Advertisement
Source : Canva/@RDNE Stock project

9 Aplikasi Investasi Syariah yang Legal Terdaftar OJK 2024, Cocok untuk Pemula

Anda ingin berinvestasi tanpa riba? Ketahui aplikasi investasi syariah yang terdaftar OJK 2024 di artikel ini.

14 Juni 2024 Lintang Filia

2. Kriteria Perusahaan

Tidak semua sekuritas atau perusahaan investasi dapat dengan mudah memiliki izin atau pengelolaan secara syariah, lho.

Perusahaan tentu harus memenuhi dan mematuhi kriteria syariah seperti utang tanpa bunga, minimalnya pendapatan yang tidak sesuai hukum syariah, dan wajib menerapkan pengelolaan yang sudah ditentukan,

Sebaliknya, saham konvensional tidak memberlakukan atau menerapkan prinsip hukum syariah Islam dalam pengelolaan perusahaannya.

3. Proses Screening yang Berbeda

Reksadana yang diperjualbelikan di aplikasi investasi syariah sebelumnya juga harus melalui proses screening atau monitor oleh lembaga otoritas untuk memastikan bahwa reksa dana sesuai dengan kriteria syariah.

Biasanya proses screening dilakukan secara berkala untuk menjamin bahwa reksa dana tersebut tetap berada pada jalur yang ditentukan hukum syariah.

4. Adanya Instrumen Pendukung pada Investasi Syariah

Perbedaan yang paling mencolok dari investasi syariah dan konvensional adalah bahwa investasi syariah didukung oleh lembaga keuangan lainnya, seperti halnya sukuk, reksadana syariah, atau bank syariah.

Instrumen-instrumen  pendukung tersebut ini dirancang untuk memenuhi prinsip syariah dan memberikan alternatif investasi yang sesuai dengan ajaran Islam.

Investasi konvensional didukung oleh berbagai instrumen keuangan konvensional seperti obligasi biasa, reksadana konvensional, dan bank konvensional yang tidak terikat oleh aturan syariah.

Tips Investasi Syariah bagi Pemula

Mungkin banyak dari Anda yang masih kebingungan untuk memulai investasi syariah di aplikasi yang tersedia. Padahal, investasi adalah pilihan yang baik untuk mengelola keuangan, lho.

Nah, bagi Anda yang baru ingin memulai berinvestasi di aplikasi syariah, berikut tips dari Mamikos.

1. Pahami Prinsip-Prinsip Syariah

Sebelum memulai investasi, pastikan Anda memahami dasar-dasar investasi syariah seperti yang sudah Mamikos jelaskan di bagian atas.

Prinsip-prinsip utama yang harus diikuti termasuk larangan riba (bunga), gharar (ketidakpastian), dan maysir (spekulasi).

2. Mulai dengan Nominal Kecil

Sebaiknya, Anda memulai investasi dengan jumlah yang kecil terlebih dahulu. Sambil berinvestasi, Anda bisa sambil mempelajari cara kerja reksa dana yang dibeli. Sehingga ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, risiko yang didapat juga kecil.

Setelah nantinya Anda memahami alur dan juga sudah terbiasa, silakan untuk meningkatkan jumlah investasi.

Halaman:

Advertisement