Advertisement
Source : organisasi.co.id

Pengertian Zaman Mesolitikum, Sejarah, Ciri-ciri, Kebudayaan, Beserta Peninggalnya

Zaman Mesolitikum diperkirakan terjadi sekitar 10.000 hingga 5.000 tahun sebelum Masehi. Simak ulasan lebih lengkapnya terkait zaman Meskolitikum dalam artikel ini.

7 November 2023 Bella Carla

2. Pebble

Kapak Sumatera atau Pebble ditemukan dari penelitian ahli arkeologi Pieter Vincent van Stein Callenfels pada tahun 1925.

Kala itu, Callenfels menemukan kapak yang berbeda dengan chopper, yakni kapak genggam dari zaman Paleolitikum.

Nah, pebble culture ini banyak sekali ditemukan di Sumatra Utara.

3. Batu Pipisan

Batu pipisan merupakan batu bata penggiling beserta landasannya yang pada masa sekarang fungsinya hampir mirip dengan cobek.

Batu pipisan ini berfungsi untuk menggiling makanan dan menghaluskan pewarna atau cat merah.

Cat tersebut diduga digunakan untuk kegiatan yang terkait kepercayaan. Batu pipisan ditemukan di Sumatra Utara, Bukit Remis di Aceh, Gua Prajekan Besuki di Jawa Timur, dan Sampung di Ponorogo.

4. Abris Sous Roche

Kebudayaan abris sous roche merupakan kebudayaan manusia purba yang tinggal di dalam gua-gua.

Manusia purba pada zaman Mesolitikum juga tinggal di gua yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia.

Karena difungsikan sebagai tempat tinggal, gua seolah-olah menjadi perkampungan manusia purba yang kemudian meninggalkan jejak-jejak kebudayaan.

Kebudayaan manusia purba pada masa Mesolitikum yang tinggal di gua-gua pun menciptakan kebudayaan-kebudayaan baru, yaitu kebudayaan tulang (bone culture) dan kebudayaan Toala.

5. Kebudayaan Tulang Sampung

Sampung bone culture (kebudayaan tulang) merupakan budaya manusia purba zaman Mesolitikum yang hidup di gua-gua untuk menggunakan alat-alat sehari-hari dari tulang.

Nama sampung bone culture sendiri berasal dari penemuan Callenfels di Gua Lawa, Jawa Timur yang sebagian besar merupakan peralatan dari tulang.

Von Stein Callenfels adalah peneliti pertama di Gua Lawa pada 1928-1931. Pada masa itu, ia menemukan alat-alat dari batu, seperti ujung panang dan flake, alat-alat dari tulang, batu-batu penggolingan, kapak yang sudah diasah, dan tanduk rusa.

6. Kebudayaan Toala

Kebudayaan Tala merupakan kebudayaan suku bangsa Toala yang mendiami gua-gua di Lamoncong, Sulawesi Selatan hingga akhir abad ke-19.

Kebudayaan ini meninggalkan flake, alat-alat dari tulang, hingga serpihan bilah. Ujung serpih yang runcing dapat menjadi alat penusuk untuk melubangi benda, seperti kulit.

Salah satu ciri khas dari kebudayaaan Toala adalah lukisan yang terdapat di gua-gua tempat tinggal warga suku Toala.

Lukisan ini seperti cap tangan dan lukisan babi hutan yang sudah dicat.

Hingga kini, peninggalan lukisan kebudayaan Toala masih dapat dilihat di Maros, Sulawesi Selatan.

Halaman:

Advertisement