Rangkuman Materi PAI Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka dan Penjelasannya
Penjelasan lengkap dari materi Pendidikan Agama Islam kelas 10 SMA untuk kurikulum merdeka dapat kamu simak dan baca di artikel terbaru Mamikos ini.
BAB IV: Asuransi, Bank, dan Koperasi Syariah untuk Perekonomian Umat dan Bisnis yang Maslahah
Mungkin kamu sudah sering mendengar dan melihat pertumbuhan serta perkembangan aktivitas ekonomi yang berlandaskan pada syariat Islam yang juga lebih dikenal dengan istilah ekonomi syariah di masyarakat.
Aktivitas tersebut berkaitan erat dengan industri jasa keuangan sehingga muncul istilah Unit Usaha Syariah (UUS) antara lain Asuransi Syariah, Perbankan Syariah, Koperasi Syariah, Pegadaian Syariah dan lain sebagainya.
Hal ini tentu saja lumrah terjadi, mengingat tatanan sosial ekonomi dalam masyarakat yang berubah dan semakin membutuhkan nilai-nilai religius pada setiap aspek kehidupan demi rida Ilahi.
Sistem ekonomi Islam (ekonomi syariah) punya karakteristik yang berbeda dengan sistem ekonomi umum yang mungkin kamu ketahui.
Ekonomi syariah adalah sebuah sistem ekonomi yang adil dan menjamin bahwa kekayaan tidak hanya berputar dan terkumpul pada satu kelompok, tetapi tersebar di semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
BAB V: Meneladani Peran Ulama Penyebar Ajaran Islam di Indonesia
Apakah kamu mengetahui bahwa kedatangan Islam di Indonesia berkat jasa para ulama yang menyebarkan Islam secara damai dan tawadhu. Sehingga saat ini mayoritas penduduk Indonesia memeluk Islam sebagai agamanya.
Penting untuk kamu ketahui juga bahwa agama Islam di Indonesia punya karakteristik yang berbeda dengan agama Islam di Mesir, Arab Saudi dan lainnya.
Hal tersebut dikarenakan sejarah masuknya Islam di Indonesia yang memang punya latar belakang serta garis sejarahnya sendiri.
Kemudahan atas syarat-syarat untuk masuk agama Islam menjadi alasan mengapa agama Islami mudah diterima oleh masyarakat Indonesia.
Untuk menjadi seorang muslim yang baik, seseorang harus mengucapkan dua kalimat syahadat, yakni syahadat tauhid dan syahadat rasul.
BAB VI: Menjauhi Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina untuk Melindungi Harkat dan Martabat Manusia
Ketika Rasulullah Saw. melaksanakan perjalanan Israβ dan Miβraj, dengan didampingi Malaikat Jibril, beliau diperlihatkan sekelompok orang yang di hadapannya disediakan daging segar, namun mereka justru lebih memilih untuk memakan daging yang telah busuk.
Kemudian Malaikat Jibril menjelaskan pada Rasulullah bahwa itu merupakan siksaan dan kehinaan bagi mereka yang telah melakukan perbuatan zina dan perselingkuhan.
Mereka memilih menduakan pasangannya seolah-olah memakan daging yang telah busuk, sedangkan faktanya mereka telah memiliki pasangan yang halal dan sah di mata hukum agama dan negaranya.
Memang faktanya, ada banyak sekali dampak negatif dari perbuatan zina, sehingga sudah sepatutnya menjadi bahan renungan serta refleksi bagi masyarakat luas.
Selalu berhati-hatilah, jaga diri dan minta selalu pertolongan Allah supaya tidak terjerumus pada pergaulan bebas yang melampaui batas dan meninggalkan norma-norma agama.
BAB VII: Hakikat Mencintai Allah Swt., Khauf, Rajaβ, dan Tawakal Kepada-Nya
Apakah kamu mengetahui jika perilaku manusia adalah cerminan dari akidahnya? Jika akidah seseorang bagus, maka akan mudah terlihat dari perilakunya sehari-hari.
Begitu juga sebaliknya, apabila akidah seseorang itu rusak, maka buruk pula perilakunya dalam keseharian.
Maka dari itu, akidah dan keimanan harus tertanam dalam diri seseorang sejak mereka kecil karena itu adalah landasan. Seseorang tak akan mampu mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari jika akidah mereka tidak lurus.
Menanamkan akidah menjadi seruan pertama yang disampaikan Rasulullah saat beliau mengemban misi kenabian. Akidah menjadi pondasi dan landasan utama dalam membangun peradaban umat manusia di dunia.
Jika akidah sudah tertanam dengan baik dalam diri seseorang maka sikap dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari akan terlihat dengan nyata.
Hingga seseorang tersebut akan menjadi manusia agung karena memiliki keberanian, kemuliaan, dan toleran terhadap sesama tanpa terkecuali.
Halaman:




