Pengertian Teater Modern Indonesia serta Ciri-cirinya Lengkap
Pada konsep teater modern, seni teater mulai tumbuh dan berkembang di tengah keramaian kota dengan adanya pengaruh dari teori Barat.
Tentunya hal ini tak terlepas dari adanya Taman Ismail Marzuki yang turut serta memberikan warna dan corak teater Indonesia.
Serta adanya sayembara- sayembara yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta.
Bagaimana Ciri-ciri Teater Modern?
Berbeda dengan teater tradisional, pada pengertian teater modern memiliki ciri tersendiri. Adapun berikut ini adalah ciri-ciri teater modern yang perlu kamu ketahui:
- Menggunakan naskah dan diketahui nama penulisnya.
- Berfungsi menghibur tidak menggurui atau propagAnda
- Pemain dan penonton terpisah dalam gedung tertutup atau terbuka
- Pemain terlatih dan berlatih bukan spontanitas.
- Lakon cerita disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat
- Bahasa dialog pemain bernilai sastra
- Tempat / Panggung tertata sesuai kebutuhan naskah bahkan menggunakan layar.
- Menggunakan properti pentas yang dirancang lengkap dengan unsur artistiknya.
- Ilustrasi musik bebas disesuaikan dengan isi cerita dan kebutuhannya
- Waktu pertunjukan lebih pendek dan terbatas, dan terdapat penjualan tiket.
Beberapa Kelompok Teater Modern di Indonesia
Seni teater Indonesia telah melewati beberapa periode yang panjang untuk melahirkan sejumlah kelompok teater kenamaan yang legendaris di Indonesia.
Dilansir melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yuk kenalan dengan beberapa kelompok teater modern di Indonesia berikut ini.
1. Bengkel Teater W.S. Rendra
Nama WS. Rendra tentu sudah tidak asing bukan untuk didengar? Termasuk juga Bengkel Teater Rendra yang sempat dua kali berdiri di Yogyakarta pada 1961 dan di Depok pada 1986.
Sebagai seorang tokoh sastra dan teater di Indonesia, WS. Rendra menjadi barometer pertunjukan teater modern di Indonesia.
Hal ini menjadi alasan mengapa semua pertunjukan teater oleh grupnya juga ikut menjadi barometer pertunjukan teater modern.
2. Teater Koma
Disebut-sebut sebagai grup teater paling produktif di Indonesia, Teater Koma pentas pertama kali di Taman Ismail Marzuki pada 1977.
Pemilihan nama ‘Koma’ merujuk pada harapan agar kelompok teater ini dapat terus berkarya, tanpa henti dan tidak mengenal titik.
Teater Koma didirikan oleh Nano Riantiarno yang merupakan salah satu seniman teater, sutradara, aktor serta penulis naskah yang dihormati di Indonesia.
Dikenal memiliki banyak penggemar setia, kelompok teater ini membawakan banyak naskah dari Nano Riantiarno. Istri Nano, serta Ratna Riantiarno.
Halaman:


