Advertisement
Source : unsplash.com/@silverkblack

Materi Literasi Digital: Pengertian, Pilar, Manfaat, dan Contoh Penerapannya

Pelajari materi literasi digital mulai dari pengertian, empat pilar, manfaat, hingga contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

20 Juli 2026 Lailla

2. Bidang Keluarga

Literasi digital yang diterapkan dengan baik dalam keluarga akan menjaga keselamatan selama menjelajahi dunia maya. Selain itu, gawai juga bisa dioptimalkan untuk memberikan edukasi keluarga. Contoh:

  • Pemasangan fitur ‘Parental Control’ pada gawai anak
  • Pembatasan durasi layar (screen time)
  • Edukasi berupa video tutorial memasak
  • Edukasi berupa video tutorial memperbaiki rumah

3. Bidang Ekonomi dan Bisnis

Dengan menerapkan literasi digital pada bidang ekonomi dan bisnis, jangkauan pasar menjadi lebih luas tanpa kendala jarak. Selain itu, manajemen keuangan bisa lebih rapi. Contoh:

  • Migrasi UMKM ke e-commerce
  • Pencatatan keuangan menggunakan aplikasi digital
  • Promosi produk menggunakan media sosial

4. Bidang Sosial atau Kemasyarakatan

Literasi digital juga bisa diterapkan di bidang sosial untuk meningkatkan kepedulian masyarakat dan memudahkan mobilisasi. Contoh:

  • Penggunaan aplikasi Google Map atau Waze untuk navigasi saat berkendara
  • Pelaporan fasilitas publik yang bermasalah atau rusak menggunakan aplikasi pemerintah
  • Penggalangan dana menggunakan platform legal

Tantangan Penerapan Literasi Digital di Indonesia

Pada praktiknya, penerapan digital di Indonesia tidak selalu muncul. Ada tantangan yang masih sering dijumpai, seperti:

  • Kesadaran terhadap keamanan digital yang masih rendah, sehingga masyarakat rentan terhadap kejahatan siber.
  • Infrastruktur yang tidak merata, misalnya kualitas akses internet di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang berbeda jika dibandingkan wilayah perkotaan.
  • Edukasi terkait perangkat digital yang masih kurang terkadang membuat masyarakat tidak paham cara menggunakan perangkat digital yang aman.
  • Kesenjangan pengetahuan terkait literasi karena perbedaan pendidikan dan usia. Hal ini menimbulkan fenomena kelompok lansia yang kerap kali menjadi target utama penyebaran berita hoaks di grup.

Penutup

Ternyata materi literasi digital sangat diperlukan dalam menggunakan internet dan media sosial agar kamu menjadi bijaksana.

Kemampuan menguasai literasi digital memang tidak bisa didapatkan dengan cara instan. Tapi, berusahalah untuk memahami pilar literasi digital dan etika dalam menggunakan platform digital agar tidak mengalami masalah di kemudian hari.

Tidak perlu bingung saat memulai menerapkan pilar-pilar literasi digital. Kamu bisa mulai dari hal yang termudah atau kebiasaan kecil seperti mengecek sumber berita sebelum meneruskannya di grup keluarga.

Sebelum mengetik komentar pada sebuah artikel, biasakan membaca tulisan tersebut sampai selesai.

Jadikan gawai milikmu sebagai alat untuk tumbuh, bukan sumber kecemasan. Yuk, bangun ruang digital yang sehat, aman, dan produktif! 🤳

FAQ

Apa perbedaan literasi digital dan literasi media?

Literasi digital berfokus pada kemampuan teknis dan etis menggunakan perangkat serta platform digital, sedangkan literasi media menitikberatkan kemampuan mengevaluasi konten media secara kritis, baik digital maupun konvensional.

Apa saja empat pilar literasi digital menurut Kominfo/Komdigi?

Cakap Digital (Digital Skills), Aman Digital (Digital Safety), Budaya Digital (Digital Culture), dan Etika Digital (Digital Ethics), yang dikenal dengan CABE.

Siapa yang mencetuskan istilah literasi digital?

Istilah ini dipopulerkan oleh Paul Gilster lewat bukunya berjudul Digital Literacy yang terbit pada 1997.

Bagaimana cara mengukur tingkat literasi digital seseorang atau suatu daerah?

Di Indonesia, pengukuran dilakukan lewat Indeks Literasi Digital Indonesia (ILDI) yang disusun Komdigi bersama Katadata Insight Center, mencakup empat pilar CABE dengan skala penilaian 1–5.

Referensi:


Halaman:

Advertisement