, Budaya Digital, dan Etika Digital.
  • Manfaat dan penerapan: Mencegah hoaks, melindungi data pribadi, meningkatkan produktivitas, membuka peluang ekonomi, serta diterapkan di pendidikan, keluarga, bisnis, dan kegiatan sosial.
  • Tantangan & langkah praktis: Hambatan meliputi rendahnya kesadaran keamanan, infrastruktur tidak merata, dan kesenjangan pengetahuan; mulai dari kebiasaan kecil seperti memverifikasi sumber, menjaga kata sandi, dan menghormati etika online.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Apakah kamu pernah membaca berita di media sosial yang disajikan dengan berbagai sudut pandang? Materi literasi digital sangat penting untuk dimiliki sehingga kamu bisa memilah informasi yang bukan hoaks, apalagi saat ini hidup kita bersinggungan dengan dunia digital.

Agar kamu tahu apa itu literasi digital beserta manfaat dan penerapannya, simak artikel berikut ini. 🌍📱

Informasi Pentingnya Materi Literasi Digital

Materi Literasi Digital: Pengertian, Pilar, Manfaat, dan Contoh Penerapannya
unsplash.com/@silverkblack
6 Jenis Literasi beserta Penjelasannya yang Penting untuk Siswa Ketahui

Kemudahan akses terhadap dunia digital saat ini bisa kamu dapatkan tanpa harus bersusah payah keluar rumah atau pergi ke tempat yang jauh.

Kamu bisa mencari informasi secepat kilat, berbelanja kebutuhan sehari-hari, bekerja tanpa harus datang ke kantor, dan mencari referensi belajar dari berbagai belahan dunia.

Sayangnya, kemudahan akses tersebut sering kali tidak disertai dengan kemampuan untuk menyaring informasi secara tepat.

Barangkali kamu pernah melihat berita dengan judul clickbait yang provokatif untuk menarik perhatian. Alih-alih menemukan komentar yang mengkritisi konten berita, terkadang justru lebih banyak yang menarik kesimpulan dari judul saja.

Semua orang mungkin bisa mengoperasikan handphone dan memanfaatkan internet, tetapi ternyata tidak semua bisa menggunakan teknologi secara bijak.

Tidak jarang kamu bisa terjebak dalam suatu informasi seragam karena sama seperti pendapat pribadimu, sehingga informasi lain yang sebenarnya tepat tapi bertolak belakang dengan pendapatmu justru tidak kamu dapatkan.

Apa yang Dimaksud dengan Digital Impact dalam Konteks Pengembangan Talenta Digital ASN? Ini Jawaban dan Penjelasannya

Apa Itu Literasi Digital?

Literasi digital umumnya didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, menggunakan, dan menciptakan informasi melalui perangkat serta teknologi digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Melihat definisi tersebut, kamu bisa menyimpulkan bahwa literasi digital tidak hanya terbatas pada kemampuan untuk mengoperasikan gawai atau aplikasi, tetapi juga menerapkan kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi, memahami etika bermedia, serta menjaga keamanan data pribadi.

Konsep ini dipopulerkan pertama kali oleh Paul Gilster melalui bukunya yang berjudul Digital Literacy tahun 1997. Definisi tersebut kemudian diadaptasi dan dikembangkan oleh banyak lembaga, tidak terkecuali oleh pemerintah Indonesia.

20 Contoh Soal Literasi Digital dan Jawabannya untuk Referensi Belajar

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), mendefinisikan literasi digital sebagai kemampuan individu dalam memanfaatkan teknologi digital untuk berkomunikasi, bekerja, dan menyelesaikan masalah secara produktif sekaligus aman.

Definisi dari Komdigi tersebut yang menjadi dasar diselenggarakannya berbagai program nasional terkait peningkatan literasi digital di Indonesia.

Literasi digital terasa semakin penting seiring dengan tingginya konsumsi internet masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Indeks Literasi Digital Indonesia (ILDI) yang dirilis Katadata Insight Center, ditemukan tren kenaikan setiap tahun.

Terdapat empat pilar yang diukur, salah satunya adalah pilar keamanan digital dengan skor terendah. Sementara itu, pilar budaya digital meraih skor tertinggi.

Melihat hasil tersebut, bisa disimpulkan bahwa masyarakat mungkin sudah terbiasa dengan teknologi, tetapi rentan dalam hal perlindungan data dan keamanan.

Empat Pilar Literasi Digital

Penyusunan kerangka literasi digital nasional dilakukan Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika (Ditjen Aptika) Kominfo bersama Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Pilar yang disingkat sebagai CABE (Cakap, Aman, Budaya, dan Etika) tersebut sudah diluncurkan pada April 2021 secara resmi.

Berikut penjabaran masing-masing pilar beserta contoh penerapannya:

1. Cakap Digital (Digital Skills)

Pilar cakap digital mencakup kemampuan teknis untuk mengoperasikan perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan sistem operasi digital untuk kebutuhan sehari-hari.

Apa saja kecakapan dasar yang termasuk?

  • Mengunduh (download) dan mengunggah (upload) berkas
  • Menggunakan aplikasi perkantoran
  • Memanfaatkan platform pembelajaran daring

Pada level yang lebih tinggi, kecakapan tersebut bisa berkembang ke kemampuan coding, desain grafis, hingga analisis data.

Contoh penerapan pilar cakap literasi digital: seorang guru yang mampu membuat materi ajar interaktif menggunakan aplikasi presentasi atau video pembelajaran.

Halaman:

Advertisement