Advertisement
Source : Canva/@anyaberkut

Penggunaan Kata “Di” Sesuai Kaidah Kapan Dipisah dan Digabung beserta Contoh Kalimatnya

Kalau kamu masih bingung bagaimana membedakan kata “di” yang dipisah atau digabung, wajib simak artikel ini sampai selesai!

1 Juli 2025 Lintang Filia

Penggunaan Kata “Di” Sesuai Kaidah Kapan Dipisah dan Digabung beserta Contoh Kalimatnya – Dalam penulisan bahasa Indonesia, kita sering menemukan kata di yang digunakan untuk berbagai keperluan.

Namun, masih banyak yang belum benar-benar memahami kapan di seharusnya ditulis terpisah dan kapan harus digabung. Padahal, kesalahan penulisan ini cukup sering terjadi. 🙌

Agar tulisanmu tetap sesuai kaidah bahasa Indonesia dan mudah dipahami, yuk, belajar tentang penggunaan kata di yang sesuai dengan kaidah bahasa melalui artikel Mamikos kali ini! ✨

Penggunaan Kata Di yang Benar

penggunaan kata di
Canva/@anyaberkut

Mengapa kita perlu menulis sesuai kaidah PUEBI atau EYD saat menggunakan bahasa Indonesia? Pertanyaan ini mungkin sering muncul, terutama saat dihadapkan dengan aturan-aturan yang terlihat sepele, seperti penulisan kata di.

Padahal, penggunaan bahasa yang sesuai kaidah sangat penting untuk menjaga kejelasan pesan dan meminimalkan kesalahpahaman dalam komunikasi tertulis, lho.

Salah satu contoh yang kerap menyebabkan kebingungan adalah penulisan di—kapan harus ditulis terpisah, dan kapan digabung? Nah agar tidak lagi keliru, mari Mamikos bahas bersama cara penggunaan kata di yang benar sesuai pedoman bahasa Indonesia.

6 Contoh Kalimat yang Menggunakan Kata Depan beserta Cara Penggunaannya yang Benar

A. Penggunaan Kata Di yang Dipisah (Kata Depan)

Salah satu aturan utama yang perlu diingat adalah ketika di berfungsi sebagai kata depan (preposisi), maka penulisannya harus dipisah dari kata yang mengikutinya.

Kata depan di ini biasanya digunakan untuk menunjukkan tempat, arah, waktu, atau lokasi tertentu. Misalnya di rumah, di sekolah, di Jakarta, atau di pagi hari.

1. Ciri Khas Di sebagai Kata Depan

  • Menunjukkan Lokasi/Tempat: Ini adalah fungsi paling dominan. Baik itu lokasi konkret (“di meja”) maupun lokasi abstrak (“di hati”).
  • Menunjukkan Arah: Meskipun “ke” lebih umum, “di” juga bisa mengindikasikan posisi relatif.
  • Menunjukkan Waktu (Tidak Umum, tapi Ada): Contohnya, “di pagi hari”.
  • Diikuti Kata Benda atau Keterangan Tempat: Kata setelah “di” umumnya adalah kata benda yang mewakili lokasi (misal: sekolah, pasar, rumah) atau kata keterangan yang menunjukkan posisi (misal: atas, bawah, sana, sini, dalam, luar).

2. Cara Menulis Di sebagai Kata Depan Disambung

Cara termudah untuk memastikan bahwa di adalah kata depan yaitu dengan mencoba menggantinya dengan kata pada atau ke.

Jika makna kalimat tetap utuh meski ada sedikit perbedaan nuansa, maka besar kemungkinan di dalam kalimat tersebut memang merupakan kata depan, dan penulisannya harus dipisah.

Contoh:

  • di taman → bisa diubah menjadi ke taman atau pada taman
  • di masa lalu → bisa diganti dengan pada masa lalu

Selain itu, dalam beberapa kasus, kata depan di juga dapat digantikan dengan kata dari, tergantung konteks kalimat. Misalnya, di sini bisa diubah menjadi dari sini jika memang konteksnya memungkinkan.

Namun, di sebagai kata depan tidak dapat diubah menjadi kata kerja aktif dengan menambahkan imbuhan me-. Contohnya, frasa di sana tidak bisa diubah menjadi me-sana, karena secara tata bahasa itu tidak tepat dan tidak memiliki arti yang valid.

150+ Contoh Kata Baku dan Tidak Baku beserta Artinya, + Pengertian dan Ciri-cirinya

3. Contoh Kalimat Di sebagai Kata Depan (Dipisah)

  • Buku itu tersimpan di atas lemari. (Bukan: diatas lemari)
  • Anak-anak bermain riang di halaman sekolah. (Bukan: dihalaman sekolah)
  • Pertemuan penting akan diselenggarakan di kantor pusat besok. (Bukan: dikantor pusat)
  • Dia sering menghabiskan waktu di perpustakaan kota. (Bukan: diperpustakaan kota)
  • Kami menemukan dompetnya jatuh di jalan. (Bukan: dijalan)
  • Udara terasa sejuk di pegunungan. (Bukan: dipegunungan)
  • Semua berkumpul di pagi hari sebelum memulai aktivitas. (Bukan: dipagi hari)
  • Siswa-siswa belajar dengan tekun di kelas. (Bukan: dikelas)
  • Kantor polisi berada di selatan pabrik gula. (Bukan: diselatan)
  • Mereka beristirahat di bawah pohon rindang itu. (Bukan: dibawah pohon)

Halaman:

Advertisement