Advertisement

Pengertian Cluster Sampling beserta Contoh dan Tekniknya Lengkap

Hasil riset dapat dimanfaatkan bagi masyarakat luas atau pihak tertentu untuk mendatangkan kebaikan. Meskipun dalam prosesnya diperlukan tahapan panjang, ketelitian, serta pengorbanan tertentu, tetap harus dilakukan secara tepat.

5 September 2023 Mamikos

3. Accidental atau Aksidental Sampling

Metode aksidental merupakan jenis penentuan berdasarkan kebetulan, siapa saja yang secara tidak langsung bertemu peneliti akan diteliti. Namun seseorang atau subjek tersebut harus sesuai dengan kriteria.

4. Purposive Sampling

Purposive merupakan metode penentuan menggunakan berbagai pertimbangan, pemilihan kelompok subjek didasarkan kriteria tertentu.

Kriteria atau karakter tersebut harus berhubungan dengan kasus dalam riset, atau berdasarkan tujuan serta permasalahan.

5. Saturation ( Sampling Jenuh)

Metode saturation dilakukan ketika semua anggota kelompok digunakan sebagai sampel, karena kuantitasnya relatif kecil, kurang dari 30 subjek.

Saturation sering disebut dengan istilah sensus, semua orang dijadikan sebagai sumber data.

Pengertian Proposal dari para Ahli, Struktur, Tujuan, Fungsi, Ciri dan Jenisnya

Lakukan Cluster Sampling dengan Langkah Ini 

Pertama, kamu perlu menentukan target audiens serta seberapa besar ukuran sampelnya, supaya lebih mudah. Kedua, amati sumber yang sudah ada, apabila belum tersedia, kamu dapat menciptakannya sendiri.

Lakukan pengujian atau evaluasi sumber berdasarkan pembagian kelompok serta cakupannya, jangan lupa sesuaikan dengan kebutuhan riset.

Ketiga, tentukan jumlah kumpulan dengan membagi anggota secara adil dan rata, masing-masing harus berbeda.

Keempat, pilih area secara random atau acak untuk sampling. Kelima, lakukan segmentasi berdasarkan lokasi geografis yang dikenal sebagai indikator paling umum digunakan, paling populer, dan sangat membantu.

Keenam, bentuk dan ciptakan subtipe, misalnya one stage, two stages, bahkan multiple stages sesuai penjelasan sebelumnya. Pastikan sudah sesuai dengan kebutuhan, ketersediaan dana dan tenaga, serta urgensi.

Kapan sebaiknya menggunakan metode cluster sampling, apakah dapat digunakan setiap waktu tanpa mempertimbangkan subjek? Tidak semudah itu, terdapat beberapa kondisi atau syarat tertentu yang perlu dipenuhi.

Misalnya, jika sebuah penelitian membutuhkan populasi luas, heterogen, atau mempunyai karakteristik berbeda satu sama lain.

Namun keterbatasan tenaga tidak memungkinkan, maka metode ini dapat diterapkan untuk mencari representasi paling pas.

Meskipun kelompok subjek tidak terlalu besar, namun jika waktu penelitian relatif singkat atau mempunyai urgensi mendesak, maka metode gugus atau cluster sampling ini menjadi solusi terbaiknya.

Metode penentuan sampel area juga dapat diterapkan ketika anggaran atau budget tersedia namun sangat terbatas. Sehingga dipilih representasi menggunakan cara ini agar lebih menghemat anggaran.

Elemen yang harus ada diantaranya, kelompok subjek luas, memiliki karakter umum yang bervariasi, namun tetap terdapat homogenitas di dalamnya.

Masing-masing kumpulan adalah representatif, mempunyai anggota tetap serta eksklusif.

Halaman:

Advertisement