Advertisement
Source : Canva.com/@pixelshot

Perbedaan Will dan Would beserta Contoh dan Aturan Penggunaannya yang Benar

Meski memiliki arti sama yaitu “akan” dan “ingin” tapi will dan would memiliki banyak perbedaan. Simak apa saja perbedaan, aturan dan contohnya di sini!

25 April 2024 Citra

3. Kebiasaan di Masa Lalu

Digunakan untuk menggambarkan tindakan yang berulang di masa lalu.

Contoh: “She would write letters to her pen pal in France every month without fail.” (Dia akan menulis surat kepada sahabat penanya di Prancis setiap bulan tanpa terlewat.)

4. Pilihan atau Keinginan

Would digunakan untuk menyatakan pilihan atau preferensi, terutama dalam situasi yang lebih bersifat teoretis atau kurang konkret.

Contoh: “He would opt to work from home if the company allowed it.” (Dia akan memilih untuk bekerja dari rumah jika perusahaan mengizinkannya.)

150+ Contoh Kalimat Simple Present Tense beserta Artinya Lengkap

Perbedaan Will dan Would

Perbedaan will dan would akan Mamikos beritahukan lewat penjelasan berikut ini:

a. Menyatakan Permintaan yang Sopan (Polite Request)

Baik “will” maupun “would” dapat digunakan untuk meminta izin atau bantuan, dengan “will” umumnya digunakan dalam situasi yang lebih informal dan “would” dalam situasi yang lebih formal atau sopan.

Contoh:

Will: “Will you help me with this homework?” (Maukah kamu membantuku dengan PR ini?)

Rumus: Subject + will + V1

Would: “Would you mind speaking a little quieter?” (Apakah kamu keberatan berbicara sedikit lebih pelan?)

Rumus: Would + subject + mind + V-ing (Ingat bahwa “mind” diikuti oleh gerund atau V-ing karena adalah kebiasaan dalam permintaan yang sopan)

b. Membentuk Kalimat Kondisional (Conditional Sentences)

Perbedaan dalam penggunaan “will” dan “would” terlihat jelas dalam kalimat kondisional:

Conditional Sentence Type 1 (Realisasi kemungkinan tinggi di masa depan)

  • If Clause: If + subject + V1 (present simple)
  • Main Clause: Subject + will + V1

Contoh: “If the wind picks up, the kite will fly higher.” (Jika angin makin kencang, layang-layang itu akan terbang lebih tinggi.)

Conditional Sentence Type 2 (Realisasi kemungkinan rendah di masa sekarang):

  • If Clause: If + subject + V2 (past simple)
  • Main Clause: Subject + would + V1

Contoh: “If rabbits could talk, they would probably demand more treats.” (Jika kelinci bisa berbicara, mereka mungkin akan meminta lebih banyak camilan.)

Conditional Sentence Type 3 (Spekulasi tentang hasil lain di masa lalu)

  • If Clause: If + subject + had + V3 (past perfect)
  • Main Clause: Subject + would have + V3

Contoh: “If we had known about the deal, we would have invested in that project.” (Jika kami telah mengetahui tentang kesepakatan itu, kami akan telah berinvestasi di proyek tersebut.)

Halaman:

Advertisement