14 Nama Suku Bangsa Provinsi Aceh dan Bahasa Daerahnya, Apa Saja?
Ingin tahu suku bangsa apa saja yang tinggal di Provinsi Aceh lengkap dengan bahasa daerahnya? Yuk, simak artikel ini hingga selesai!
4. Suku Alas
Masyarakat Suku Alas kebanyakan bermukim di Kabupaten Aceh Tenggara. Dalam kesehariannya mereka menggunakan bahasa Alas.
Bahasa Alas sendiri memiliki tiga dialek yakni dialek hilir, dialek tengah, dan dialek hulu. Secara etnis, masyarakat Suku Alas ini termasuk masyarakat Batak Utara.
Sebagian besar masyarakat suku Alas hidup di daerah pedesaan dan menjadikan sektor peternakan dan pertanian sebagai mata pencaharian mereka.
5. Suku Kluet
Suku Kluet atau yang sering disebut dengan Keluwet ini merupakan salah satu etnis rumpun Batak yang bermukim di kawasan Aceh Selatan.
Kebanyakan dari Suku Kluet ini tinggal di kecamatan Kluet Selatan, Kluet Utara, Kluet Timur, dan Kluet Tengah.
Bahasa yang digunakan suku Kluet ini adalah bahasa Kluet. Jika dilihat sepintas bahasa Kluet yang mempunyai tiga dialek yakni dialek dialek manggamat, dialek paya dapur, dan dialek Krueng Kluet ini memiliki kemiripan dengan bahasa Karo.
Masyarakat suku Kluet ini menggunakan sistem marga. Adapun marga besar yang ada di dalam suku Kluet yaitu Marga Pelis, Marga Selian, Marga Bencawan, Marga Pinem, dan Marga Caniago.
6. Suku Julu
Masyarakat Suku Julu ini kebanyakan tinggal di Kabupaten Aceh Singkil. Meski tinggal di kawasan suku Singkil, mereka enggan mengaku menjadi bagian dari suku Singkil.
Hal ini dikarenakan masyarakat suku Julu memiliki bahasa yang berbeda dengan bahasa yang digunakan masyarakat suku Singkil.
Suku Julu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Julu yang memiliki kekerabatan dengan bahasa yang digunakan masyarakat Pakpak.
Sebagian besar, masyarakat suku Julu menjadikan sektor pertanian sebagai mata pencarian utama. Banyak diantara suku Julu yang hidup sebagai petani di dataran tinggi dengan menanam sayur-sayuran dan umbi-umbian.
7. Suku Singkil
Suku Singkil merupakan salah satu suku di provinsi Aceh yang banyak bermukim di wilayah Aceh Singkil, Subulussalam, dan sebagian Aceh Selatan dan Aceh Tenggara.
Dalam kesehariannya, masyarakat suku Singkil berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Singkil yang juga sering disebut dengan bahasa julu, bahasa kampong, atau bahasa Pakpak Boang.
Sekilas bahasa Singkil ini memiliki kemiripan dengan bahasa Batak Karo. Hanya saja bahasa Singkil ini memiliki keunikannya tersendiri.
Salah satu keunikan sekaligus ciri khas yang dimiliki bahasa Singkil adalah huruf ‘r’ yang pengucapannya mirip dengan huruf ‘kh’.
Halaman:

