Mengenal Pendidikan Inklusif Kurikulum Merdeka dan Cara Penerapannya di Kelas
Apa yang dimaksud dengan pembelajaran inklusif? Seperti apa bentuk penerapannya ketika di kelas? Yuk, simak penjelasan Mamikos di artikel ini!
10. Peserta Didik Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)
Kategori terakhir adalah siswa dengan kesulitan fokus atau hiperaktivitas. Kelompok tersebut memerlukan strategi pembelajaran yang membantu menjaga perhatian, seperti tugas-tugas singkat dan lingkungan bebas distraksi.
Penerapan Pelaksanaan Pembelajaran Inklusif
Pelaksanaan pembelajaran inklusif itu pada dasarnya fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi siswa dengan maksud semua siswa mendapatkan pengalaman belajar yang nyaman dan efektif.
Modifikasi-modifikasi dalam penerapan pembelajaran inklusid dirancang untuk memastikan bahwa setiap siswa baik yang umum maupun yang berkebutuhan khusus mendapatkan kesempatan yang setara.
Supaya lebih mudah dipahami, berikut beberapa modifikasi penerapan pembelajaran inklusif di kelas:
1. Modifikasi Isi
Siswa Umum:
Materi yang diberikan pada siswa umum akan sesuai standar kurikulum. Artinya, materi disampaikan dengan level kesulitan yang rata-rata bisa dicerna oleh mayoritas siswa.
Siswa Berkebutuhan Khusus:
Isi materi mungkin perlu disesuaikan, bisa jadi lebih sederhana atau dijelaskan dengan cara yang lebih visual tergantung kebutuhan siswa. Misalnya, ada siswa yang membutuh gambar lebih banyak atau penjelasannya dipotong-potong agar tidak terlalu banyak informasi sekaligus.
2. Modifikasi Soal
Siswa Umum:
Biasanya soal yang diberikan sesuai standar. Dapat berupa pilihan ganda, esai, atau tugas yang sesuai dengan materi yang sudah diajarkan.
Siswa Berkebutuhan Khusus:
Soal yang digunakan dapat diubah formatnya, mungkin menggunakan bahasa yang lebih mudah atau dikasih tambahan pilihan jawaban. Misalnya, untuk siswa dengan gangguan penglihatan, soal bisa disediakan dalam huruf Braille atau dengan ukuran huruf yang lebih besar.
3. Modifikasi Alat
Siswa Umum:
Alat-alat yang digunakan oleh siswa pada umumnya seperti buku, alat tulis, dan perangkat multimedia seperti laptop atau proyektor yang mendukung kegiatan pembelajaran standar di kelas.
Siswa Berkebutuhan Khusus:
Sedangkan bagi siswa dengan kebutuhan khusus, diperlukan alat bantu tambahan yang disesuaikan dengan kondisi mereka. Sebagai contoh, siswa dengan gangguan pendengaran membutuhkan alat bantu dengar atau teks tertulis sebagai pengganti instruksi lisan.
Bagi siswa yang memiliki keterbatasan fisik, meja atau kursi yang bisa diatur sesuai kebutuhan fisik mereka juga perlu disiapkan agar mereka bisa belajar dengan nyaman.
Halaman:

