Advertisement
Source : Getty Images/Korrawin

Rangkuman Materi PAI Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka dan Penjelasannya

Penjelasan lengkap dari materi Pendidikan Agama Islam kelas 10 SMA untuk kurikulum merdeka dapat kamu simak dan baca di artikel terbaru Mamikos ini.

17 Juli 2025 Nana

Rangkuman Materi PAI Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka dan Penjelasannya — Apabila kamu ingin mempelajari seperti apa materi PAI kelas 10 SMA dari kurikulum merdeka, maka kamu dapat menyimak uraian lengkap Mamikos di sini.

Sebab dengan mempelajari rangkuman materi PAI kelas 10 SMA dengan saksama, kamu bisa lebih siap untuk menghadapi pelajaran dan jika akan diadakan ulangan dadakan.

Oleh karenanya, simak rangkuman materi PAI Kelas 10 SMA di sini sampai selesai. 📚✍️

Terkini! Rangkuman Materi PAI Kelas 10 dan Penjelasan Lengkapnya

Rangkuman Materi PAI Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka dan Penjelasannya
Getty Images/Korrawin

Rangkuman materi PAI kelas 10 SMA kurikulum merdeka dirancang khusus untuk kamu yang ingin mempelajari isi atau inti dari materi pelajaran tersebut. 🧑‍🎓📖🏆

Oleh karenanya, langsung simak saja penjelasan lengkap rangkuman materi PAI Kelas 10 SMA yang sudah Mamikos himpun berdasarkan buku resmi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti versi Kemendikbud di bawah ini.

Uraian Rangkuman Materi PAI Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka

Rangkuman materi PAI kelas 10 Kurikulum Merdeka sudah mencakup berbagai aspek keislaman yang tujuan utamanya membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.

Rangkuman materi PAI kelas 10 Kurikulum Merdeka tersebut adalah sebagai berikut:

BAB I: Meraih Kesuksesan dengan Kompetisi dalam Kebaikan dan Etos Kerja

Meraih kesuksesan bukanlah perkara yang mudah. Para peserta didik diharuskan untuk mampu mengatasi apa saja yang hambatan, tantangan, maupun rintangan dengan ketekunan dan kerja keras.

Allah Swt. menciptakan kehidupan dan kematian semata-mata untuk menguji siapa sajakah yang memiliki amalan terbaik. Dunia ini hanyalah tempat singgah sesaat untuk mendulang pahala, sebab sejatinya manusia akan hidup kekal di akhirat selama-lamanya.

9 Contoh Etos Kerja Seorang Pelajar di Sekolah dan Mahasiswa

Agar memperoleh kebahagiaan di akhirat kelak, manusia perlu memperbanyak amal salehnya selama hidup di dunia. Karena patokan seseorang dikatakan sukses jika ia berhasil meraih kebahagiaan di akhirat sekaligus di dunia.

BAB II: Memahami Hakikat dan Mewujudkan Ketauhidan dan dengan Syu’abul (Cabang) Iman

Masing-masing insan dilahirkan dengan fitrah tentang keyakinan bahwa zat Maha Kuasa yang mengatur alam semesta nyata adanya. Islam menyebut keyakinan fitrah tersebut sebagai iman.

Dalam hal ini manusia telah menyatakan keimanannya kepada Allah Swt. sejak masih berada di alam ruh, sebagaimana yang tercantum dalam QS. Al-A’raf 7:172 berikut ini:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُوا۟ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ

Artinya: Dan (ingatlah) Ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah Swt mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman) “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”

Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat tidak mengatakan, “sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini”.

17 Contoh Iman kepada Qada dan Qadar beserta Pengertian dan Tanda-Tandanya

Iman berasal dari bahasa Arab yakni dari kata dasar amana – yu’minu – imanan, yang artinya beriman atau percaya. Adapun definisi iman menurut bahasa Indonesia adalah kepercayaan, keyakinan, ketetapan atau keteguhan hati.

Dalam sebuah kitab berjudul al-‘Umm, Imam Syafi’i mengatakan, sesungguhnya yang disebut dengan iman adalah suatu ucapan, perbuatan dan suatu niat, di mana tidak sempurna salah satunya jika tidak beriringan dengan yang lain.

BAB III: Menjalin Hidup Penuh Manfaat dengan Menghindari Berfoya-foya, Riya’, Sum’ah, Takabur, dan Hasad

Apakah kamu pernah melakukan suatu amal ibadah, kemudian dengan sengaja menunjukkan hal tersebut kepada orang lain, baik secara langsung atau melalui melalui media sosial dengan tujuan agar mendapat pujian?

Atau mungkin bersedekah, kemudian menghendaki diumumkan secara terbuka? Berhati-hatilah jika kamu pernah melakukannya. Sebab, bisa jadi amal yang telah kamu lakukan berakhir percuma. Alasannya tentu saja karena adanya sifat sum’ah di dalam hati tanpa disadari.

10 Contoh Perilaku Terpuji di Sekolah dan Kehidupan Sehari-Hari di Masyarakat serta Keluarga

Kebanyakan manusia senang mendapat pujian, dan hanya sedikit saja yang mampu beramal dengan ikhlas. Padahal, Allah Swt. hanya menerima amalan yang dilakukan dengan tulus, rida, dan ikhlas karena Allah ta’ala.

Halaman:

Advertisement