Advertisement
Source : Canva/@ferlistockphoto

Niat Sholat Jamak Taqdim Dzuhur Ashar beserta Tata Caranya yang Benar

Sudah tahu belum niat sholat jamak taqdim Dzhuhur Ashar dan tata cara melaksanakannya? Yuk, pelajari di artikel ini.

7 Juli 2025 Lintang Filia

Niat Sholat Jamak Taqdim Dzuhur Ashar beserta Tata Caranya yang Benar – Sholat merupakan ibadah wajib yang tidak boleh ditinggalkan.

Namun dalam kondisi tertentu seperti sedang bepergian jauh atau mengalami kesulitan, Islam memberikan keringanan agar umat tetap bisa menjalankan sholat tanpa terbebani, yaitu dengan menjalankan sholat jamak taqdim untuk waktu Dzuhur dan Ashar. 🤲🏻

Lalu, bagaimana bacaan niat sholat jamak taqdim Dzuhur Ashar dan seperti apa tata cara melaksanakannya? Simak penjelasan lengkap di artikel ini, yuk. ✨

Apa itu Sholat Jamak?

niat sholat jamak taqdim Dzuhur Ashar
Canva/@ferlistockphoto

Dalam ajaran Islam, terdapat berbagai bentuk rukhshah atau keringanan dalam beribadah yang diberikan kepada umat Muslim dalam kondisi tertentu.

Salah satunya adalah keringanan dalam pelaksanaan sholat fardu. Misalnya, ketika seseorang sedang bepergian jauh atau menghadapi situasi yang menyulitkan untuk sholat tepat waktu, maka diperbolehkan melakukan sholat jamak.

Nah, sholat jamak sendiri adalah bentuk keringanan yang memperbolehkan penggabungan dua sholat wajib dalam satu waktu pelaksanaan.

Artinya, dua sholat dilakukan secara berurutan dalam satu waktu, tanpa jeda yang terlalu lama di antaranya. Keringanan ini memudahkan umat Islam untuk tetap menunaikan kewajiban sholat meskipun sedang dalam kondisi tidak biasa.

Sholat jamak terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

Bacaan Niat Sholat Tarawih dan Tata Caranya, Shalat Sendiri/Berjamaah

Sholat Jamak Taqdim

Shalat jamak taqdim adalah sholat jamak yang dikerjakan di waktu sholat pertama. Misalnya, sholat Dzuhur dan Ashar dilaksanakan berurutan di waktu Dzuhur, atau sholat Magrib dan Isya dilakukan di waktu Magrib.

Sholat Jamak Takhir

Berbeda dari taqdim, sholat jamak takhir dilakukan pada waktu sholat kedua. Contohnya, sholat Dzuhur dan Ashar dikerjakan di waktu Ashar, atau Magrib dan Isya dilaksanakan bersamaan di waktu Isya.

Dalil Sholat Jamak Taqdim

Setiap kemudahan dalam ibadah tentu memiliki dashar yang kuat dalam ajaran Islam, termasuk sholat jamak taqdim.

Melalui pemahaman tentang dalilnya, kita bisa melihat bahwa pelaksanaan sholat jamak taqdim bukan hanya diperbolehkan, tetapi juga menjadi bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya dalam situasi tertentu.

Berikut adalah penjelasan mengenai dalil yang mendasari kebolehan sholat jamak taqdim dalam Surah An-Nisa ayat 101:

وَاِذَا ضَرَبْتُمْ فِى الْاَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَقْصُرُوْا مِنَ الصَّلٰوةِۖ اِنْ خِفْتُمْ اَنْ يَّفْتِنَكُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ اِنَّ الْكٰفِرِيْنَ كَانُوْا لَكُمْ عَدُوًّا مُّبِيْنًا

Wa idzaa dlarabtum fil-ardli fa laisa ‘alaikum junaaḫun an taqshuruu minash-shalaati in khiftum ay yaftinakumulladziina kafaruu, innal-kaafiriina kaanuu lakum ‘aduwwam mubiinaa

Artinya: Dan apabila kamu berpergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar sholat(mu), jika kamu takut diserang oleh orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu. (Q.S. An-Nisa’ [4]: 101)

Selain itu, Rasulullah SAW juga mencontohkan adanya kemudahan dalam beribadah yang disebutkan adalah hadis yang diriwayatkan Anas r.a:

“Apabila Nabi hendak menjamak antara dua sholat ketika dalam perjalanan, beliau mengakhirkan sholat Dzuhur hingga awal waktu Ashar, kemudian beliau menjamak antara keduanya.” (H.R. Muslim)

Syarat Melaskanakan Sholat Jamak Taqdim

Meskipun sholat jamak merupakan bentuk keringanan, bukan berarti bisa dilakukan sembarangan. Ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi agar sholat jamak sah dilakukan dan sesuai dengan tuntunan syariat.

Tujuannya adalah agar kemudahan ini tidak disalahgunakan, melainkan dijalankan sebagaimana mestinya dalam situasi yang benar-benar membutuhkan. Berikut ini adalah beberapa syarat yang perlu diperhatikan sebelum menjamak sholat:

1. Sedang dalam perjalanan jauh

Sholat jamak diperbolehkan jika seseorang sedang dalam perjalanan yang cukup jauh, yakni sekitar dua marhalah atau kurang lebih 90 kilometer.

Perjalanan tersebut bukan perjalanan singkat atau rutin, tetapi perjalanan yang memakan waktu minimal dua hari menurut pendapat mayoritas ulama.

Halaman:

Advertisement