Advertisement
Source : Getty Images Signature/Muhammad Hudari

14 Nama Suku Bangsa Provinsi Aceh dan Bahasa Daerahnya, Apa Saja?

Ingin tahu suku bangsa apa saja yang tinggal di Provinsi Aceh lengkap dengan bahasa daerahnya? Yuk, simak artikel ini hingga selesai!

24 April 2024 Zuly Kristanto

12. Suku Devayan

Suku Devayan atau yang juga sering disebut dengan suku Simeulue ini merupakan komunitas suku bangsa yang banyak bermukim di daerah Pulau Simeulue.

Jika dilihat dari postur fisiknya, masyarakat suku Devayan ini termasuk ras Mongoloid. Hal ini dikarenakan mereka memiliki kulit yang kuning langsat dan mata yang sipit.

Dalam kesehariannya, masyarakat suku Devayan berbicara dengan menggunakan bahasa Simolol. Para penutur bahasa ini bermukim di kecamatan Teupah Selatan, Teupah Tengah, Teupah Barat, Alafan, Salang, dan Simeulue Timur.

13. Suku Haloban

Suku Haloban merupakan suku bangsa yang tinggal di kabupaten Aceh Singkil. Mereka tinggal di kecamatan di Pulau Banyak Darat.

Bahasa yang digunakan masyarakat Suku Haloban ini adalah bahasa Haloban. Mengenai bahasa ini memiliki banyak kesamaan dengan bahasa Denavan yang ada di pulau Simeulue.

Keberadaan Suku Haloban di wilayah provinsi Aceh termasuk suku minoritas di provinsi Aceh. Secara fisik suku ini berbeda dengan suku Aceh.

Hal ini dikarenakan suku Haloban masih termasuk ras Mongoloid sehingga mereka memiliki mata yang sipit dan kulit yang kuning.

Suku Haloban yang tinggal di kawasan provinsi Aceh banyak yang bermukim di desa Asantola dan desa Haloban.

10 Suku-suku yang Ada di Pulau Sumatera beserta Penjelasannya

14. Suku Jawa Sabrang Lor

Ada banyak suku Jawa yang telah lama tinggal di Aceh. Keberadaan suku Jawa yang tinggal di Aceh ini memiliki jejak kesejarahan yang panjang.

Mereka ini adalah keturunan dari pasukan Pati Unus atau Pangeran Sabrang Lor yang membantu Kesultanan Aceh melawan Portugis.

Hal inilah yang membuat keturunan Jawa yang tinggal di Aceh ini sering disebut dengan Jawa Sabrang Lor.

Kebanyakan dari mereka dapat dijumpai di Aceh Tamiang, Dataran Tinggi Gayo, Langsa, Singkil, dan Nagan Raya.

Dalam kesehariannya, mereka bicara dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko yang telah bercampur dengan bahasa daerah di Aceh.

Meski bersuku Jawa, tetapi masyarakat Jawa Sabrang Lor ini tidak mengenal tingkatan bahasa seperti masyarakat Jawa yang tinggal di Jawa.

Demikian informasi yang bisa disampaikan mengenai suku bangsa yang tinggal di provinsi Aceh. Semoga informasi ini bermanfaat.

Halaman:

Advertisement