Pengertian Teater Modern Indonesia serta Ciri-cirinya Lengkap
Pada konsep teater modern, seni teater mulai tumbuh dan berkembang di tengah keramaian kota dengan adanya pengaruh dari teori Barat.
1. Masa perintisan
Masa ini berlangsung pada 1885-125 yang diawali dengan hadirnya teater bangsawan.
Masyarakat kelas bawah pun mulai gemar enonton panggung tiruan Opera yang bercerita tentang kehidupan raja-raja dengan pakaian gemerlap dengan pengucapan dialog yang dinyanyikan.
Pada tahun 1891, dipimpin oleh August Mahie mulai berdiri Teater Stamboel di Surabaya yang membawakan cerita yang bertema timur tengah.
2. Masa kebangkitan
Masa ini berlangsung pada 1925-1941 diawali dengan munculnya kelompok Dardanella yang didirikan oleh A. Pierdro.
Pertunjukkan kelompok Dardanella ini sudah menggunakan bahasa Melayu Rendah.
Kemudian, hadir grup teater Miss Riboet Orion yang sukses pada zaman kolonial di Indonesia.
Pada tahun 1926, Rustam Effendi pun mulai menggunakan bahasa Indonesia untuk menulis naskah berjudul “Bebasari”. Hal ini menjadi awal dari kemunculan teater modern di Indonesia.
3. Masa perkembangan
Masa ini berlangsung pada 1942-1970, di mana pada tahun 1942 para penjajah Jepang mulai memberlakukan sensor terhadap karya-karya naskah lakon Indonesia.
Pada masa tersebut lahir beberapa penulis naskah, seperti Usmar Ismail (Liburan Seniman), Abu Hanifah (Taufan di Atas Asia) dan lainnya.
Kemudian, pasca Indonesia merdeka, Usmar Ismail, D. Djajakusuma dan Asrul Sani membentuk ATNI (Akademi Teater Nasional Indonesia).
Dimana ATNI dibentuk dengan maksud untuk pendorong keaktifan grup-grup teater di Indonesia dan pendidik calon-calon seniman teater Indonesia.
Pada periode tersebut, mulai banyak pengarang yang produktif dan menghasilkan karya berkualitas.
Contohnya Achdiat Karta Miharja dengan “Bentrokan dalam Asmara, Pakaian dan Kepalsuan”, Aoh K Hadimaja dengan “Lakbok, kapten Syap”, Sitor Situmorang dengan “Jalan Mutiara” dan lainnya.
4. Masa teater mutakhir
Masa ini berlangsung pada 1970-1980, di mana pada masa ini lahir teater-teater yang merupakan perintis dari ATNI.
Dua di antaranya ada Teater Populer yang dipimpin oleh Teguh Karya pada tahun 1968, dan Teater Lembaga yang dipimpin oleh D. Djajakusuma sebagai dosen ATNI, Pramana Padmodarmaya, dan Wahyu Sihombing sebagai mahasiswa angkatan Pertama ATNI.
5. Masa kontemporer
Masa ini berlangsung pada tahun 1980 hingga saat ini. Pada masa ini, pengarang-pengarang sudah banyak tersebar di seluruh daerah di Indonesia.
Mulai ada dewan kesenian, lembaga kesenian, dan studi kebudayaan yang turut serta mendukung lahirnya tokoh-tokoh teater Indonesia.
Halaman:


