Advertisement
Source : pixabay.com/@wal_172619-12138562

Materi Teks Editorial Kelas 12 SMA beserta Penjelasannya, Yuk Pelajari!

Ingin tahu materi teks editorial yang akan dipelajari di kelas 12 SMA? Simak penjelasannya berikut ini.

29 Agustus 2025 Lailla

2. Argumen

Bagian argumen atau penyampaian pendapat berisi tanggapan redaksi terkait isu yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya.

Redaksi akan memberikan bukti dan alasan untuk memperkuat teori. Tidak jarang pula ada pernyataan para ahli, data hasil penelitian, dan fakta berdasarkan referensi lainnya yang turut disertakan.

3. Penegasan

Bagian penegasan pada teks editorial berisi simpulan, rekomendasi, atau saran dari redaksi yang didukung fakta. Terkadang redaksi juga menyisipkan harapan untuk mengatasi masalah yang terjadi.

25 Contoh Soal Teks Editorial Kelas 12 beserta Jawabannya Lengkap

Materi Membedakan Fakta dan Opini pada Teks Editorial

Jika melihat struktur teks editorial yang terdiri dari tesis, argumen, dan penegasan, kamu akan menjumpai adanya fakta dan opini di dalamnya.

Fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi, tidak mudah dibantah, tapi bisa berubah apabila ditemukan fakta baru yang lebih akurat. Pada teks editorial, fakta disajikan dalam bentuk peristiwa serta data terkait hal yang sedang dibahas.

Ciri fakta pada teks editorial biasanya ditulis dengan kalimat fakta, misalnya:

  1. Pemerintah melakukan efisiensi anggaran untuk dialokasikan pada program pemeriksaan lansia gratis tahun 2025.
  2. Minat lansia mengikuti program cek kesehatan gratis meningkat jumlahnya dari 40 orang menjadi 100 orang.
  3. Dana yang digelontorkan untuk pemeriksaan lansia gratis mencapai 1 triliun.

Berdasarkan contoh kalimat fakta di atas, kamu bisa tahu bahwa peristiwa tersebut jelas terjadi.

Namun, kamu juga perlu cermat agar tidak salah saat membedakan fakta dengan opini. Jika sebelumnya fakta membahas hal yang jelas terjadi, maka opini memuat tanggapan redaksi untuk mendukung hal yang sedang dibahas.

Opini pada teks editorial masih berpotensi diperdebatkan dan dibantah. Akan sangat mungkin muncul banyak pendapat terkait suatu masalah yang disorot.

Ciri opini pada teks editorial biasanya disampaikan melalui penilaian, prediksi atau dugaan, kritik, harapan, dan masukan untuk menyelesaikan masalah. Contoh opini pada teks editorial:

  1. Kritik: Kenaikan minat lansia yang mengikuti program cek kesehatan gratis tidak sebanding dengan dana yang dikeluarkan dan tidak logis.
  2. Penilaian: Program pemeriksaan gratis bagi lansia tidak bisa dilihat semata-mata dari kondisi kesehatan awal saja. Sebab, di sisi lain ada lansia dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah yang tidak terdeteksi sakit padahal membutuhkan pemeriksaan.
  3. Prediksi: Redaksi menduga bahwa kenaikan jumlah lansia yang mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis belum tepat sasaran dan hanya mengejar target penambahan jumlah saja.
  4. Harapan: Dinas kesehatan terkait seharusnya lebih selektif dalam menyeleksi lansia yang layak mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis agar tepat sasaran.
  5. Saran: Caranya adalah dengan membentuk tim khusus di tingkat RT, RW, dan Kelurahan untuk memantau langsung kondisi lansia dan melakukan wawancara singkat apabila setelah pemeriksaan gratis ada tindak lanjut dari dinas kesehatan.

Materi Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Pahami kaidah kebahasaan teks editorial yang berbeda dengan teks lainnya. Kamu akan menemukan ciri bahasa jurnalistik pada bahasa yang digunakan dalam teks tersebut, seperti:

1. Penggunaan kalimat retoris, yaitu kalimat tanya yang tidak perlu dijawab. Dengan menulis kalimat retoris pada teks editorial, penulis ingin pembaca merenung, mendapatkan sudut pandang baru, bahkan tergugah untuk bergerak. Contoh: bukankah sebenarnya setiap lansia mendapatkan hak untuk diperiksa?

2. Penggunaan kata populer agar mudah dipahami pembaca. Contoh: kasak-kusuk, berdesakan

3. Penggunaan kata ganti penunjuk untuk menggambarkan waktu, tempat, kejadian, atau hal lain yang menjadi fokus teks editorial.
Contoh:
Sungguh, para lansia yang tidak mendapatkan kesempatan pemeriksaan kesehatan gratis nasibnya masih terlunta-lunta.
Berdasarkan hasil rapat, diputuskan bahwa hanya lansia yang sudah terdaftar di tingkat kecamatan saja yang bisa mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.

4. Penggunaan konjungsi kausalitas misalnya sebab, karena, oleh karena itu, dan sebagainya.
Contoh: Para lansia yang mendapatkan kesempatan pemeriksaan kesehatan gratis meningkat jumlahnya karena penambahan jumlah kuota oleh dinas kesehatan.

Halaman:

Advertisement