Mengenal 5 Tokoh Pahlawan Pejuang Kebangkitan Nasional serta Perannya
Selain peristiwa Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, terdapat peristiwa lain yang tidak kalah penting, yaitu Hari Kebangkitan Nasional. Para pahlawan yang berjuang pada Hari Kebangkitan Nasional memberikan kontribusi besar untuk Indonesia.
Siapakah Perintis Kebangkitan Nasional dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia?
Seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya, perintis Kebangkitan Nasional dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah dr. Sutomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, dan Soeradji Tirtonegoro.
Ketiga tokoh penting tersebut mendirikan satu organisasi yang sama, yaitu Budi Utomo.
Faktor Apa Saja yang Mendorong Kebangkitan Nasional?
Sebenarnya, apa saja faktor yang mendorong munculnya Kebangkitan Nasional?
Tentu tidak ada peristiwa besar tanpa ada latar belakang yang jelas. Sebenarnya, Kebangkitan Nasional dilatarbelakangi berbagai macam hal, diantaranya:
Faktor Internal
1. Kaum yang cerdik dan pandai semakin banyak.
2. Perlakuan diskriminatif, penindasan, serta penderitaan yang dialami rakyat.
3. Adanya pengaruh politik etis atau politik balas budi.
4. Kenangan terhadap kejayaan masa lalu yang pernah diraih, seperti kejayaan pada masa Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sriwijaya.
Faktor Eksternal
1. Kekalahan Rusia tahun 1905 setelah dilawan oleh Jepang, sehingga membuat bangsa Asia berani melawan bangsa barat.
2. Paham-paham baru yang masuk ke Indonesia, seperti paham dari Eropa dan Amerika berupa nasionalisme, sosialisme, liberalisme, serta demokrasi.
3. Kemunculan gerakan All Indian National Congres 1885 atau Gerakan Turki Muda serta Gerakan Gandhisme.
Pahlawan Kebangkitan Nasional Sebelum Tahun 1908
Pahlawan yang berjuang untuk Indonesia tidak hanya ada pada saat Kebangkitan Nasional saja.
Sebelum peristiwa Kebangkitan Nasional terjadi, banyak pahlawan sudah berjuang untuk memerdekakan Indonesia.
Pahlawan Kebangkitan Nasional yang perlu kamu ketahui diantaranya adalah:
1. Sultan Ageng Tirtayasa
Sultan yang berasal dari Kerajaan Banten ini memimpin kerajaan mulai tahun 1651 sampai tahun 1683. Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, Kerajaan Banten mengalami masa keemasan.
Bahkan, lokasinya menjadi tempat penting untuk perdagangan internasional, seperti dari negara Asia, Eropa, dan benua lainnya.
Perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa adalah melawan Belanda dan organisasi VOC yang bertujuan untuk menguasai perdagangan rempah-rempah.
Sayangnya Sultan Agung diserang oleh anaknya sendiri, yaitu Sultan Haji.
2. Sultan Hasanuddin
Sultan Hasanuddin adalah pahlawan penting yang memimpin kerajaan Gowa di Makassar, Sulawesi Selatan. Periode kepemimpinan Sultan Hasanuddin dimulai tahun 1653 sampai tahun 1669.
Banyak pedagang asing ingin menguasai rempah-rempah nusantara.
Sebagai wilayah penting di kawasan Indonesia Timur, Makassar memiliki peranan penting untuk perdagangan.
Strategi yang dijalankan Belanda adalah menggunakan politik devide et impera atau politik adu domba. Akibatnya, Makassar berhasil dikalahkan dengan bantuan Arung Palakka.
Sultan Hasanuddin harus menandatangani perjanjian Bongaya tahun 1667 yang berisi larangan berdagang di Makassar selain Belanda.
Halaman:

