15 Perbedaan Kalimat Fakta dan Kalimat Opini Beserta Contohnya

15 Perbedaan kalimat fakta dan kalimat opini beserta contohnya – Fakta dan opini adalah dua hal yang sering dituturkan dan dituliskan oleh banyak orang. Keduanya sama-sama menyampaikan ide, gagasan, dan pemikiran. Namun, ada juga beberapa perbedaan di antara fakta dan opini yang perlu kamu ketahui. Ada apa saja? Simak artikel di bawah ini, ya.

Memahami Fakta dan Opini

unsplash.com

Fakta dan opini memiliki definisi yang berbeda. Apabila fakta adalah peristiwa/kejadian/keadaan/persoalan/isu yang benar-benar ada ataupun terjadi dan dapat dibuktikan kebenarannya, sedang opini adalah pendapat atau sikap seseorang tentang keadaan atau suatu persoalan yang terjadi, baik masa lampau ataupun saat ini. 

Apa itu Fakta?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, fakta yaitu hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan. Sesuatu hal yang sifatnya benar terjadi dan juga memang ada. Fakta juga dapat dimaknai sebagai sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi dan tidak dapat disangkal lagi kebenarannya. 

Fakta berasal dari bahasa latin factus, yaitu semua hal yang dapat ditangkap oleh indra manusia dan terdiri dari data yang berasal dari keadaan nyata serta kebenarannya telah terbukti. Adapun kumpulan dari fakta yang berupa catatan disebut dengan data. Umumnya, fakta diyakini oleh masyarakat luas sebagai suatu kebenaran. Sebab, sudah mengalami kenyataannya dari dekat ataupun turut dianggap telah menginformasikan suatu pengalaman milik orang lain yang telah terjadi. 

Fakta pun turut memiliki aturan ketat untuk dapat disebut sebagai kebenaran, yaitu dapat terukur diamati, dan paling penting bisa dibuktikan. Bentuk dari fakta adalah informasi dan peristiwa yang berdasar kenyataan. Kenyataan itu yang kemudian dapat diuji melalui verifiability dan didukung oleh bukti, statistik, dan dokumentasi. Jadi, fakta baru dapat terverifikasi apabila telah disepakati oleh sekumpulan orang. 

Apa itu Opini?

Opini berasal dari bahasa Latin opinari yang memiliki arti berpikir atau menduga. Kata opini mengandung kata onis yang artinya harapan. Lalu, ada kata opinio, dalam bahasa Inggris kata tersebut berkaitan dengan option yang artinya pilihan dan hope artinya harapan. 

Leonardo W. Dood, sebelumnya mengungkapkan bahwa opini yaitu pendapat ataupun sikap seseorang yang berkaitan dengan keadaan atau suatu persoalan yang terjadi, baik pada masa lampau ataupun saat ini. Secara umum, hal yang mempengaruhi opini seseorang adalah latar belakangnya, seperti pola pikir, pengetahuan, dan lingkungan tempat dia tumbuh. Hal demikian itu yang dapat membuat opini satu orang dengan yang lainnya berbeda-beda. Kemudian, dikemukakan juga bahwa sifat dari opini adalah latent atau terpendam dan biasanya terlihat saat muncul suatu isu.

Faktanya, sifat latent memberi andil dalam bentuk unsur-unsur pasif, yakni dalam artian tidak bergerak atau sulit untuk dapat bergerak. Hal itu sebagai salah satu bentuk dari kelemahan publik, di mana tidak ada hubungan langsung antara minat dengan peminat maupun antara peminat dengan hal yang diminatinya. Sebab, suatu opini baru akan berkembang dan menjadi “kuat” apabila ada dukungan dari suatu kelompok. Leonardo W. Doob pun menjelaskan hal-yang merupakan standar dalam beropini. 

Ciri yang Membedakan dari Fakta dan Opini

Ciri-Ciri Fakta, yaitu:

1. Fakta mengandung kejadian yang nyata dan terdapat bukti

2. Fakta sifatnya objektif

3. Fakta tidak mengandung hal yang sifatnya pribadi, seperti dalam bentuk pendapat maupun sanggahan

4. Fakta dapat diuji kebenarannya dan juga bisa dipertanggungjawabkan

5. Fakta mengandung data akurat dan jelas

6. Fakta adalah kebenaran yang terverifikasi dan sudah terjadi

Ciri-Ciri Opini, yaitu:

1. Opini muncul pada forum diskusi yang resmi maupun tidak resmi

2. Opini tidak boleh keluar jalur dan harus sesuai dengan topik pembahasan 

3. Opini memiliki sifat yang subjektif

4. Opini mengandung pendapat suatu individu ataupun kelompok

5. Opini umumnya tidak dibarengi dengan fakta 

6. Opini terbagi dalam dua macam, yaitu positif dan negatif

7. Opini mengandung kata-kata yang sifatnya relatif

8. Opini belum terverifikasi kebenarannya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan

9. Opini mengurai dan menjelaskan suatu hal tertentu

Jenis Kalimat Fakta 

1. Kalimat Fakta Umum 

Pada kalimat fakta umum, kalimat tersebut memiliki kebenaran yang berlaku sepanjang waktu dan berlaku secara luas.

Contoh:

1. Kucing, anjing, jerapah, badak, dan harimau adalah binatang berkaki empat.

2. Terdapat tiga pembagian waktu di Indonesia, yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Timur (WIT), dan Waktu Indonesia Tengah (WITA).

2. Kalimat Fakta Khusus

Kalimat fakta khusus yaitu kalimat fakta yang hanya berlaku tidak untuk selamanya (sementara) atau pada waktu tertentu saja. 

Contoh:

1 .Di Bali menunjukkan pukul 4 pagi 
2. Ibu Kota Indonesia terletak di Jakarta 
3. Presiden Republik Indonesia adalah Joko Widodo 
4. Serial kartun Doraemon tayang setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 7 pagi 
5. Harga tertinggi iPhone mencapai 30 juta rupiah 

Jenis-jenis Opini

unsplash.com

Secara umum, terdapat empat jenis opini, yaitu:

1. Opini Pribadi 

Opini pribadi memiliki pengertian sebagai pandangan atau pendapat seseorang terhadap suatu hal yang cenderung tidak terpengaruh maupun dipengaruhi oleh orang lain. Secara umum, pendapat pribadi akan lebih sering dipendam oleh seseorang itu dan tidak dituturkan secara luas karena sifatnya yang pribadi. Namun, hal ini tidak bersifat saklek atau tidak dapat diganggu gugat karena aturan yang terikat. Pada momen tertentu, opini pribadi dapat dikemukakan secara publik.

2. Opini Kelompok

Opini kelompok adalah pandangan atau pendapat suatu kelompok terhadap hal yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak. Oleh karena itu, opini tersebut bisa terdiri dari mayoritas dan minoritas yang ditandai dengan jumlah (kuantitas) pendapat pro dan kontra terhadap adanya suatu peristiwa.

3. Opini Publik 

Opini publik adalah pendapat atau pandangan yang ada dan terbentuk dalam diri seseorang setelah dia berbicara atau berbincang dengan orang lain. Jadi, opini publik itu umumnya hadir dari suatu diskusi saat menghadapi suatu persoalan atau permasalahan tertentu. Diskusi itu yang nantinya dapat menghasilkan suatu kesimpulan dan menjadi opini publik bersama. 

4. Opini Umum 

Opini umum adalah pendapat atau pandangan yang ada dan berlaku di suatu lingkungan masyarakat. Jadi, masyarakat tersebut memiliki pandangan yang sama satu sama lainnya terkait suatu kejadian dan tidak menimbulkan pro dan kontra. 

Penilaian atau standar dari kompeten atau tidaknya suatu opini terikat pada syarat-syarat berikut ini: 

1. Fakta
2. Nilai
3. Opini kelompok
4. Potensi

Demikian, opini terbentuk oleh suatu kelompok secara selektif. Oleh karena itu, masing-masing persoalan secara tidak sengaja ataupun sengaja selalu memiliki kelompoknya masing-masing. 

Kemudian, ada pula beberapa batasan yang menjadi tolok ukur dari kemampuan suatu opini, sebagai berikut:

1. Perhatian seseorang pada suatu isu, masalah, ataupun persoalan bergantung pada pengetahuan dan pendidikannya

2. Kebijakan yang biasanya lebih bergantung pada penilaian berdasar fakta dan nilai opini itu sendiri 

3. Faktanya, masing-masing permasalahan memiliki banyak sudut pandang dan sisi. Sehingga opini terdiri dari banyak kelompok

4. Terdapat suatu standar yang menjadi ukuran dalam menyelesaikan persoalan, terlebih permasalahan sosial yang biasanya memiliki ciri khasnya masing-masing. Hal tersebut bergantung dari suatu pengalaman, perasaan, mental, lingkungan, dan ide yang ada dan tersebar dalam suatu kelompok.

Contoh Perbedaan Kalimat Fakta dan Opini 

1.Opini: Jika jumlah kasus positif Covid-19 mencapai lebih dari 20 ribu per harinya, pemerintah akan memberlakukan PPKM Mikro Darurat.
Fakta: Pemerintah menerapkan PPKM Mikro darurat dengan bahan acuan  indikator rata-rata kasus harian yang lebih dari 20 ribu dan jumlah keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) nasional mencapai 70%.

2. Opini: Kelihatannya saya sudah bisa berjalan keluar tanpa masker. Saya sudah divaksin Covid-19 kemarin, pasti antibodi dalam tubuh sudah terbentuk.
Fakta: Menurut Nicole Lovine, Pakar Penyakit Menular dan Kepala Epidemiologi di Rumah Sakit University of Florida Health, rata-rata dibutuhkan setidaknya waktu 10 sampai dengan 14 hari untuk membangun sejumlah antibodi. 


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta