Advertisement
Source : organisasi.co.id

Pengertian Zaman Mesolitikum, Sejarah, Ciri-ciri, Kebudayaan, Beserta Peninggalnya

Zaman Mesolitikum diperkirakan terjadi sekitar 10.000 hingga 5.000 tahun sebelum Masehi. Simak ulasan lebih lengkapnya terkait zaman Meskolitikum dalam artikel ini.

7 November 2023 Bella Carla

2. Homo Soloensis

Homo Soloensis dikenal karena penemuan fosilnya di Situs Ngandong, Jawa Tengah. Spesies Homo Soloensis diperkirakan hidup sekitar ribuan tahun sebelum masehi.

Memiliki tubuh dan tangan yang kuat, spesies manusia ini juga hidup sebagai pemburu dan pengumpul makanan serta mengandalkan peralatan batu yang mereka buat untuk bertahan hidup.

3. Homo Wajakensis

Homo Wajakensis merupakan jenis manusia yang ditemukan di Pulau Flores, Indonesia.

Penemuan utama dari jenis manusia purba ini adalah fosil Homo Floresiensis, yang juga dikenal sebagai ‘manusia hobbit’.

Nah, manusia hobbit ini dikenal dengan tubuhnya yang kecil dan memiliki tinggi badan kurang dari satu meter.

Dalam kehidupan sehari-hari, mereka hidup sebagai pemburu dan pengumpul makanan dengan menggunakan peralatan batu sederhana.

4. Homo Sapiens

Pada zaman Mesolitikum juga terdapat Homo Sapiens atau manusia modern dan menjadi spesies dominan di masa ini.

Homo Sapiens telah berevolusi dari nenek moyangnya yang semula sangat primitif.

Pada periode ini, mereka sudah memiliki kemampuan beradaptasi yang luar biasa terhadap lingkungan sekitar.

Homo Sapiens juga dapat hidup dalam kelompok-kelompok kecil yang sering berpindah-pindah guna mencari sumber daya alam yang mencukupi.

Catat! Ini Hasil Kebudayaan Zaman Paleolitikum beserta Penjelasannya dalam Sejarah

Peninggalan Zaman Mesolitikum dan Kebudayaannya

Kebudayaan zaman Mesolitikum meninggalkan jejak di Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan hingga Flores.

Secara tidak langsung, hal ini menunjukkan bahwa perkembangan kebudayaan Mesolitikum sudah meluas ke berbagai tempat di Indonesia.

Diketahui, pendukung kebudayaan zaman Mesolitikum adalah Homo sapiens.

Terkait peninggalan zaman Mesolitikum yang sangat terkenal adalah keberadaan budaya Kjokkenmoddinger dan berkembangnya abris sous roche. Untuk ulasan lebih lengkapnya bisa kamu temukan di bawah ini.

1. Kjokkenmoddinger

Berasal dari kata dalam bahasa Denmark ‘kjokken’ yang berarti dapur dan ‘modding’ berarti sampah. Dengan kata lain, Kjokkenmoddinger merupakan sampah dapur atau sampah makanan dari manusia purba di zaman Mesolitikum.

Kjokkenmoddinger adalah timbunan kulit siput dan kerang yang menggunung.

Manusia purba masa Mesolitikum kala itu tinggal di tepi pantai dengan rumah-rumah bertonggak dan hidup dengan mengkonsumsi siput dan kerang.

Setelah isian siput dan kerang diambil untuk dimakan, kulitnya kemudian dibuang begitu saja hingga dalam waktu lama menjadi bukit kulit kerang.

Kjokkenmoddinger ditemukan tepat di depan Pantai Sumatra Timur Laut, di antara Langsa di Provinsi Aceh dan Medan di Provinsi Sumatra Utara.

Halaman:

Advertisement