Advertisement
Source : Canva.com/@pixelshot

Perbedaan Will dan Would beserta Contoh dan Aturan Penggunaannya yang Benar

Meski memiliki arti sama yaitu “akan” dan “ingin” tapi will dan would memiliki banyak perbedaan. Simak apa saja perbedaan, aturan dan contohnya di sini!

25 April 2024 Citra

Kapan Kita Harus Menggunakan Kata Will dan Would?

Saat mempelajari perbedaan will dan would, kamu pasti bertanya-tanya kapan harus menggunakan kata will dan would?

Berikut ini adalah penjelasan aturan penggunaan untuk kedua kata ini yang benar:

A. Will

Kata will dapat digunakan untuk hal-hal berikut ini:

1. Mengungkapkan Masa Depan

Will digunakan untuk membuat pernyataan tentang masa depan, mengindikasikan bahwa suatu kejadian diharapkan terjadi atau sudah direncanakan.

Contoh: I will travel to Japan next year. (Aku akan liburan ke Jepang tahun depan)

2. Keputusan Spontan

Digunakan untuk menyatakan keputusan yang diambil pada saat berbicara, bukan keputusan yang telah dipikirkan sebelumnya.

Contoh: It’s hot in here. I will open the window. (Panas sekali di sini. Aku akan membuka jendela)

3. Janji, Ancaman, dan Tawaran

Will sering digunakan untuk membuat janji atau ancaman serta untuk menawarkan sesuatu.

Contoh janji: “I will always love you.” (Aku akan selalu mencintaimu)

Contoh ancaman: “I will find out who did this.” (Aku akan mencari tahu siapa yang berbuat seperti ini)

Contoh tawaran: “I will help you with your homework.” (Aku akan membantu mengerjakan PR-mu)

4. Kemungkinan

Digunakan untuk mengungkapkan kemungkinan atau prediksi di masa depan, sering kali berdasarkan opini atau pengalaman sebelumnya.

Contoh: “They will ask a lot of questions; they’re very curious about new topics.” (Mereka akan mengajukan banyak pertanyaan; mereka sangat penasaran tentang topik baru.)

16 Tenses Bahasa Inggris beserta Contoh Kalimat Positif, Negatif, dan Tanya Lengkap

B. Would

Kata would dapat digunakan untuk hal-hal berikut ini:

1. Hipotesis

Would digunakan untuk berbicara tentang situasi hipotesis, khususnya dalam conditional sentence tipe 2, yang menunjukkan situasi yang tidak mungkin terjadi pada saat ini.

Contoh: “She would become a professional athlete if she were younger.” (Dia akan menjadi atlet profesional jika dia lebih muda.)

2. Kesopanan

Would sering digunakan untuk membuat permintaan atau pertanyaan yang lebih sopan.

Contoh Permintaan: “Would you mind closing the door?” (Apakah Anda bersedia menutup pintunya)

Contoh Pertanyaan: “Would you care to taste some of our homemade apple pie?” (Apakah Anda ingin mencicipi pai apel buatan kami?)

Halaman:

Advertisement