Pengertian Cluster Sampling beserta Contoh dan Tekniknya Lengkap
Hasil riset dapat dimanfaatkan bagi masyarakat luas atau pihak tertentu untuk mendatangkan kebaikan. Meskipun dalam prosesnya diperlukan tahapan panjang, ketelitian, serta pengorbanan tertentu, tetap harus dilakukan secara tepat.
Teknik Cluster Sampling Contoh Seperti Apa?
Ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan, pertama berdasarkan jumlah langkah-langkah yang dilakukan.
Kedua, dari banyak kelompok hanya diambil satu perwakilan untuk dilakukan pengujian, sehingga dapat secara langsung diputuskan.
1. One Stage
Teknik one stage dilakukan melalui satu tahapan saja, tanpa mempertimbangkan langkah lain.
Contohnya sebuah yayasan ingin melakukan riset tentang anak-anak putus sekolah karena kekurangan biaya, untuk memberi bantuan.
Menggunakan metode one stage, yayasan tersebut dapat menentukan desa-desa tempat anak-anak putus sekolah.
Kemudian, pihak yayasan berdasarkan riset tersebut akan memberikan sejumlah bantuan langsung, baik berupa uang ataupun lainnya.
2. Two Stages
Two stages cluster sampling terdiri dari dua tahapan, hasilnya cenderung lebih baik daripada menggunakan teknik one stage.
Apa penyebabnya? Penyebabnya adalah variasi elemen lebih kaya, sehingga diperlukan seleksi lebih ketat.
Pada two stages ini, terpilih beberapa anggota dari setiap cluster dengan menerapkan metode sampling lain secara internal. Misalnya menggunakan sistem acak (random) atau simple random.
Contohnya, seorang pemilik bisnis ingin mengetahui data pabrik di seluruh wilayah Jawa Timur. Akan memakan banyak waktu serta biaya apabila pemilik usaha tersebut tidak menggunakan metode two stages.
Pemilik usaha tersebut akan menciptakan sampel dari para pekerja di berbagai pabrik berbeda menggunakan metode two stages. Kemudian akan dibagi lagi berdasarkan status operasional atau ukuran pabrik.
3. Multistage Cluster Sampling Adalah
Multiple stages hanya dapat dilakukan pada riset berlokasi di wilayah geografis tersebar dan luas.
Terdapat banyak langkah-langkah rumit yang perlu dilakukan, termasuk menciptakan listing untuk kebutuhan mencari data.
Contoh multiple stages yaitu, suatu perusahaan melakukan survei tentang tingkat literasi digital di Jawa Tengah.
Keseluruhan populasi Jawa Tengah dibagi menjadi kelompok kota, kemudian melakukan seleksi tentang aspek-aspek tertentu.
Kelebihan Cluster Sampling beserta Kekurangannya
Setiap cara penentuan memang mempunyai kelemahan serta kelebihan tersendiri, termasuk pengklusteran.
Kelemahannya yaitu, teknik ini tidak dapat diterapkan jika elemen belum terpenuhi, berbeda dengan teknik lain.
Pada tahap pembagian kelompok, potensi terjadinya human error dinilai cukup tinggi, sehingga dibutuhkan ketelitian ekstra. Apabila tidak teliti, bisa jadi hasil riset menjadi tidak akurat, bahkan jauh dari harapan.
Dari beberapa kelemahan tersebut, terdapat keunggulan lebih banyak serta menguntungkan pihak peneliti dalam prosesnya. Misalnya, lebih efisien, efektif, dari berbagai sisi, baik tenaga, waktu maupun anggaran.
Kamu juga dapat menjangkau kelompok lebih luas tanpa harus meneliti satu per satu, karena dilakukan dengan pemilihan representatif. Sehingga kamu bisa mengeliminasi variabel yang merugikan bagi riset saat itu.
Apabila seluruh prosedur dilaksanakan secara tepat, maka hasil riset akan menjadi sangat akurat. Namun peneliti harus mengikutsertakan semua elemen dengan proporsi yang tepat, menghindari human error.
Proses penentuan metode harus didasarkan dua hal penting, yaitu reliabilitas serta efisiensi.
Semakin kecil kesalahan terjadi, reliabilitas menjadi semakin kecil, sedangkan nilai varian rendah, reliabilitas menjadi tinggi.
Elemen atau unsur dalam riset saling berhubungan satu sama lain, tidak dapat dipisahkan. Semua teknik termasuk cluster sampling penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peneliti.
Halaman:

