Advertisement
Source : Canva/Olivier Le Moal

7 Perbedaan Kepribadian Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert, Kamu yang Mana?

Sudah tahu kamu tipe yang mana? Yuk, kenali berbagai jenis kepribadian di artikel ini!

27 Oktober 2025 Lintang Filia

Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk recharge energi. Ada yang memilih rebahan sambil baca buku di kamar, ada juga yang baru merasa lebih bersemangat kalau sudah bertemu banyak orang. Bahkan ada yang bisa keduanya.

Perbedaan sederhana tersebut sebenarnya bisa menggambarkan tipe kepribadianmu, lho. Apakah kamu termasuk introvert, ekstrovert, atau ambivert yang berada di antara keduanya? 🤔

Nah, agar lebih memahami perbedaan kepribadian introvert, ekstrovert, dan ambivert, kita perlu melihat dulu bagaimana teori kepribadian ini berawal dari pemikiran Carl Gustav Jung. 📖

Tipe Kepribadian Menurut Jung, Introvert dan Ekstrovert

perbedaan kepribadian introvert ekstrovert dan ambivert
Canva/Olivier Le Moal

Konsep kepribadian yang kita kenal sekarang banyak dipengaruhi oleh pemikiran Carl Gustav Jung, seorang psikiater dan psikolog asal Swiss yang dikenal sebagai murid sekaligus penerus gagasan Sigmund Freud.

Jung berkontribusi besar dalam pengembangan psikologi analitik dan menjadi tokoh penting yang memperkenalkan istilah introvert dan ekstrovert untuk pertama kalinya pada awal abad ke-20.

Dikutip dari buku Psikologi Kepribadian Jilid 1 yang ditulis oleh Rr. Hesti Setyodyah Lestari, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Andia Kusuma Damayanti, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menurut Jung, kepribadian manusia pada dasarnya terbagi menjadi dua sikap dasar, yaitu ekstrovert dan introvert.

4 Tes Kepribadian: Tes Kepribadian dengan Gambar Serta Artinya

Ekstrovert

Orang ekstrovert cenderung berorientasi ke dunia luar. Mereka mendapatkan energi dari interaksi sosial, aktivitas, dan pengalaman eksternal. Individu dengan kecenderungan ekstrovert biasanya terlihat lebih terbuka, ekspresif, mudah bergaul, dan nyaman berada di tengah banyak orang.

Introvert

Sementara itu, orang introvert justru lebih berfokus pada dunia dalam dirinya sendiri. Mereka memperoleh energi dari waktu yang dihabiskan sendirian, merenung, atau berpikir mendalam.

Sosok introvert biasanya lebih reflektif, tenang, dan lebih berhati-hati dalam berinteraksi. Mereka cenderung memproses sesuatu secara internal sebelum mengekspresikannya keluar.

Fungsi Psikologis Jung

Namun, Jung tidak berhenti sampai di situ. Masih dikutip dari sumber buku yang sama, Jung juga mengidentifikasi empat fungsi psikologis utama yang membentuk cara seseorang berpikir, merasakan, dan memandang dunia, yaitu:

  • Pemikiran (Thinking): mengandalkan logika, penalaran, dan analisis objektif dalam mengambil keputusan.
  • Perasaan (Feeling): berfokus pada nilai-nilai personal, empati, dan penilaian berdasarkan emosi.
  • Sensasi (Sensing): berorientasi pada pengalaman konkret, fakta, dan hal-hal yang dapat diamati langsung oleh indra.
  • Intuisi (Intuition): cenderung mengandalkan persepsi abstrak, ide, dan kemungkinan yang belum terlihat nyata.

Kombinasi antara dua sikap dasar (ekstrovert–introvert) dan empat fungsi psikologis tersebut yang kemudian menghasilkan delapan tipe kepribadian utama menurut Jung.

Perkembangan dan Munculnya Kepribadian Ambivert

Menariknya, meskipun Jung hanya membedakan dua sikap dasar, ia juga mengakui bahwa tidak semua orang bisa digolongkan sepenuhnya ke dalam salah satu ekstrem.

Dari sinilah muncul gagasan tentang orang-orang yang berada di tengah-tengah. Mereka yang bisa bersikap terbuka seperti ekstrovert, namun juga menikmati waktu sendiri layaknya introvert.

Nah, konsep inilah yang kemudian berkembang menjadi istilah “ambivert.” Istilah tersebut berasal dari gabungan kata Latin ambi- (keduanya) dan -vert (berbelok).

Halaman:

Advertisement