Perlukah Mencantumkan Hobi di dalam CV untuk Melamar Kerja?
Penulisan hobi di Curriculum Vitae seringkali diabaikan. Padahal, adanya keterangan hobi tersebut bisa memberikan kesan positif.
6. Menari atau dance
Hobi menari atau dance bisa kamu tulis di CV karena menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang kreatif. Tapi kamu perlu mempertimbangkan posisi yang kamu lamar jika akan mencantumkan hobi menari atau dance.
7. Mendengarkan musik
Penilaian HRD pada kandidat yang memiliki hobi mendengarkan musik bisa berbeda-beda. Namun, orang yang senang mendengar musik dianggap sebagai orang yang fokus, disiplin, dan tekun.
Hobi mendengarkan musik turut berpengaruh pada rasa fokus, tingkat kecemasan, suasana hati, memori, serta mental.
Masih ada hobi lain yang dapat kamu cantumkan pada CV. Sangat penting untuk mengetahui contoh minat dan hobi dalam CV sesuai bidang kerja.
Misalnya saja hobi yang cocok untuk melamar kerja di bank bisa membaca, dan hobi lain yang berkaitan dengan hitung-hitungan.
Perhatikan penulisan hobi dalam CV bahasa inggris karena perlu ditulis sesuai konteks.
Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Membuat CV
1. Cantumkan latar belakang pendidikan informal yang relevan
Seringkali pelamar ingin membuat HRD terkesan dengan mencantumkan banyak riwayat pendidikan informal, seperti kursus, pelatihan, short course, dan sebagainya. Memang tidak sepenuhnya salah.
Namun, cantumkanlah pendidikan informal yang relevan dengan lamaran yang ingin dituju. Misalnya saja jika kamu ingin melamar kerja sebagai akuntan, pelatihan brevet A dan B bisa menunjang CV.
2. Maksimalkan informasi pengalaman organisasi
Pelamar fresh graduate yang belum mempunyai pengalaman bekerja tetap bisa diterima dengan memaksimalkan pengalaman organisasi selama di kampus.
Usahakan untuk menulis jabatan beserta deskripsi pekerjaan yang dilakukan, sehingga HRD dapat mengetahui skill serta beban kerja yang kamu lakukan selama menjabat posisi tersebut.
3. Cantumkan skill yang kamu miliki
Mahir mengoperasikan komputer? Atau bisa berbicara banyak bahasa? Cantumkan kemampuanmu tersebut pada bagian skill atau keahlian.
Semakin relevan keahlian yang kamu miliki, akan semakin besar pula kesempatanmu direkrut HRD. Jika memungkinkan, cantumkan pula detail keahlian yang kamu miliki, seperti tahapannya.
4. Tidak melebih-lebihkan diri
Tujuanmu mengirim CV memang ingin membuat HRD terkesan. Namun, kamu tidak boleh melebih-lebihkan diri sampai berbohong.
Jika kamu berhasil diterima bekerja karena kebohonganmu, kamu akan mengalami kesulitan karena kamu tidak memiliki kemampuan seperti yang ditulis.
Selain itu, kariermu pun tidak akan bisa berkembang karena dianggap tidak memiliki skill yang diperlukan.
Halaman:


